Santunan Kemanusiaan

now browsing by tag

 
 

Foto Gerakan Sumbang 1000 Nasi Bungkus

DSC00024

BFLF – Kegiatan bertajuk ‘Gerakan Sumbang 1000 Nasi Bungkus’ ini sukses dilaksanakan Blood for Life Foundation (BFLF). Para panitia dan relawan bersemangat membagikan sedikit sumbangan berupa nasi bungkus kepada keluarga pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin (RSUDZA), Banda Aceh, pada Rabu siang (3/2/2016).

Meski panas dan harus berkeliling hampir ke semua ruangan di rumah sakit, nasi yang sejak pagi sudah disumbangkan oleh sejumlah donatur, semua dapat dibagikan merata. Acara ini turut dihadiri juga oleh Direktur RSUZA Dr. Fachrul Jamal, Pimpinan BFLF Michael Octaviano dan Agam Inong Banda Aceh. Berikut dokumentasi kegiatan tersebut:

DSC00014

DSC00020

DSC00029

DSC00024

DSC00047

DSC00043

Keluarga Pasien di RSUDZA Terima Sumbangan Nasi dari BFLF

DSC00029

BFLF – Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh melalui “Gerakan Sumbang 1.000 Nasi Bungkus” menyumbang 400 nasi bungkus kepada keluarga pasien yang sedang dirawat di Rumah Sakit Zainoel Abidin (RSUZA), Banda Aceh, Rabu (3/2/2016).

Motivasi Gerakan Sumbang 1.000 Nasi Bungkus membagi-bagi nasi gratis tujuannya untuk meringankan beban para keluarga pasien selama berada di rumah sakit.

Michael Octaviano, Pimpinan BFLF mengungkapkan, “Pasien kita di RSUZA ini banyak dari luar Banda Aceh, mereka butuh biaya hidup. Makanya dengan kita berikan nasi bungkus ini, setidaknya meringankan beban mereka selama merawat keluarganya di rumah sakit.”

Selama ini ada keluarga pasien yang mengeluh lantaran tidak ada biaya hidup selama merawat pasien di rumah sakit ibu kota Aceh tersebut. Sumbangan nasi berasal dari beberapa warung nasi di Banda Aceh, perseorangan, dan sumbangan dari beberapa pihak.

Program ini sudah dijalankan selama kurang lebih 11 bulan sejak 2015 lalu. “Selama ini rutin kita salurkan setiap harinya, tapi cuma 30 nasi bungkus,” katanya.

“Hari ini 400 nasi yang kita sumbang karena hanya segitu yang mampu kita kumpulkan. Untuk program 1.000 nasi ini kita lakukan dua bulan sekali, tapi yang 30 nasi setiap hari,” tutupnya.[]

Source: Serambi

BFLF Sukses Adakan Kegiatan Aksi Sumbang 1000 Nasi Bungkus

DSC00043

BFLF – Blood For Life Foundation (BFLF) sukses mengadakan kegiatan aksi sumbang 1000 nasi bungkus kepada keluarga pasien di RSUZA Banda Aceh. Dalam aksi ini juga ikut serta direktur RSUZA, dr. Fachrul Jamal,  Rabu, (3/2/2016).

Ketua umum BFLF Michael Octaviano menjelaskan, donatur dalam kegiatan ini berasal dari beberapa pihak yang berhasil dihimpun BLFL,  baik itu melalui media sosial maupun bantuan secara langsung warga Banda Aceh. Donatur aksi ini berasal dari beberapa pihak yang berhasil dihimpun BLFL,  baik itu melalui media sosial maupun bantuan secara langsung di Banda Aceh.

“Untuk hari ini sudah terkumpul 500 bungkus nasi yang siap dibagikan. Targetnya dibagikan kepada seluruh keluarga pasien yang di rawat di RSUZA dan rencananya akan diperluas lagi nanti hingga ke RSU Meuraxa,” kata Michael saat ditanyai.

Michael menjelaskan, engatakan bahwa kegiatan ini terinspirasi dari keluarga pasien anak penderita kanker asal Singkil yang kurang mampu dan dirawat di RSUZA beberapa waktu silam. Ia berharap ke depannya, kegiatan ini lebih di dukung oleh berbagai kalangan sebagai bentuk kepedulian kepada kalangan kurang berada.

Sebenarnya, lanjutnya, BFLF melakukan kegiatan bagi nasi setiap hari kepada 30 keluarga pasien di RSU ZA khususnya keluarga kanker dan thallesemia dan kegiatan tersebut sudah berjalan selama 11 bulan. Untuk kegiatan hari ini merupakan yang pertama dilakukan dan akan berkelanjutan.

“Setiap dua atau tiga bulan sekali nanti akan kita lakukan kembali kegiatan seperti ini,” tambah Michael.[]

Source: Klikkabar.com

BFLF Berikan Penghargaan Kepada Donatur Gerakan 30 Nasi Bungkus

Penghargaan kepada para donatur bflf

BFLF –  Setelah hampir sepuluh bulan setiap ikut ambil bagian dalam “Gerakan 30 Nasi Bungkus Tiap Hari,” Blood For Life Foundation (BFLF) sebagai mediator memberikan penghargaan kepada sejumlah Rumah Makan (RM), seperti Dapur Minang, Ayam Lepaas dan donatur lain.

BFLF juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kepedulian para donatur yang telah menyumbang nasi bungkus tiap harinya dalam program ini. Program ini tiap hari selalu berbagi nasi bungkus untuk sedikit meringankan beban keluarga pasien thalasemia, hemofilia, kanker anak, keluarga pasien kurang mampu di RSUZA serta Rumah Singgah.

Semoga semua kebaikan ini Allah yang akan membalasnya dan kita semua masih diberi kesempatan untuk selalu berbuat baik. Terima kasih para donatur.[]

Michael (081260852973-087860852973)

3 Februari, BFLF Gelar ‘Gerakan Sumbang 1000 Nasi Bungkus’

Gerakan Sumbang 1000 Nasi Bungkus BFLF

BFLF – Setelah berjalan selama 11 bulan kegiatan “Gerakan 30 Nasi Bungkus Setiap Hari” untuk keluarga pasien kurang mampu thallesemia, hemofili dan kanker anak yang bermitra dengan Ayam Lepaas, Rumah Makan Minang dan donatur lain. Dengan tujuan meringankan beban konsumsi keluarga pasien selama dirumah sakit yang terfokus di Ruang Central Thallesemia dan Onkologi Anak RSUZA Banda Aceh. Kini BFLF akan melaksanakan Gerakan Sumbang 1000 Nasi bungkus guna menjawab keinginan keluarga pasien diruangan lain serta di rumah sakit lain.

Gerakan Sumbang 1000 Nasi Bungkus BFLFSyarat aksi sosial “Gerakan Sumbang 1000 Bungkus” mudah, yaitu:

  • Cukup sumbang nasi bungkus atau nasi kotak minimal 3 bungkus
  • Nasi diantar langsung kekantor BFLF di Jln. Tgk. H. M. Daud Beureueh Lr. Jeumpa No. 1 Beurawe (belakang zakir kupi lampriet) Banda Aceh.
  • Sumbangan kami terima pada hari rabu, 3 Febuari 2016 dari pukul 10.00 – 11.30 wib. posko nya di kantor
  • Nasinya akan dibagikan ke dua rumah sakit, RSUZA dan RA MEURAKSA Banda Aceh.
  • Keterangan lebih lanjut : 082370534059 atau 081262739427 _ BBM : 59FF0D69.

Ayoo.. tunjukkan kepedulian sosial kamu, dan ingatlah: “Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, pasti akan ditunjuki kepada mereka jalan keluar. Dan diberi rezeki kepada mereka daripada jalan yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupi baginya,” (At-Talaq:2-3).[]

Bersama ERCI, BFLF Adakan Donor Darah Peduli Thalassemia

peduli thalassemia

BFLF – Berbagai kegiatan positif digelar komunitas Suzuki Ertiga. Kali ini, datang dari keluarga Ertiga Banda Aceh, yang tergabung dalam Ertiga Club Indonesia (ERCI) Chapter Aceh. Acara ini di  showroom PT Armada Banda Jaya dengan tema ‘Setetes darah Anda, kehidupan bagi mereka’.

Acara ini digelar sebagai bentuk kepedulian sekaligus ajang silaturahmi keluarga Ertiga dengan pederita Thalassemia. Sebagai catatan, Thalassemia merupakan kelainan darah yang sifatnya menurun (genetik), di mana penderitanya mengalami ketidakseimbangan dalam produksi hemoglobin (Hb).

Selain diikuti komunitas Ertiga dan anak-anak penderita Thalassemia, acara ini juga dimeriahkan dengan bergabungnya Blood For Life Foundation (BFLF) dan beberapa customer Suzuki yang ada di Banda Aceh dan daerah sekitarnya.

Dalam kesempatan itu, Branch Manager Suzuki Armada Banda Jaya, Khairul Misbah menegaskan bahwa kegiatan sosial ini diadakan sebagai bentuk kepedulian Suzuki terhadap penderita Thalassemia khususnya di Aceh.

Diharapkan, dengan terselenggaranya acara ini, beban anak-anak penderita Thalassemia akan berkurang, sekaligus dapat mengetuk pintu hati masyarakat Aceh untuk lebih peduli kepada anak-anak penderita Thalassemia.

Menurut Michael Octaviano selaku Ketua BFLF, di Aceh saat ini terdapat lebih dari 250 anak yang menderita Thalassemia. Dan untuk setiap anak penderita Thalassemia paling tidak membutuhkan 2 kantung darah setiap bulannya.

“Salah satu orangtua penderita Thalassemia bernama Pak Ilyas dari Aceh Selatan, selama tiga tahun harus ke rumah sakit setiap bulannya, dengan mengendarai sepeda motor bersama istrinya,” kata Octaviano.

“Mereka harus menempuh perjalanan selama 24 jam menuju Banda Aceh bersama anaknya yang menderita Thalassemia sejak usia dua tahun,” lanjut Octaviano.

Dalam kegiatan donor darah ini, ERCI berhasil mengumpulkan sebanyak 33 kantong darah. Selain kegiatan donor darah, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan berbagai acara hiburan untuk menghadirkan senyuman bagi anak-anak penderita Thalassemia yang selama ini harus menderita.

Source: Viva

Foto: Rumah Singgah dan Pembagian Nasi Bungkus

BFLF – Sebagai komunitas peduli kemanusiaan Blood for Life Foundation (BFLF) rutin melakukan kegiatan pembagian nasi bungkus kepada pasien thalasemia di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Lampriet, Banda Aceh. Selain itu, juga rutin mengunjungi rumah singgah di Komplek Villa Citra, No 99 Lampineung yang khusus disediakan untuk keluarga pasien kurang mampu. Berikut beberapa foto kegiatan tersebut.[]

Foto: Pembagian nasi bungkus kepada pasien thalasemia.

Foto: Pembagian nasi bungkus kepada pasien thalasemia.

Foto: Rutinitas pembagian nasi bungkus di RSUZA

Foto: Rutinitas pembagian nasi bungkus di RSUZA

Foto: Berkunjung ke rumah singgah BFLF

Foto: Berkunjung ke rumah singgah BFLF

Foto: Sumbangan biaya tranportasi

Foto: Sumbangan biaya tranportasi kepada keluarga pasien

BFLF dan PMI Abdya Bantu Warga Miskin

BFLF-Abdya

BFLF – Koordinator bantuan untuk masyarakat fakir dari BFLF Abdya, Asrul Imam Madi mengatakan, total bantuan yang disalurkan berjumlah Rp. 700.000,- untuk membeli bahan pokok serta bantuan lain berupa barang keperluan rumah tangga pada senin (19/10/15).

“Kita akan galang dana untuk membangun rumah Nek Maneh yang memang tidak layak huni ini. Setelah nanti rumah Nek Maneh terbangun, kita akan mencari rumah fakir yang lain untuk dibantu,” katanya.

Sebelumnya BFLF mengupload kondisi perempuan fakir ini di media sosial. Nek Maneh selama ini tinggal bersama dengan cucunya, Idris, di rumah berkonstruksi kayu dan berlantai tanah. Mereka hanya memiliki sebuah kasur untuk ranjang Nek Maneh. Sementara Idris harus tidur beralas tikar pandan.

Rumah ini juga tidak memiliki kamar. Dinding tengah menjadi sekat yang membatasi ranjang Nek Maneh dengan ranjang sang cucu.

“Gerakan ini baru pertama kita lakukan, dan untuk pertama bantuan ini kita serahkan ke Nek Maneh. Saat kita upload di media sosial, banyak yang tergerak dan memberi bantuan,” ujar Asrul.

Bantuan yang disalurkan hari itu berupa beras, telor, minyak goreng, susu, roti, gula, bahan dapur, deterjen dan sabun mandi. Untuk peralatan antara lain periuk, panci, gelas, piring, tikar, dan kelambu serta kain sarung dan selimut.

“Untuk membangun rumah Nek Maneh ini kita sudah meminta bantuan geuchik untuk membantu status tanah yang sekarang ditempati oleh Nek Maneh bersama cucunya. Jangan sampai nanti ada sengketa di kemudian hari.

Bantuan akan kita galang melalui media sosial, serta kita akan mengelar hunting amal untuk membantu membangun rumah fakir yang tidak layak huni. Sementara ini bantuan yang sudah terkumpul semen enam sak, seng satu kodi,” kata Asrul.[]

Source: Fokusaceh

BFLF Bagikan 30 Nasi Bungkus Tiap Hari

Relawan BFLF Aceh membagikan nasi bungkus

BFLF Aceh – Perempuan itu berjalan menyambangi setiap keluarga pasien. Tangan kanannya menenteng plastik biru. Di dalamnya, terlihat beberapa kotak atau bungkusan nasi. Ia adalah relawan Blood For Life Fundations (BFLF), komunitas yang bergerak di bidang mediator darah.

Siang itu, sejumlah relawan BFLF menyambangi Rumah Sakit Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh. Kedatangan mereka untuk membagikan 30 bungkus nasi kepada keluarga pasien. Keluarga penderita penyakit thalassemia, hemofili anak, dan kanker anak mereka sambangi. Setelah berbasa-basi sejenak, para relawan ini kemudian menyerahkan bekal makan siang.

“Setiap hari kami menyediakan minimal 30 bungkus nasi untuk kami bagikan kepada keluarga pasien tiga penyakit itu. Tujuannya untuk meringankan beban mereka,” kata Founder BFLF Michael Oktaviano, kepada detikcom, Sabtu (17/10/2015).

Program memberikan nasi makan siang keluarga pasien ini sudah berlangsung sejak enam bulan silam. Para relawan BFLF ini memperoleh nasi dari para donatur tetap maupun donatur tidak tetap. Saban siang, beberapa relawan diutus untuk mengantar nasi kepada keluarga pasien yang dirawat di RSUZA. Mereka rata-rata mendapat jatah bervariasi. Tergantung jumlah orang yang mengawal pasien.

“Biasanya kami memberi dua bungkus kalau keluarganya banyak,” jelasnya.

Ide program ini berawal dari keprihatinan relawan BFLF terhadap sejumlah keluarga pasien. Mereka rata-rata datang dari luar Banda Aceh dan kekurangan biaya selama di rumah sakit. Untuk mengurangi beban mereka, BFLF berinisiatif membantu. Awalnya memang bukan perkara mudah bagi relawan BFLF untuk membantu mereka.

Selain terkendala biaya, mereka juga belum punya donatur tetap kala itu. Setelah gencar melobi, akhirnya menemukan dua rumah makan yang mau bergabung. Untuk nasi yang dibagi pun waktu itu bukan 30 bungkus. Tapi hanya 25 bungkus. Para relawan ini membagikannya kepada keluarga pasien yang benar-benar kurang mampu.

“Fokus kita untuk keluarga kurang mampu. Karena rata-rata penderita penyakit thalassemia, kanker, atau hemofilia ini berasal dari keluarga kurang mampu,” ungkap Michael.

ketua BFLF membagikan nasi kepada keluarga pasien

Kini, para relawan BFLF juga masih mengalami sejumlah kendala dalam membagi-bagikan nasi makan siang. Antara lain, sering tidak cukup nasi pada hari-hari tertentu. Michael bercerita, pada hari Senin hingga Kamis biasanya sering tidak cukup nasi. Hal itu karena banyaknya pasien yang berobat. Namun ada juga hari-hari yang kelebihan nasi karena tidak banyak pasien.

Tujuan pemberian makan siang ini selain meringankan beban, juga untuk memberi ketenangan kepada keluarga pasien. Ini dilakukan agar mereka rajin membawa anggota keluarganya berobat dan tidak berpikir biaya lagi. Selama ini, banyak pasien thalassemia, kanker anak yang datang dari berbagai daerah di Aceh sering mengeluh soal biaya.

Kehadiran komunitas ini disambut positif keluarga pasien. Bahkan jika para relawan telat datang, keluarga pasien mulai bertanya-tanya. Mereka sebagian menunggu anggota BFLF di luar ruangan dan ada juga yang menunggu di dalam.

“Kami mendatangi setiap kamar untuk menyerahkan langsung pada keluarga pasien. Sekarang kami fokusnya untuk penyakit itu. Tapi kalau ada nasi lebih kami juga akan memberikan untuk keluarga pasien penderita penyakit lain,” jelas Michael.

BFLF digagas oleh Michael pada 2009 silam. Ide awal pendirian komunitas ini karena saat itu kebutuhan darah untuk penderita thalassemia di Aceh semakin banyak. Persediaan darah kerap tidak cukup. Para relawan BFLF ini akhirnya menjadi mediator darah untuk mencari pendonor yang mau mendonorkan darah mereka.

“Tiga penyakit itu memang paling banyak membutuhkan darah,” ungkapnya.

Beberapa waktu lalu, komunitas BFLF ini mendapat penghargaan lima besar tingkat nasional dari Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Sertifikat prestasi itu diteken langsung oleh Mensos dan diberikan pada 20 Desember 2014 lalu.

Selain menyediakan makan siang gratis, komunitas ini juga mendirikan rumah singgah di kawasan Lampineung, Banda Aceh. Tujuannya, agar keluarga pasien yang tidak punya tempat tinggal bisa menginap di sana selama berobat. Rumah itu dapat menampung tiga keluarga pasien.

Bukan itu saja, komunitas  BFLF juga menggelar Travelling For Humanity ke Pulo Aceh, Aceh Besar dan pedalaman Lhokseumawe. Kegiatan ini rutin digelar dua bulan sekali. Kegiatan tersebut bertujuan untuk berbagi untuk misi sosial dan kemanusiaan yang berfokus pada pendidikan dan kesehatan daerah terpencil.

“Harapannya masyarakat di daerah terpencil terbantu dari segi pendidikan dan kesehatan,” katanya.[]

Source: Detiknews

Perihatin Dengan Keluarga Ileostomi, BFLF Tanggung Kebutuhan Makan

wpid-fb_img_1448096081519.jpg

BLFL Aceh – Melihat perjuangan Nurhayati mengobati Hafizatul Rahma, anaknya yang saat ini didera penyakit Ileostomi, Blood For Life Foundation (BFLF) memutuskan untuk menanggung kebutuhan Nurhayati akan makanan, yaitu makan siang dan makan malam.

Tujuan BLFL menanggung kebutuhan makanan Nurhayati supaya sang ibu bisa fokus menjaga Hafizah selama masa penyembuhan di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin Banda Aceh.

“Kami melihat perjuangan ibu Nurhayati yang luar biasa untuk anaknya Hafizah, ditambah lagi dengannya tidak mempunyai suami. Maka oleh karena itu kami meminta kepada ibu Nurhayati untuk fokus menjaga anaknya,” ujar Ketua BFLF Michael Octaviano, Jumat (3/4/2015).

Untuk menanggung kebutuhan makan Hayati dua kali sehari, pihak BFLF bekerja sama dengan Rumah Makan Dapur Minang. Tidak hanya Hayati, mereka juga menanggung makan nenek Hafizah yang selama ini menjaganya ketika Hayati bekerja.

Sebelumnya, BFLF sudah melakukan gerakan 10 nasi bungksus gratis untuk pasien talesemia, himovili, dan kanker.

Sebenarnya, kata Michael, pihaknya sudah mengetahui keadaan Nurhayati pada saat pertama kali membawa Hafizah ke RSUZA. Namun kata Michael, pada saat kami ingin membatu, ibu tersebut sudah pulang. “Saat itu Hafizah dirawat di Ruang Jeumpa.”

Ketua BFLF Banda Aceh ini berharap, agar masyarakat juga membantu keluarga kurang mampu yang sedang membutuhkan pertolongan. []

Source: Sumberpost