‘Ramadhan, Darah dan Cinta’ Dari BFLF Abdya

Ramadan, Darah dan Cinta

BFLF – Blood for Life Foundation (BFLF) Aceh Barat Daya (Abdya), Sabtu (21/6) menyelenggarakan donor darah bertajuk “Ramadan, Darah dan Cinta”. Kegiatan peduli kemanusiaan tersebut berlangsung di Aula Dinas Kesehatan yang diikuti sejumlah warga dari berbagai kecamatan dalam kabupaten itu.

Aksi peduli masyarakat tersebut dikemas dalam berbagai bentuk, seperti seminar tentang pemahaman visi dan misi BFLF, konsultasi kandungan dan anak, konsultasi kulit dan kosmetika, ulasan beragam masalah kehidupan, bimbingan religi, dan ditutup dengan donor darah.

Koordinator BFLF Abdya, Nasruddin OOS, dalam kesempatan itu kepada Ana­lisa mengatakan, kegiatan ini dilakukan bertujuan membantu kebutu­han darah terutama pada saat bulan Ramadan 1435 H.

Selain itu, aksi sosial ini juga untuk meringankan beban masyarakat yang sedang membutuhkan darah yang akhir-akhir ini sangat sulit diperoleh, bahkan dari pendonor.

Sebelumnya, BFLF Abdya merenca­nakan melaksanakan donor darah massal, namun langkah itu terkendala karena bank darah tidak mampu menyimpan dalam kapasitas banyak.

“Awalnya kita berencana seperti itu. Tetapi karena saat ini bank darah sedang tidak mampu menyimpan dalam kapasi­tas besar kita tidak bisa melakukan donor darah secara massal. Hanya untuk pasien yang membutuhkan hari ini yang sesuai golongan darahnya itu langsung kita arahkan ke Unit Transfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Umum Teungku Peukan (RSUTP) Abdya,” katanya.

Menurut Nasruddin, seharusnya, untuk menyambut Ramadan ini banyak memiliki stok darah, karena, pada bulan puasa pendonor tidak mungkin memba­talkan ibadah puasanya untuk mendonor darah, dan dikhawatirkan stok darah di RSUTP Abdya tidak mencukupi selama bulan puasa.

Disebutkan, seminar tentang manfaat donor darah disampaikan oleh dr Adi Arulan Munda, ulasan bimbingan religi disampaikan Dra Hj Rabiatul Adawiyah Apt MKes, kesehatan kulit disampaikan dr Wahyu Lestari SpKK dan materi tentang beragam persoalan masyarakat disampaikan Sri Handayani, SPsi CH.

“Acara yang kita gelar ini juga tidak akan berakhir di sini. Kita akan me­manfaatkan perkembangan teknologi informasi untuk mencari pendonor darah. In­sya Allah acara selanjutnya akan kita la­kukan juga konseling berjalan, dan kita akan fokuskan pada remaja, seperti pembahasan kebiasaan pacaran,” tutur­nya.

Lebih lanjut dia mengharapkan seluruh masyarakat Abdya terus meningkatkan solidaritasnya dalam membantu ma­syarakat yang sedang sakit dan sangat membutuhkan bantuan darah.[]

Source: Analisadaily

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *