Edukasi BFLF

now browsing by tag

 
 

Penelitian: Kangker Lebih Membunuh dari AIDS dan Malaria

Kangker pada anak

BFLF – Setiap tanggal 4 Februari dunia memeringatinya sebagai Hari Kanker. Meski bukan penyakit menular, kanker juga seperti epidemi karena terjadi seluruh dunia. Penelitian menunjukkan, Penyakit kanker membunuh orang lebih banyak dari pada total kematian yang diakibatkan AIDS, tuberkulosis, dan malaria.

Tema Hari Kanker tahun 2016 ini adalah “We Can. I Can.” Lewat tema ini semua pihak diharapkan mau terlibat melakukan pencegahan kanker, mulai dari deteksi dini, vaksinasi, menjaga pola hidup, serta pengendalian tembakau. “Kita dan saya” bisa mencegah kanker bersama-sama.

“Hari Kanker 2016 bisa menjadi kesempatan untuk merefleksikan semua yang bisa kita lakukan untuk menurunkan dampak dari penyakit yang sangat merusak ini, sekarang dan di masa depan,” kata Tezer Kutluk, Presiden the Union for International Cancer Control (UICC), sebuah lembaga nonpemerintah internasional yang bergerak di bidang pencegahan kanker dalam situs worldcancerday.org.

Lebih dari sepertiga kanker bisa dicegah lewat perubahan pola hidup. UICC juga mendorong setiap orang untuk menurunkan risiko kanker.  Langkah sederhana seperti berhenti merokok, mengurangi asupan daging merah dan yang diproses, rutin berolahraga, dan mengurangi asupan alkohol, bisa menjadi cara utama mencegah kanker.

Pada tahun 2030 diperkirakan lebih dari 12 juta orang akan mati akibat kanker pertahun. Di negara berkembang yang fasilitas deteksi dini dan pengobatannya belum memadai, angka kematiannya lebih besar dibanding di negara maju.[]

Source: Kompas

Foto Penyuluhan Gizi Bersama AMSA Unsyiah

BFLF – AMSA FK Unsyiah bekerja sama dengan beberapa pihak, termasuk BFLF sukses melakukan penyuluhan gizi, pemeriksaan gizi anak dan pembagian makanan sehat di Gampong Jawa, tepatnya dekat lokasi TPS (Tempat Pembuangan Sampah) Banda Aceh. Acara ini diselenggarakan dalam rangka meyambut hari gizi nasional yang jatuh pada 25 Januari bulan lalu. Kegiatan ini digelar Senin,  8 Februari 2016. Berikut adalah beberapa dokumentasi kegiatan:

AMSA BFLF

BFLF

BFLF Partner

BFLF dan Unsyiah

BFLF Aceh

BFLF Rumah Zakat Aceh

AMSA Unsyiah

Apa Itu Hemofilia?

Penderita-Hemofilia BFLF

BFLF – Banyak di antara kita yang belum mengenal hemofilia. Termasuk gejala dan cara penanganannya. Padahal penderita hemofilia yang ditangani dengan tepat akan mampu menjalani aktivitas seperti biasa. Penyakit hemofilia tidak mengenal ras dan dapat ditemukan di seluruh dunia termasuk di Indonesia.

Pada tahun 2011, jumlah pasien hemofilia di Indonesia mencapai 1.388 orang. Namun, Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI) memperkirakan jumlah pasien hemofilia mencapai lebih dari 20.000 orang. Perbedaan angka tersebut dikarenakan keterbatasan informasi dan rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai penyakit ini. Akibatnya penderita hemofilia banyak yang tidak terdeteksi.

Pengertian Hemofilia dan Jenis-jenisnya

Hemofilia berasal dari bahasa Yunani Kuno, terdiri dari 2 kata yaitu haima dan philia. Haima berarti darah sedangkan philia berarti cinta atau kasih sayang. Hemofilia adalah suatu penyakit yang diturunkan, dari ibu kepada anaknya pada saat sang anak tersebut dilahirkan. Darah pada seorang penderita penyakit hemofilia tidak dapat membeku dengan sendirinya secara normal. Proses pembekuan darah pada penderita penyakit ini tidak secepat orang normal.

Darah BFLFPenderita penyakit hemofilia kebanyakan mengalami gangguan pendarahan di bawah kulit. Misalnya luka memar jika sedikit mengalami benturan, atau luka memar yang timbul dengan sendirinya ketika penderita melakukan aktivitas berat. Contoh lainnya adalah pembengkakan pada persendian seperti lutut, pergelangan kaki, atau siku tangan. Pada beberapa kasus juga ditemui pendarahan di saluran cerna. Hemofilia bisa membahayakan jiwa penderitanya jika pendarahan terjadi pada bagian organ tubuh vital seperti pendarahan otak.

Hemofilia terbagi atas dua jenis, yaitu hemofilia A dan hemofilia B. Hemofilia A dikenal juga dengan nama hemofilia klasik. Jenis inilah yang paling banyak kekurangan faktor pembekuan darahnya. Faktor pembeku darah yang dimaksud adalah faktor VII. Hemofilia A umumnya menyerang pria. Wanita pada umumnya hanya bersifat karier atau pembawa sifat. Wanita yang menderita penyakit hemofilia dikarenakan ibunya yang karier dan ayahnya yang juga penderita.

Hemofilia B dikenal juga dengan nama Christmas disease yang diambil dari nama penemunya, Steven Chirstmas asal Kanada. Jenis ini kekurangan faktor IX protein darah sehingga menyebabkan masalah pada pembekuan darah. Baik hemofili A ataupun B keduanya adalah penyakit yang jarang ditemukan. Hemofilia A terjadi sekurang-kurangnya 1 di antara 10.000 orang. Sedangkan hemofilia B lebih jarang ditemukan, yaitu 1 di antara 50.000 orang.

Apa Penyebab Hemofilia?

Pada orang normal, apabila terjadi luka maka luka tersebut akan segera mengering. Hal ini terjadi karena adanya sistem pembekuan darah. Proses pembekuan darah dimulai dengan pengerutan pembuluh darah di sekitar luka. Tujuannya agar darah yang mengalir dapat dikurangi. Selanjutnya trombosit akan menutup luka pada pembuluh darah. Lalu faktor-faktor pembeku darah bekerja membuat anyaman (benang-benang fibrin) yang akan menutup luka pada pembuluh darah.

penyebab-hemofilia BFLFPada penderita penyakit hemofilia, terdapat gangguan di sistem pembekuan darahnya. Mereka kekurangan faktor-faktor pembeku darah. Akibatnya, luka yang seharusnya mengering akan terus-menerus mengeluarkan darah. Atau pada kasus ringan luka tetap bisa mengering namun membutuhkan waktu yang lama. Kekurangan faktor-faktor pembeku darah ini lah yang menjadi penyebab hemofilia.

Hemofilia A dan B dapat digolongkan dalam 3 tingkatan yaitu ringan, sedang, dan berat. Penderita hemofilia ringan lebih jarang mengalami pendarahan. Mereka mengalaminya hanya dalam situasi tertentu seperti operasi, cabut gigi, atau ketika mengalami luka yang serius. Wanita hemofila ringan mungkin akan mengalami pendarahan lebih pada saat menstruasi.

Penderita penyakit hemofilia sedang lebih sering terjadi pendarahan dibandingkan hemofilia ringan, namun tidak separah hemofilia berat. Pendarahan kadang terjadi akibat aktivitas tubuh yang terlalu berat, seperti olahraga yang berlebihan. Sedangkan penderita hemofilia berat adalah yang paling parah. Mereka hanya memiliki kadar faktor VII atau IX kurang dari 1% dari jumlah normal di dalam darahnya. Penderita hemofilia berat dapat mengalami pendarahan beberapa kali dalam sebulan. Terkadang pendarahan terjadi begitu saja tanpa sebab yang jelas.

Sebanyak 70% hemofilia disebabkan karena faktor genetik. Bahkan sejak masih janin dalam kandungan seorang anak sudah dapat diprediksi mengalami penyakit hemofilia atau tidak. Caranya adalah dengan melakukan screening test.

Tanda dan Gejala Hemofilia

Salah satu tanda yang paling sering muncul dari hemofilia adalah lebam di kulit. Lebam adalah warna kulit yang kebiruan yang menandakan bahwa ada pendarahan di bawah kulit. Misalnya tejadi di otot atau sendi. Pada orang normal juga terkadang mengalami kebiruan di beberapa bagian tubuh seperti itu, tetapi akan menghilang dalam beberapa hari. Namun jika lebam meliputi area tubuh yang luas, atau disertai bengkak kemerahan di sekitarnya, maka segera periksa ke dokter. Bisa jadi itu adalah gejala hemofilia.

Pada pria yang mengalami hemofilia, seringkali tandanya didapat saat ia disunat. Pendarahan yang terjadi akibat penyunatan akan lama sekali berhenti. Jika hal itu terjadi, maka orangtua harus waspada terhadap kemungkinan hemofilia.[]

Source: Kesehatan.co dan pernah dimuat di majalah Dokter Kita edisi 11 tahun IV

Kenali Delapan Jenis Kangker pada Anak

tumor-15438_2

BFLF – Data statistic resmi dari IARC (International Agency for Research on Cancer) menyatakan bahwa 1 dari 600 anak akan menderita kanker sebelum umur 16 tahun. Penyakit kanker pada anak membutuhkan penanganan dengan keahlian, sarana dan prasarana khusus. Apabila kanker menimpa pada anak, maka akan merupakan beban yang kompleks bukan hanya bagi orang tua tetapi juga pada saudara-saudaranya, dokter, perawat, sekolah dan masyarakat serta lingkungannya.

Kanker pada anak diperkirakan mencapai 1% dari jumlah penyakit kanker secara menyeluruh, namun kanker pada anak dapat disembuhkan bila dideteksi secara dini dan pengobatan serta perawatannya dilaksanakan dengan sarana prasarana yang memadai. Dikutip dari smallcrab, berikut delapan jenis kanker yang umum menyerang anak-anak:

1. Leukimia (kanker darah)

Leukimia adalah kanker pada anak yang paling banyak dijumpai pada anak-anak, yaitu sekitar 33 persen dari seluruh kanker yang ada pada anak-anak. Leukimia mempunyai harapan sembuh dengan pengobatan yang tepat dan benar. Gejala yang perlu diwaspadai dan sering ditemukan pada leukimia antara lain pucat, demam atau pendarahan yang tidak jelas sebabnya, nyeri tulang dan pembengkakan perut.

2. Tumor otak dan sistem saraf

Kanker otak dan sistem saraf merupakan kanker kedua yang banyak menyerang anak, yaitu sekitar 21 persen. Sebagian besar kanker otak yang terjadi pada anak-anak melibatkan batang otak atau otak kecil.  Tumor pada otak dapat mengganggu fungsi dan merusak struktur sususan saraf pusat, karena terletak di dalam rongga yang terbatas (rongga tengkorak).

Gejala yang harus diwaspadai pada tumor otak adalah sakit yang disertai mual sampai muntah-muntah. Dapat pula disertai daya penglihatan berkurang, penurunan kesadaran atau perubahan perilaku. Pada bayi biasanya ubun-ubun besar menonjol. Hal lain yang perlu dicurigai adalah bila terdapat gangguan bicara dan keseimbangan tubuh, anggota gerak melemah atau kejang.

3. Retinablastoma (kanker mata)

Retinablastoma adalah kanker mata yang sering dijumpai pada anak. Gejala yang perlu duawasi ialah adanya bercak putih di bagian tengah mata yang seolah bersinar bila kena cahaya seperti mata kucing. Hal lain yang perlu diperhatikan ialah penglihatan yang terganggu, mata menjadi juling dan bila telah lanjut maka bola mata menonjol keluar.

4. Limfoma (getah bening)

Limfoma maglia adalah kanker kelenjar getah bening, kanker ini biasanya ditandai dengan pembesaran dan pembengkakan kelenjar getah bening yang cepat tanpa disertai rasa nyeri. Pembesaran kelenjar getah bening yang cepat tanpa disertai rasa nyeri. Pembesaran kelenjar getah bening di daerah leher, ketiak dan atau selangkangan serta usus tanpa disertai rasa nyeri.

Bila timbulnya di kelenjar getah bening dalam usus maka dapat menyebabkan sumbatan pada usus dengan gejala sakit perut, muntah, tidak bisa buang air besar dan demam. Bila tumbuh di daerah dada maka dapat mendorong atau menekan saluran nafas. Menyebabkan sesak nafas dan muka membiru.

5. Neuroblastoma

Neuroblastoma adalah suatu gejala jenis kanker saraf yang dapat menunjukkan banyak gejala, tergantung pada lokasinya. Neuroblastoma dapat terjadi di daerah leher atau rongga dada dan mata. Bila terdapat di daerah mata dapat menyebabkan bola mata menonjol, kelopak mata turun dan pupil melebar.

Bila terdapat di tulang belakang dapat menekan saraf tulang belakang dan mengakibatkan kelumpuhan yang cepat. Tumor di daerah perut akan teraba bisa sudah besar. Penyebaran pada tulang dapat menyebabkan patah tulang tanpa sebab, tanpa nyeri sehingga penderitanya pincang mendadak.

6. Tumor Wilms

Tumor Wilms adalah kanker ginjal yang paling sering dijumpai pada anak. Kanker ini dapat ditandai dengan kecing berdarah, rasa tidak enak di dalam perut dan bila sudah cukup besar teraba keras, biasanya diketahui ketika anak dimandikan.

7. Rabdomiosarkoma

Kanker ini dijumpai pada otot di mana saja, biasanya pada anak di daerah kepala, leher, kandung kemih, prostat (kelenjar kelamin pria) dan vagina. Gejala yang ditimbulkan bergantung pada letak kanker. Pada rongga mata menyebabkan mata menonjol keluar. Di telinga menyebabkan nyeri atau keluarnya darah dari lubang telinga. Di tenggorokan menyebabkan sumbatan jalan nafas, radang sinus (rongga sekitar hidung), keluar darah dari hidung (mimisan) atau sulit menelan.

Di saluran kandung kemih menyebabkan gangguan buang air kecil atau air seni berdarah. Bila mengenai saluran pencernaan dapat mengalami gangguan buang air besar. Bila mengenai otot anggota gerak akan membengkak.

8. Osteosarkoma atau kanker tulang

Osteosarkoma adalah kanker pada tulang. Pembengkakan yang cepat apabila disertai rasa nyeri perlu diwaspadai sebagai kemungkinan adanya kanker tulang. Kanker tulang dapat menyerang setiap bagian tulang, tetapi yang terbanyak ditemukan pada tungkai lengan dan pinggul. Kadang-kadang didahului oleh benturan keras seperti jatuh dan sebagainya. Jenis kanker tulang yang menyerang anak-anak yaitu:

  • Osteosarcoma, kanker ini tidak menyebabkan rasa sakit atau gejala sampai timbul bengkak, tapi terkadang timbul rasa sakit pada tulang yang semakin lama semakin memburuk.
  • Ewing sarcoma, kanker tulang ini jarang terjadi, biasanya ditandai dengan rasa nyeri di tulang dan sebagian besar ditemukan pada remaja pria.

Source: Smallcrab.com

BFLF Terima Bantuan Komputer dari Dinas Sosial

1452071342907

BFLF – Setelah mendapatkan penghargaan sebagai ORSOS berprestasi lima besar tingkat nasional pada tahun 2014 lalu. Sebagai bentuk penghargaan tersebut maka Dinas Sosial Aceh memberikan bantuan komputer kepada Blood For Life Foundation (BFLF). Bantuan tersebut diberikan untuk operasional kantor BFLF yang diterima langsung oleh Pimpinan BFLF, Michael Octaviano.

Komputer tersebut diserkan pada Desember 2015 lalu, bantuan ini berjumlah satu unit computer 27 inc. Sebelumnya Dinas Sosial Aceh juga telah memberikan bantuan yang sama kepada BFLF sebagai alat operasional kantor. Sebelumnya BFLF memiliki dua unit komputer dan satu laptop, namun satu komputer telah rusak dan tidak bisa digunakan lagi. Jadi hanya tersisa satu computer dan satu leptop saja. Namun alat tersebut tidak dapat mendukung administrasi dan kegiatan BFLF karna keterbatasan alat operasional kantor.

Dengan adanya bantuan tersebut maka BFLF memiliki tambahan komputer yang dapat di operasionalkan untuk kegiatan kegiatan BFLF seperti desing publikasi, surat menyurat, proposal dan lain sebagainya.[]

Motivasi dari Penderita Thalasemia

Semangat BFLF

Oleh: Devin Aprilian

Nama saya Devin Aprilian, Saya salah seorang penderita thalasemia dari umur delapan bulan. Saat itu, Saya divonis sampai umur 15 tahun, tapi saya tidak menyerah dan berputus asa. Saya terus menjalani transfusi darah sampai sekarang ini. Walaupun mempunyai kelainan dalam diri, saya tidak merasa minder ataupun patah semangat. Saya terus berjuang dan berjuang karena hidup itu butuh perjuangan, maka dari itu kita tunjukkan pada dunia bahwa penderita thalasemia itu juga bisa menjalani hidupnya seperti manusia normal pada umumnya.

Bersabarlah bagi anak penderita thalasemia kunci kesembuhan itu adalah motivasi doa dan berjuang untuk hidup. Jangan percaya vonis, karena hidup mati seseorang itu ada yang tiada yang tahu dan rahasia Allah semata. Kita harus kuat menerima semua cobaan dari-Nya. Tuhan tidak mungkin memberi cobaan di atas kemampuan umatnya.

Saya percaya bahwa motivasi dari keluarga, teman, kerabat dll. merupakan obat paling ampuh, oleh sebab itu saya bisa menjalani hidup saya seperti halnya orang-orang yang sehat. Saya bisa sekolah sampai meraih gelar sarjana bimbingan konseling, terima kasih semuanya atas motivasinya dan terima kasih tuhan atas segalanya dan mengizinkanku menghirup udara sampai hari ini. Semangat anak thalasemia terus berjuang dan berdoa.

Amin…[]

Penulis adalah penderita thallasemia dari Metro Lampung.

Bersama Sejumlah Komunitas di Banda Aceh, BFLF Gelar Aksi Bagi Susu

Bagi susu peringati hari gizi BFLF

BFLF – Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional, Blood For Life Foundation (BFLF) bekerjasama dengan komunitas turun tangan Aceh, duta wisata Aceh, dan Agam Inoeng Banda Aceh menggelar aksi bagi susu di Bundaran Simpang Lima Banda Aceh, Selasa pagi (26/01 2016).

Kegiatan yang diikuti oleh belasan relawan dari berbagai komunitas tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap pertumbuhan gizi anak-anak di Aceh.

Manager Program Blood For Life Foundation (BFLF) Teuku Ramadhan mengungkapkan, “Ini merupakan aksi pertama di jalanan, aksi bertujuan sebagai  bentuk kepedulian kita terhadap pertumbuhan anak-anak di Aceh, kota Banda Aceh khususnya.”

Aksi yang berlangsung selama lebih kurang dua jam ini mendapat antusias yang positif dari masyarakat yang melintasi bundaran simpang lima Banda Aceh.

“Pembagian susu dilakukan karena susu merupakan salah satu minuman yang sehat dan bisa membuat perkembangan anak lebih bagus,” tutur Ramadhan.

Lanjutnya, dengan adanya aksi ini, ia berharap, kedepan akan dibuat lagi sosialisasi kepada masyarakat-masyarakat tentang pentingnya memelihara gizi baik. Sehingga nantinya anak-anak Banda Aceh bisa memperoleh gizi yang lebih baik.

Source: Klikkabar

Hari Gizi Nasional, BFLF Ambil Bagian

Hari gizi nasional oleh BFLF aceh

BFLF – Peringati Hari Gizi Nasional, sejumlah komunitas di Aceh membagi-bagikan susu siap minum kepada anak-anak di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Selasa (26/01/2016). Pada kegiatan ini peserta mengajak masyarakat sadar akan perbaikan gizi pada keluarga.

Ramadhan, Manager Program di Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh yang ikut pada peringatan Hari Gizi Nasional yang diperingati setiap 25 Januari ini mengatakan, kegiatan tersebut sebagai salah satu cara untuk menyadarkan masyarakat terhadap gizi di keluarga.

“Kita harapkan anak-anak di kota Banda Aceh semakin harinya semakin banyak mengkonsumsi makanan yang sehat dan berkembang dengan baik. Orang tua juga diminta terus memberikan asupan-asupan yang baik untuk anak,” kata Ramadhan.

Menurut Ramadhan, maraknya makanan berbahan pengawet juga menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan. Ia mendorong setiap keluarga menghindari makanan-makanan tersebut.

“Alhamdulillah soal gizi buruk di Banda Aceh sudah membaik. Survei kita di beberapa desa, sudah dominan anak-anaknya tidak lagi bergizi buruk. Namun masih ada di daerah-daerah lainnya. Jadi orang tua harus sadar akan makanan bergizi untuk anak,” pungkasnya.

Selain BFLF Aceh, komunitas lain yang ikut membagikan susu kali ini seperti Turun Tangan Aceh dan Duta Wisata Aceh.[]

Source: Habadaily

Bersama BEM Unsyiah Bersihkan Taman Sari

BFLF Taman Sari

BFLF, Banda Aceh – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Minggu (5/4), dengan melibatkan anak-anak, remaja, dan orang tua, mengumpulkan botol-botol minuman bekas di sekitar Taman Sari, Banda Aceh. Sampah yang terkumpul diserahkan ke komunitas yang bergerak di bidang daur ulang sampah.

Menteri Sosial Masyarakat BEM Unsyiah, Teuku Ramadhan mengatakan, kegiatan itu merupakan bagian dari kampanye lingkungan. Selain itu, pihaknya bekerjasama dengan PKPU Aceh, juga mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis di tempat yang sama. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan meliputi pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat.

Selain itu, juga ada donor darah yang dilakukan Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh bersama Intalasi Transfusi Darah (ITD) RSUZA Banda Aceh. Darah yang terkumpul akan diutamakan kepada pasien thallasemia. Sampai akhir kegiatan, darah terkumpul sebanyak 31 kantong.

Dalam kegiatan yang bertemakan Social Collaborate Goes to Banda Aceh itu, kata Ramadhan, pihaknya juga mengadakan lomba mewarnai untuk murid TK hingga kelas II SD, serta lomba rangking I untuk murid SD dan umum.[]

Source: Serambi

Rifda, Penderita Gizi Buruk di Lamreh Dapat Perawatan di RSUZA

Gizi buruk di Aceh

BFLF, Banda Aceh – Rifda Ufaira (2,5) anak ketiga pasangan Nurdin Ibrahim (50) dan Bismi Faridah (33), penderita gizi buruk dan penyakit paru asal di Gampong Lamreh Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar, akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum daerah Zainol Abidin (RSUDZA), karena kondisinya yang terus memburuk.

Setelah mendapatkan perawatan secara intensif di IGD, pada Minggu (4/10/2015), hari ini Rifda sudah berada dalam perawatan di Kamar Seurunee 2 Kamar Nomor 5.

Hasil informasi yang dikumpulkan oleh The Globe Journal, Facebooker yang menyediakan biaya konsumsi serta rumah singgah sementara untuk keluarga ini selama Rifda dalam pengobatan, agar Nurdin dan Istrinya tidak lagi terkendala dengan biaya konsumsi dan transportasi ke rumahnya di Lamreh, Krueng Raya.

“Rumah singgah disediakan oleh Michael O Alexander Chan dari BFLF,” kata Edi fadhil, pegiat sosial yang selama ini aktif membantu fakir miskin dan anak yatim di Aceh.

Rifda meski sudah berumur 2,5 tahun namun sama sekali belum bisa bergerak bahkan hanya untuk sekedar merangkak. Gizi buruk dan penyakit paru yang belakangan dideritanya membuat anak kecil itu tidak bisa berbuat apa-apa.

Terlahir dalam keluarga fakir, dan tinggal di sebuah gubuk reyot serta sudah miring 20 derajat, membuat kondisi Rifda semakin tidak menentu.  Ayahnya yang bekerja serabutan dan juga menggalas ikan, hampir mati akal. Namun, tanggung jawab sebagai seorang ayah, membuat dirinya terus punya semangat.

Kondisi gisi buruk dan penyakit paru yang diderita oleh Rifda, pertama sekali diketahui oleh Edi Fadil melalui berita yang dimuat oleh The Globe Journal. Awalnya niat pemuda pendiri Perkumpulan Sepakat tersebut, adalah membantu mencari solusi terhadap rumah layak huni untuk Nurdin.

Namun, ketika sampai di sana, Edi tidak hanya menemukan persoalan tempat tinggal. Seorang gadis kecil pemalu, terpuruk dalam kondisi mengenaskan. []

Source: The Globe Journal