Personil Satpol PP Abdya Lumpuh, Butuh Kursi Roda

Syafrizal (39) saat dijemput tim BFLF di Gampong Uteun Gathom Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen. | Foto : Adi Khairi

Syafrizal (39) saat dijemput tim BFLF di Gampong Uteun Gathom Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen. | Foto : Adi Khairi

BFLF.or.id | Banda Aceh – SYAFRIZAL (39) Warga Gampong Kampung Tengah Kecamatan Kuala Batee Kabupaten Aceh Barat Daya, yang sehari-hari berpakaian seragam Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP) dikabupaten setempat.

Kegagahan dalam berseragam tersebut tak lagi dirasakan semenjak empat bulan terakhir, karena dia sudah menderita lumpuh. Sekitar bulan oktober Syafrizal dirujuk dari Badan Layanan Umum Rumah Sakit Umum Daerah Teungku Peukan (BLU RSUDTP) Aceh Barat Daya ke RSUD dr.Zainoel Abidin yang berada dipusat ibu kota Provinsi Aceh yaitu Banda Aceh.

Hal tersebut seperti diceritakan oleh Kasnilawati (39) Istri Syafrizal kepada Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Barat Daya, Nasruddin Oos saat bertemu dijalan Kakap, Jumat pagi 18 November 2016. Pukul 09:00 WIB.

Sehari sebelumnya, Nasruddin Oos dihubungi oleh Istri Syafrizal tersebut melalui saluran handphone dengan maksud meminta bantuan kursi roda untuk Pria tiga anak ini, kini berada di Matang Kabupaten Bireuen, selama satu bulan berada di RSUDZA Banda Aceh yang ditemani istrinya sampai Syafrizal dinyatakan boleh keluar dan selanjutnya berobat jalan. Kasnilawati binggung harus dibawa pulang kemana suaminya karena tanpa ada saudara di Banda Aceh hingga dibawa pulang ke Matang.

Senin 21 November 2016, Syafrizal harus berada di RSUDZA Banda Aceh untuk rawat jalan, kondisi Syafrizal yang kini lumpuh karena tulang belakangnya seperti tidak lagi berfungsi. “Suami saya tidak bisa duduk, dia membutuhkan kursi roda, harus kami cari kemana kursi roda, maka saya hubungi Diah dan Diah memberikan nomor Oos,” Ujar Kasnilawati

Sekitar empat bulan ini Syafrizal mengalami sakit, dia sebagai tenaga kontrak di Satpol PP dan WH Kabupaten Aceh Barat Daya, pada awalnya tidak mau berobat dirumah sakit karena tidak ada biaya, hingga Kasnilawati bersikeras untuk membawa suaminya hingga dari BLU RSUD Teungku Peukan Aceh Barat Daya dirujuk ke RSUDZA.

“Kemaren saya berangkat ke Banda dari Matang karena mau mencari bantuan kursi roda, ini pun uang tidak ada, sementara hari senin nanti suami saya masuk RSUDZA lagi dan hari minggu harus sudah ada di Banda. Alhamdulillah sekali jika saya nanti mendapat bantuan.” Kata Kasnilawati

Kasnilawati menunjukkan berkas yang dia bawa ke BFLF, seperti fotocopy Surat Keterangan Rawatan dari RSUDZA, fotocopy Surat Keterangan Kurang Mampu (Miskin) dan surat keterangan sakit/lumpuh yang ditanda tangan Geuchik Gampong Kampung Tengah dan Camat Kuala Batee, fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP), fotocopy  Kartu Keluarga (KK), fotocopy  kartu BPJS, fotocopy Kartu Tanda Anggota Satpol PP dan WH Aceh Barat Daya.

Kasnilawati sangat berharap, suaminya bisa berobat lanjutan ke RSUDZA dan mendapat bantuan kursi roda. Semoga selalu ada dermawan yang terbuka hati untuk membantu Syafrizal yang kini mengalmi lumpuh.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *