Setetes Darah dan Cinta Dahlia (Episod. 5)

9700-074BILANGAN genap dalam rumusan matematika terlihat masih berjejeran. Seperti membentuk kubus lalu hadirnya sisi sama panjang. Mungkinkah itu terkadang alasan membutuhkan kuadrat.

“Pun kesedihan tidaklah rasional. Suatu akar 3 yang lain telah diam diam mendatangiku, bersama kami berkali membentuk satu angka yang kita pilih.”
Dan pun cinta adalah jawaban nyata tentang makna hidup yang terkadang sulit dimengerti.

Seperti sore itu, kami kembali bertemu Dahlia, namun kali ini dia membawa temannya. Katanya kawan sekamar, saat ada pernyataan demikian aku tak membentuk rumus2 baru untuk sekedar tanya dan mengembangkannya.

Cerita cinta tak akan ada habisnya sepanjang peradaban pun terus dibicarakan walau terkadang hidup lurus itu bukanlah sebuah dosa tetapi sangat baik apalagi beribadah berjamaah.

Pendek dan panjang bincang2 kami disekitar bibir pantai yang hanya berjauhan 2 km. Intinya tak terdengar deburan ombak, hanya sekali2 melirik senyum gemetarnya serta penuh kekakuan si kawannya Dahlia ini kita sebut saja namanya Anggrek.
OOS ; dah lama ya temanan kalian.

ANGGREK ; “udah bang, tapi kalau dg abg baru sekali ini jumpa.”
(Ujarnya sambil menghela nafas, seakan2 dia mau berenang)

OOS ; dek, pa udah pernah donor darah?

ANGGREK ; “Belum bang”

OOS; kenapa?

ANGGREK ; “ya karna belum penting aja bang, kan selama ini nggak merasa penting donor darah itu. Apalagi kalau donor darah itu sakit”

OOS ; enggak merasa pentingnya, apa nggak mau membantu orang lain. Kata siapa donor darah itu sakit dek, kan kamu belum pernah donor darah?

ANGGREK ; “Iya bg, kalau nanti ntah nggak tahu. Dengar2 sich sakit waktu ditusuk dengan jarum itu, kan jarumnya gedek bang.”

OOS; dek, kek mana bisa kamu katakan sakit tentang yg belum pernah kamu alami, itu hanya rasa takut, ketakutan hanya ada diperasaan mu dan itu sebuah ilusi.

ANGGREK ; “iya hai bang sakit tu. Ah nggak mau bg”

OOS ; Dek, kalau begitu. Izinkanlah aku untuk menyakiti mu agar kau cepat bahagia.

ANGGREK ; “kek mana bahagia jika disakiti bang”.

OOS ; kata mu tadi, bahwa donor darah itu sakit padahal tidak sakit malahan membuat sehat secara kesehatan. Maksudnya, jika itu memang sakit maka kita buktikan kesakitan itu, biarkan aku menyakitinya dengan mengajak mu ke Unit Transfusi Darah. Sehingga kau cepat bahagia, maksudnya, setelah donor darah nanti kamu mengetahui betapa berarti dan bergunanya dirimu untuk orang lain sungguh hal tersebut adalah sebuah kebahagiaan. Ya itu jika darah mu nggak terkenak virus.

ANGGREK ; “emangnya flasdisc bang bisa kenak virus.”

OOS ; hehehehe, ya itu semua melalu proses pemeriksaan oleh tenaga medis dek. Jiwa yang sehat, darah yang sehat, akan menghasilkan tindakan tindakan yang sehat.

ANGGREK ; “Adek pikir2 dulu ya bang, kalau ntar udah merasa siap untuk donor darah akan Anggrek hubungi abg, ya. Minta lu pin bg OOS”

OOS ; Semoga dek, rasanya tak adil saja jika naluri ingin membantu dapat dikalahkan oleh rasa takut yang menghantui. Ini pin OOS ya 229887E9.

Begitulah kiranya bincang2 kami sebelum benar2 waktu magrib. Anggrek menunggu waktu yang tepat untuk mendonor darah sedangkan pendonor lainnya banyak yang tepat waktu donorkan darahnya. Sampai jumpai di episod selanjutnya.

BFLF Aceh Barat Daya.
Salam Sayang Penuh Cinta Selalu

Nasruddin Oos

Blangpidie, 23 September 2014.

Sumber :

https://inasoos.wordpress.com/2014/11/02/setetes-darah-dan-cinta-dahlia-episod-5/

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *