Setetes Darah dan Cinta Dahlia (Episod. 2)

9700-032-33

SETELAH hari kemarin, Dahlia kembali menghubungi OOS. Rupanya kemaren itu Dahlia tidak jadi ke Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD Teungku Peukan, begini cuplikan dialognya ;

DAHLIA ; “Bang OOS, Mentari pagi terlihat cerah, tidak seperti kemarin mendung tapi hati Dahlia tetap galau”

OOS ; Cahya mentari memang tak mampu menembus cahyanya kerelung hati mu dek, bukankah cahya keimanan itu akan selalu mampu menembus pori-pori dan kisi-kisi hati mu, apa gerangan lagi.

DAHLIA ; “Dahlia terus didesak untuk menerima lamaran mantan Dahlia bang, orang tua kampung juga sudah bicara. Tapi hati Dahlia masih cinta pada pacar sekarang ini. Memang kami belum lama pacaran tapi kami kan sudah saling mengerti”

OOS ; Hahahahaha, belum lama pacaran tapi sudah saling mengerti, kek mana ceritanya tu dek bisa saling mengerti, orang yang sudah berpacaran dan berumah tangga puluhan tahun saja belum habis saling mengerti. Hubungan singkat kok udah saling ngerti ya. Instan banget sich.

DAHLIA ; “Kok diketawain bang, bang Oos jahat banget. Bukannya kasih solusi malah ketawain”

OOS ; cara mu itu dek membuat abang ketawa. Tapi ketawa inikan belum terbahak bahak. Eh gimana, kemaren jadi nggak pacar dan mantan pacar mu itu diajak donor darah?.

DAHLIA ; “Nggak jadi bang, kata mereka berdua bahwa mereka sering bergadang, tensinya pasti nggak cukup.”

OOS ; tahu dari mana tensinya nggak cukup dek.

DAHLIA ; “kata mereka berdua bang”

OOS ; Kompak banget ya mereka. Emang udah periksa secara medis.

DAHLIA ; “Periksa belum sich, kan masih kata mereka bang”

OOS ; terus adek percaya, biarkan saja medis yang mengatakan bisa atau tidak donor darahnya. Bukan kita yang bilang nggak bisa.

DAHLIA ; “Emang syarat donor darah apa saja sich bg,”

OOS ; Syarat donor darah ;

– Berbadan sehat

– Usia 17-65 Thn

– Berat Badan 50 Kg (kantong 350 cc)

– Tidak sedang menderita penyakit atau tidak sedang mengkonsumsi obat (pil)

– Jarak waktu Donor 3 bulan

DAHLIA ; “Thanks atas infonya”

::

Penulis : Nasruddin Oos

Sumber :

https://inasoos.wordpress.com/2014/09/17/setetes-darah-dan-cinta-dahlia-ep-2/

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *