Donor Darah

now browsing by tag

 
 

NASRUDDIN OOS: PAHLAWAN TAK BERTOPENG DARI ACEH BARAT DAYA

@Nasruddin Oos

OOS demikian namanya dipanggil. Sekilas pandang, tak ada sesuatu yang berbeda jika tidak dikatakan bisa diharapkan dari pria ini. Kulitnya yang hitam makin mempertegas eksotisme garis DNAnya. Prestasi akademikpun nampaknya tidak terlalu menonjol, jarang terdengar Oos memberikan khutbah tentang topik yang berhubungan dengan studinya. Ketika kuliah, dia pernah memanjangkan rambut gondrong yang ikal keriting tak jadi. Ini dapat ditelusuri dari foto yang dia unggah di Facebook pribadinya. Suka mendesain, namun tidak punya toko grafika sampai tulisan ini diturunkan. Hal ini juga dapat dibuktikan dari banyaknya baju kaos yang bertulisan suka-suka dia. Banyak status yang dia unggah, terkadang butuh interpretasi ulang. Dan selalu diakhiri dengan tulisan *Nyan Mantoeng. Dari segi seni jika diklasifikasikan, Oos mirip-mirip dengan Sujiwo Tejo.

Kegilaannya pada kegiatan sosial memang telah tampak semenjak masa mahasiswa. Celakanya sepulang kekampung halaman, kegilaannya semakin bertambah. Bahkan Oos mampu membuat kegilaannya tertular pada orang-orang baru. Perselingkuhannya dengan dunia fotografi telah membidani lahirnya KomfOOs serta memberi energi lahirnya beberapa komunitas foto lain di Abdya. Menjadi wartawan, yang telah berpindah beberapa media membuatnya tetap diperhitungkan didunia jurnalistik. Mengenai asmara, tak banyak yang dapat diketahui dari seorang Oos yang sampai hari belum beristri. Oos juga aktif pada Blood For Life Foundation yang merupakan lembaga sosial yang berurusan dengan donor darah.

Oos memang belum punya anak, tapi dia telah membantu banyak anak tak kehilangan Ibunya. Oos memang belum punya anak, tapi melalui acaranya dia bisa mengajak orang mendonorkan darah sehingga seorang anak masih bisa memanggil seseorang dengan panggilan Ayah. Banyak saudara yang telah tertolong dengan adanya lembaga ini. Banyak orang yang bisa tetap sehat meski telah berbagi darah dengan sesama. Acaranya yang terbaru mengangkat judul “silaturahmi empat golongan”, kembali menyajikan fakta bahwa Oos dan komunitasnya terus beraksi. Oos tak memerlukan topeng, dan dia juga tak memerlukan panggung untuk aksinya. Tak perlu ajak wartawan, karena relawannya sendiri termasuk ada wartawan. Karena selalu ada cinta untuk cinta meskipun belum ada cinta dan belum beristri. Semoga cepat beristri.*Nyan Mantoeng.

**Tulisan ini ditulis sebelum Oos mengakhiri masa lajangnya, kini dia sudah menikah dengan meminang seorang gadis dari Bireuen pada tanggal 23 September 2016.

Penulis; Ikhwanul Abu Asyrafi·1 Juni 2016

Seorang Guru FISIKA di Salah Satu SMK di Aceh Barat Daya

Setetes Darah dan Cinta Dahlia (Episod. 6)

9700-052GELAP dan warna itam telah menjadi hal biasa di malam hari, semilir mulai nakal memainkan rambut ikal, padahal pakek topi. Beberapa kampung hanya terlihat cahya senter dan api hiasan lilin, ah cahya semu. Handphone kembali berdering, menyeret dari saku celana lalu melihat, oh rupanya Dahlia yang call me.

DAHLIA : “Assalamualaikum bang Oos, sombong banget, kok nggak pernah sich kirim pesan pendek.” Ujarnya diseberang sana

OOS : Bang Oos kan nggak pesan apa apa, kenapa harus pendek dik.

DAHLIA : “Selalu kek gitu dia e. Bang, ni Dahlia mau minta tolong, ada keluarga kawan lagi sakit dan membutuhkan darah. Pa bisa bang.”

OOS : ya bisalah dek, siapapun memerlukan dan sesiapapun boleh donor darah jika memenuhi syarat yang ditentukan. Nah adek kan masih ingatkan syaratnya. Emang siapa kawan adek itu.

DAHLIA : “Insya Allah masih ingat bang, salah satunya nggak minum obatkan selama satu minggu, cukup HB dan tensi serta BB 50 kg kan kalau didaerah kita ini. Itu bang, keluarganya si Mel, perlu darah golongan B, 3 kantong.”

OOS : Si Mel yang mana tu dek, ni ya adek isi data pasien dulu. Nama, umur,jenis kelamin, alamat, sakit apa, Goldar dan berapa kantong, no HP pihak keluarga yang bisa dihubungi jika nanti ada pendonor.

DAHLIA : “Iya bang, data pasien masih ada ni Dahlia simpan. Itu bang si Mel, nama lengkapnya Melati. Sebentar bang ya, Dahlia kasih data ini dulu sama si Mel.”

OOS : Dek, si Mel itu apa udah punya cowok dia.

DAHLIA : “kenapa sich bang, tanya tanya itu, abang naksir ya. Dia udah punya pacar bang, baru saja pacarnya pulang.”

OOS : Abang tanya bukan karena naksir kok, cuma mau tanya lagi. Cowok si Mel itu golongan darahnya apa. Kalau dia belum tahu goldarnya biar kita cek dulu, yang penting dia mau donor darah. Apalagi itu untuk keluarga pacarnya, kan senang keluarga si Mel nanti jika cowoknya donor darah. Apalagi saat dibutuhkan.

DAHLIA : “Cowok si Mel itu Goldarnya B, tapi dia nggak berani donor darah, katanya dia pingin banget mendonor darah untuk keluarga si Mel namun dia takut jarum suntik. Begitu dibilang perlu goldar B tadi, dia langsung pamit pulang.”

OOS : hehehehe, emang hubungan mereka serius ya dek.

DAHLIA : “Bang Oos kok ketawa sich, ngejek kali dia ni. Hubungan si Mel dengan cowok dia serius bang, mereka kan sudah berjanji cinta sampai mati.”

OOS : Hahahaha, bilang cinta sampai mati, kok donor darah kagak berani dek. Cinta bukan sekedar kata kata, tapi perlu pembuktian. Cinta bukan hanya dipamerin tapi perlu keseriusan, cinta bukan sekedar jalan jalan tapi perlu pengorbanan.

DAHLIA : “Bang Oos kok udah ngomongin cinta cintaan sich. Intinya bang bahwa cowok dia nggak berani donor darah dan dia udah pulang serta nomor handphonenya tak bisa dihubungi, padahal si Mel mau pesan nasi goreng. Ini datanya udah siap bang, dikirim lewat sms saja ya. Makasih banyak bang Oos ya.”

OOS : jadi perlu cowok cuma untuk beli nasi goreng ya dek, hehehe wah lain kalilah kaum kami ya. Oke dek, thanks ya atas informasi keperluan darah, abang buat bahan untuk BC dulu ya, semoga nanti ada pendonor yang datang dengan suka rela. Insya Allah, semoga Allah mempermudahkannya. Selamat malam, selamat istirahat.

Thanks dan Salam sayang penuh cinta selalu
Nasruddin OOS
Padang Sikabu, 22 Oktober 2014

Sumber :

https://inasoos.wordpress.com/2014/10/23/setetes-darah-dan-cinta-dahlia-ep-6/

Setetes Darah dan Cinta Dahlia (Episod. 5)

9700-074BILANGAN genap dalam rumusan matematika terlihat masih berjejeran. Seperti membentuk kubus lalu hadirnya sisi sama panjang. Mungkinkah itu terkadang alasan membutuhkan kuadrat.

“Pun kesedihan tidaklah rasional. Suatu akar 3 yang lain telah diam diam mendatangiku, bersama kami berkali membentuk satu angka yang kita pilih.”
Dan pun cinta adalah jawaban nyata tentang makna hidup yang terkadang sulit dimengerti.

Seperti sore itu, kami kembali bertemu Dahlia, namun kali ini dia membawa temannya. Katanya kawan sekamar, saat ada pernyataan demikian aku tak membentuk rumus2 baru untuk sekedar tanya dan mengembangkannya.

Cerita cinta tak akan ada habisnya sepanjang peradaban pun terus dibicarakan walau terkadang hidup lurus itu bukanlah sebuah dosa tetapi sangat baik apalagi beribadah berjamaah.

Pendek dan panjang bincang2 kami disekitar bibir pantai yang hanya berjauhan 2 km. Intinya tak terdengar deburan ombak, hanya sekali2 melirik senyum gemetarnya serta penuh kekakuan si kawannya Dahlia ini kita sebut saja namanya Anggrek.
OOS ; dah lama ya temanan kalian.

ANGGREK ; “udah bang, tapi kalau dg abg baru sekali ini jumpa.”
(Ujarnya sambil menghela nafas, seakan2 dia mau berenang)

OOS ; dek, pa udah pernah donor darah?

ANGGREK ; “Belum bang”

OOS; kenapa?

ANGGREK ; “ya karna belum penting aja bang, kan selama ini nggak merasa penting donor darah itu. Apalagi kalau donor darah itu sakit”

OOS ; enggak merasa pentingnya, apa nggak mau membantu orang lain. Kata siapa donor darah itu sakit dek, kan kamu belum pernah donor darah?

ANGGREK ; “Iya bg, kalau nanti ntah nggak tahu. Dengar2 sich sakit waktu ditusuk dengan jarum itu, kan jarumnya gedek bang.”

OOS; dek, kek mana bisa kamu katakan sakit tentang yg belum pernah kamu alami, itu hanya rasa takut, ketakutan hanya ada diperasaan mu dan itu sebuah ilusi.

ANGGREK ; “iya hai bang sakit tu. Ah nggak mau bg”

OOS ; Dek, kalau begitu. Izinkanlah aku untuk menyakiti mu agar kau cepat bahagia.

ANGGREK ; “kek mana bahagia jika disakiti bang”.

OOS ; kata mu tadi, bahwa donor darah itu sakit padahal tidak sakit malahan membuat sehat secara kesehatan. Maksudnya, jika itu memang sakit maka kita buktikan kesakitan itu, biarkan aku menyakitinya dengan mengajak mu ke Unit Transfusi Darah. Sehingga kau cepat bahagia, maksudnya, setelah donor darah nanti kamu mengetahui betapa berarti dan bergunanya dirimu untuk orang lain sungguh hal tersebut adalah sebuah kebahagiaan. Ya itu jika darah mu nggak terkenak virus.

ANGGREK ; “emangnya flasdisc bang bisa kenak virus.”

OOS ; hehehehe, ya itu semua melalu proses pemeriksaan oleh tenaga medis dek. Jiwa yang sehat, darah yang sehat, akan menghasilkan tindakan tindakan yang sehat.

ANGGREK ; “Adek pikir2 dulu ya bang, kalau ntar udah merasa siap untuk donor darah akan Anggrek hubungi abg, ya. Minta lu pin bg OOS”

OOS ; Semoga dek, rasanya tak adil saja jika naluri ingin membantu dapat dikalahkan oleh rasa takut yang menghantui. Ini pin OOS ya 229887E9.

Begitulah kiranya bincang2 kami sebelum benar2 waktu magrib. Anggrek menunggu waktu yang tepat untuk mendonor darah sedangkan pendonor lainnya banyak yang tepat waktu donorkan darahnya. Sampai jumpai di episod selanjutnya.

BFLF Aceh Barat Daya.
Salam Sayang Penuh Cinta Selalu

Nasruddin Oos

Blangpidie, 23 September 2014.

Sumber :

https://inasoos.wordpress.com/2014/11/02/setetes-darah-dan-cinta-dahlia-episod-5/

Setetes Darah dan Cinta Dahlia (Episod. 4)

9700-045SUARA jangkrik terdengar dendangnya dibelakang rumah. Memang sudah lama tak berkomunikasi dengan Dahlia. Cinta diantara dua pilihan memang terkadang sukar ditebak, namun seindah apapun rencananya maka akan lebih indah rencana Allah.

DAHLIA; “Bg Oos, yg kita pikir itu baik ternyata belum tentu baik, padahal kami sudah mengenal sekitar lima tahun. Ya akhirnya saya memilih mantan pacar yang sudah melamar, kamipun sudah bertunangan.”

OOS; Oh ya, selamat ya, trus gimana dengan pacar mu dek.

DAHLIA; “kami sudah putus bg, dia pun semakin gencar mnjelekn saja pd orang lain, seakan kebenaran dia miliki. Bahkan dia katakan pd orang kampunhnya bahwa dia mampu melamar Dahlia walau hanya dengan lesing BPKB sepeda motor.”

OOS; wah gencarnya promos lesingnya. Kalau emang ada tekad menghalalkan, tak usah mengumbar gitu donk. Terlihat banget pecundangnya ya. Hehehe

DAHLIA; “kenapa ya dia masih sering lewat depan rumah bang”

OOS; ya mungkin saja masih gaya jaman dek, hana leumah ureng asai ka leumah seulhop nyan kajet (Nggak nampak orang asal udah terlihat sandalnya saja itu lebih dari cukup).

DAHLIA; “hehehe, lucu banget tu gayanya kek gitu, trus apa maksudnya sering jelek2in Dahlia pada sahabat Dahlia gitu.”

OOS; Karena tak ingin orang lain menghalalkan mu makanya menjelekjelekin pada yg lain. Tapi apapun itu jangan lupa ajak tunangan mu nanti donor darah ya.

DAHLIA; “Untuk apa bg Oos, dulu dia itukan emang sering mabuk2. Dia juga kurus bang OOS.”

OOS; justru itu dek, kan nggak ada salahnya kita buktikn secara medis. Ktimbang nanti “terlanjur basah” ayooo, kan repot nanti.

DAHLIA; “Iya Bg Oos, nanti Dahlia ajak untuk Donor darah, Dahlia ntah sudah cukup ni berat badan sesuai syaratnya bg, sekarang ini BB 48 Kg”

OOS; kalau BB 48 itu nggak usah galau lagi ya naikan saja BB 2 kilo lagi dek. Kan bagus itu dek.

DAHLIA; “Insya Allah bg Oos, saya memang ingin sekali donor darah. Senang & sangat bahagia rasanya dpt bantu orang lain”.

Setetes darah anda nyawa bagi mereka.

Thanks, Salam sayang penuh cinta selalu.

Tunggu lagi episod selanjutnya…

NASRUDDIN OOS | BFLF Aceh Barat Daya

BFLF dan ITD RSUZA Laksanakan Kegiatan Donor Darah

Donor darah BFLF

BFLF –  Meningkatnya kebutuhan darah di Rumah Sakit kian bertambah setiap harinya. Dalam satu hari saja pihak RSUZA Banda Aceh harus mengeluarkan puluhan kantong darah untuk pasiennya. Dalam upaya pemenuhan kebutuhan tersebut, maka pihak Rumah Sakit intens melakukan kegiatan donor darah yang bekerja sama dengan Blood For life Foundation (BFLF).

BFLF adalah organisasi yang yang fokus terhadap pendampingan darah untuk pasien. Disamping itu BFLF juga berperan aktif untuk mencari pendonor yang bersedia mendonorkan darahnya. Namun, untuk mencari orang tersebut tidaklah mudah. Maka dari itu, BFLF dan Intsalasi Transfusi Darah (ITD) RSUZA terus melakukan kegiatan donor darah dalam upaya pemenuhan kebutuhan darah.

BFLF Donor darah di SMA 5 DKI JakartaBekerjasama dengan ITD RSUZA, BFLF melaksanakan kegiatan donor darah di SMAN 4 DKI Banda Aceh di Lampineung, Banda Aceh Minggu (24/1/2016). Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka reunian alumni SMAN 5 Banda Aceh juga bekerjasama dengan pihak sekolah tersebut. Kegiatan ini berlangsung di halaman depan sekolah dari pukul 08.30 – 14.00 WIB. Dengan  rangkaian acara yaitu donor darah, pameran dan posko penerimaan bantuan untuk Rumah Singgah BFLF yang berlokasi di Lampineung Banda Aceh.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat terutama untuk menjawab kebutuhan darah bagi pasien dan anak anak Thalassemia di RSUZA Banda Aceh,” kata Pimpinan BFLF, Michael Octaviano.

“Kami berharap tidak hanya SMA ini saja yang melaksanakan kegiatan donor darah, namun dapat di ikuti oleh SMA seluruh Kota Banda Aceh,” lanjutnya.

Dalam kegiatan ini pihak ITD telah berhasil mengumpulkan 30 kantong darah. Kegiatan ini berlangsung sangat meriah yang di ikuti oleh alumni SMAN 5 Banda Aceh serta siswa SMAN 4 DKI Banda Aceh.[]

Bersama ERCI, BFLF Adakan Donor Darah Peduli Thalassemia

peduli thalassemia

BFLF – Berbagai kegiatan positif digelar komunitas Suzuki Ertiga. Kali ini, datang dari keluarga Ertiga Banda Aceh, yang tergabung dalam Ertiga Club Indonesia (ERCI) Chapter Aceh. Acara ini di  showroom PT Armada Banda Jaya dengan tema ‘Setetes darah Anda, kehidupan bagi mereka’.

Acara ini digelar sebagai bentuk kepedulian sekaligus ajang silaturahmi keluarga Ertiga dengan pederita Thalassemia. Sebagai catatan, Thalassemia merupakan kelainan darah yang sifatnya menurun (genetik), di mana penderitanya mengalami ketidakseimbangan dalam produksi hemoglobin (Hb).

Selain diikuti komunitas Ertiga dan anak-anak penderita Thalassemia, acara ini juga dimeriahkan dengan bergabungnya Blood For Life Foundation (BFLF) dan beberapa customer Suzuki yang ada di Banda Aceh dan daerah sekitarnya.

Dalam kesempatan itu, Branch Manager Suzuki Armada Banda Jaya, Khairul Misbah menegaskan bahwa kegiatan sosial ini diadakan sebagai bentuk kepedulian Suzuki terhadap penderita Thalassemia khususnya di Aceh.

Diharapkan, dengan terselenggaranya acara ini, beban anak-anak penderita Thalassemia akan berkurang, sekaligus dapat mengetuk pintu hati masyarakat Aceh untuk lebih peduli kepada anak-anak penderita Thalassemia.

Menurut Michael Octaviano selaku Ketua BFLF, di Aceh saat ini terdapat lebih dari 250 anak yang menderita Thalassemia. Dan untuk setiap anak penderita Thalassemia paling tidak membutuhkan 2 kantung darah setiap bulannya.

“Salah satu orangtua penderita Thalassemia bernama Pak Ilyas dari Aceh Selatan, selama tiga tahun harus ke rumah sakit setiap bulannya, dengan mengendarai sepeda motor bersama istrinya,” kata Octaviano.

“Mereka harus menempuh perjalanan selama 24 jam menuju Banda Aceh bersama anaknya yang menderita Thalassemia sejak usia dua tahun,” lanjut Octaviano.

Dalam kegiatan donor darah ini, ERCI berhasil mengumpulkan sebanyak 33 kantong darah. Selain kegiatan donor darah, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan berbagai acara hiburan untuk menghadirkan senyuman bagi anak-anak penderita Thalassemia yang selama ini harus menderita.

Source: Viva

Bagi Pendonor, BFLF Sediakan ID Card

ID Card BFLF

BFLF – Dalam upaya membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan darah, Yayasan Blood for Life Foundation (BFLF) Aceh baru-baru ini membuat ID card BFLF untuk dibagikan kepada masyarakat. Selain sebagai kartu pengenal dan data base pendonor darah, kartu BFLF juga dapat digunakan sebagai alat adminstrasi Anjungan Tunai Mandiri (ATM) bersama.

Direktur BFLF, Michael Octaviano, S.STP kepada LintasGayo.co, Sabtu (07/6/2014) siang menjelaskan, program BFLF membuat kartu tersebut adalah sebagai upaya mempermudah mengumpulkan data base pendonor darah di Aceh,”Dengan adanya kartu tersebut, kita akan lebih mudah mengumpulkan data sahabat-sahabat kita yang ingin mendonorkan darahnya. Dengan begitu, jika ada masyarakat yang mendadak membutuhkan darah langsung bisa kita hubungi pemilik kartu BFLF untuk membantu mereka,” terang Michael.

Selama ini di Aceh sulit untuk mendapatkan data base pendonor, sehingga ketika masyarakat tiba-tiba membutuhkan darah, mereka bahkan pihak terkait juga sulit untuk membantu. Karena itu kita ingin memperbaiki kekurangan itu, tambah Michael lagi.

Selain itu, kartu tersebut juga dapat digunakan sebagai alat transfer dana di ATM bersama. Ini difungsikan untuk masyarakat yang ingin ikut membantu menyumbangkan dana untuk disumbangkan kepada masyarakat miskin yang menderita berbagai macam penyakit serius,”Kita akan menjadi wadah pengumpulan bantuan dana sumbangan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kita akan kelola dengan baik tanpa memotong sepeserpun,” tegas Michael.

Michael menambahkan, dalam pembuatan kartu BFLF, pihaknya bekerjasama dengan Bank Bukopin tapi kartu tersebut berlaku untuk ATM bersama dan bisa digunakan walaupun berada diluar Indonesia.

Untuk pembuatan kartu itu sendiri cukup mudah dan gratis, cukup mendaftarkan langsung ke pihak BFLF. Namun seperti halnya kartu ATM yang lain, dalam pembuatan kartu BFLF juga harus diisi saldo sebesar Rp.100.000 dan dana tersebut sebagai syarat saldo kartu dan bersifat milik pribadi. Untuk lebih jelasnya, Anda dapat menghubungi pihak BFLF di nomor 0852 6047 4733 (Popy) atau 0812 6085 2973 (Michael) juga bisa langsung mendatangi sekretariat BFLF di di Jalan Tgk.H,M.Daud Bereueh, Lorong Jeumpa No.1, Berawe (Samping Zakir Kupi) Lampriet, Banda Aceh. demikian Michael.[]

Source: Lintasgayo

‘Ramadhan, Darah dan Cinta’ Dari BFLF Abdya

Ramadan, Darah dan Cinta

BFLF – Blood for Life Foundation (BFLF) Aceh Barat Daya (Abdya), Sabtu (21/6) menyelenggarakan donor darah bertajuk “Ramadan, Darah dan Cinta”. Kegiatan peduli kemanusiaan tersebut berlangsung di Aula Dinas Kesehatan yang diikuti sejumlah warga dari berbagai kecamatan dalam kabupaten itu.

Aksi peduli masyarakat tersebut dikemas dalam berbagai bentuk, seperti seminar tentang pemahaman visi dan misi BFLF, konsultasi kandungan dan anak, konsultasi kulit dan kosmetika, ulasan beragam masalah kehidupan, bimbingan religi, dan ditutup dengan donor darah.

Koordinator BFLF Abdya, Nasruddin OOS, dalam kesempatan itu kepada Ana­lisa mengatakan, kegiatan ini dilakukan bertujuan membantu kebutu­han darah terutama pada saat bulan Ramadan 1435 H.

Selain itu, aksi sosial ini juga untuk meringankan beban masyarakat yang sedang membutuhkan darah yang akhir-akhir ini sangat sulit diperoleh, bahkan dari pendonor.

Sebelumnya, BFLF Abdya merenca­nakan melaksanakan donor darah massal, namun langkah itu terkendala karena bank darah tidak mampu menyimpan dalam kapasitas banyak.

“Awalnya kita berencana seperti itu. Tetapi karena saat ini bank darah sedang tidak mampu menyimpan dalam kapasi­tas besar kita tidak bisa melakukan donor darah secara massal. Hanya untuk pasien yang membutuhkan hari ini yang sesuai golongan darahnya itu langsung kita arahkan ke Unit Transfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Umum Teungku Peukan (RSUTP) Abdya,” katanya.

Menurut Nasruddin, seharusnya, untuk menyambut Ramadan ini banyak memiliki stok darah, karena, pada bulan puasa pendonor tidak mungkin memba­talkan ibadah puasanya untuk mendonor darah, dan dikhawatirkan stok darah di RSUTP Abdya tidak mencukupi selama bulan puasa.

Disebutkan, seminar tentang manfaat donor darah disampaikan oleh dr Adi Arulan Munda, ulasan bimbingan religi disampaikan Dra Hj Rabiatul Adawiyah Apt MKes, kesehatan kulit disampaikan dr Wahyu Lestari SpKK dan materi tentang beragam persoalan masyarakat disampaikan Sri Handayani, SPsi CH.

“Acara yang kita gelar ini juga tidak akan berakhir di sini. Kita akan me­manfaatkan perkembangan teknologi informasi untuk mencari pendonor darah. In­sya Allah acara selanjutnya akan kita la­kukan juga konseling berjalan, dan kita akan fokuskan pada remaja, seperti pembahasan kebiasaan pacaran,” tutur­nya.

Lebih lanjut dia mengharapkan seluruh masyarakat Abdya terus meningkatkan solidaritasnya dalam membantu ma­syarakat yang sedang sakit dan sangat membutuhkan bantuan darah.[]

Source: Analisadaily

Pomdam IM Kumpulkan 69 Kantong Darah

Donor-darah

BLFL Aceh – Polisi Militer Kodam Iskandar Muda (Pomdam IM), melaksanakan donor darah di aula S Parman, Mapomdam IM, Selasa (16/6/2015) pagi. Darah 69 kantong terkumpul dalam rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-69 Polisi Militer Angkatan Darat (Pomad) yang puncaknya 22 Juni 2015.

Danpomdam IM, Kolonel Cpm Yusri Nuryanto SIP mengatakan selain perwira dan personel Pomdam IM, donor darah itu juga ikut melibatkan warga binaan Peuniti, petugas Bea Cukai, mahasiswa, serta ibu Persit Pomdam IM. “Kegiatan sosial ini juga terselenggara atas kerja sama Pomdam IM dengan Blood For Life Foundation atau BFLF dan dari Instalasi Tranfusi Darah RSUZA,” kata Kolonel Cpm Yusri.

Penanggung jawab kegiatan, Mayor Cpm Agustadi SE, menambahkan kegiatan bertema ‘Donor Darah, Sehat Menyongsong Ramadhan’ itu bagian dari rangkaian HUT Polisi Militer Angkatan Darat (Pomad) Ke-69. “Harapannya dari setiap tetes darah yang disumbangkan dapat membantu saudara-saudara kita yang membutuhkannya,” kata Agus.

Sebelumnya Danpomdam IM bersama para perwira dan personel Pomdam IM juga melaksanakan angsana ke rumah-rumah para Purnawirawan dan warakauri Pomdam IM yang tersebar di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Selain memperkuat ukhuwah islamiah, di akhir kunjungan juga disalurkan bingkisan.

“Agenda 20 Juni 2015 mendatang, dua hari sebelum puncak peringatan HUT Pomad, Danpomdam IM juga akan menziaran Taman Makam Pahlawan (TMP) Peuniti, Banda Aceh,” tambah Kasi Hartib, Mayor Cpm Hasanuddin Siagian.

Source: Serambinews

BFLF Aceh Ajak Masyarakat Donar Darah

donor-darah-yuuk

BFLF Aceh – Untuk memenuhi kebutuhan darah di Kota Banda Aceh, sejumlah relawan Yayasan Blood for Life Fundation (BFLF) turun ke jalan mengajak masyarakat Banda Aceh mendonorkan darah, Jumat (14/02/2014).

Kemarin, juga digelar kegiatan donor darah yang dilaksanakan BRI Syariah cabang Banda Aceh bekerjasama dengan Yayasan BFLF di depan kantor BRI Syariah setempat. Selain pegawai BRI Syariah yang melakukan donor darah, mereka juga mengajak masyarakat Banda Aceh.

Cara mereka mengajak masyarakat, beberapa relawan BFLF turun ke Jalan Sultan Alaidin Mahmudsyah memegang poster bertuliskan “Yuk mari donor darah”, sehingga menjadi pusat perhatian masyarkat yang melintasi.

“Ini merupakan agenda sosial yang kami lakukan. Agenda ini kami harapkan bisa mendukung kebutuhan darah di Kota Banda Aceh,” kata Menejer Marketing BRI Syariah cabang Banda Aceh Hafit Zulkarnen kepada wartawan.

Apalagi, katanya, saat ini Palang Merah Indonesia (PMI) Banda Aceh masih membutuhkan darah. Karena hampir setiap saat kekurangan darah atau tidak ada darah di PMI.

Donor darah yang kelima kalinya dilakukan BRI Syariah merupakan bentuk partisipasi dalam mengampanyekan donor darah untuk membantu masyarakat. “Kebutuhan bukan hanya dari masyarakat Banda Aceh. Karena selama ini yang datang ke Banda Aceh dan membutuhkan darah juga dari luar Banda Aceh,” jelasnya.

Untuk itu, mereka lakukan kerja sama dengan BFLF yang mempunyai banyak komunitas serta relawan. “Saat mereka membutuhkan darah, mereka bisa mengapanyekan ke komunitasnya,” tambah Hafit.

Sementara Sekretaris BFLF Popy Tira Sari Marian mengatakan, mereka selalu siap jika ada yang mengajak kerja sama untuk aksi donor darah. “Ketika PMI kekosongan darah, kami bersedia melakukan donor dengan meminta sejumlah relawan,” kata Popy seraya mengatakan hingga kini BFLF sudah memiliki 3.000 relawan.[]

Source: Medanbisnisdaily