Pelayanan UTD di RSUTP Abdya Mengecewakan

Abdya – Pelayanan di Unit Transfusi Darah (UTD) di Badan Layanan Umum Daerah pada Rumah Sakit Umum Teungku Peukan (BLUD RSUTP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) masih jauh dari Standar Pelayanan.

Hal itu terbukti ketika salah seorang warga yang hendak mendonor darahnya dan selanjutnya akan disumbang kepada pasien. Namun ketika dia mendonor di UTD tersebut membuat dirinya sangat kecewa.

“Saya sudah dua kali datang ke UTD untuk donor darah golongan A, tetapi tensi saya mencapai 150 Mmhg pada saat dipemeriksaan pada kamis kemarin, namun pada Sabtu (21/2) kemarin saya datang lagi, tensi saya masih sama, ketika diperiksa seorang petugas,” ungkap salah seorang pendonor Fajri, Minggu (22/2).

Fajri mengakui, menurut keterangan petugas di UTD setempat, tekanan darah yang dimiliki sang pendonor (Fajri) sangat tinggi. Petugas UTD mengimbau agar jangan membiarkan hal itu terus meningkat karena akan berbahaya. “kalau sering-sering begini, nanti bisa pecah pembuluh darah.” Ujar Fajri yang meniru ucapan petugas di UTD.

Ada yang merasa aneh dan merasa kuwatir serta merasa penasaran, Fajri (pendonor) yang didampingi salah satu anggota  BFLF ABDYA melakukan pemeriksaan kembali ditensi darah ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUTP, namun hasil yang didapatkan itu berbeda dengan UTD. “Setelah saya kroschek di IGD tensi saya 110 Mmhg. Kan aneh alat pemeriksaan yang ada di UTD itu.

Hal ini juga dibenarkan  Mizardi Kepala bidang Hubungan Masyarakat (Humas) BFLF Aceh Barat Daya. Ia mengatakan, hal yang sedang di alami Fajri bukan pertama kali. Namun sudah beberapa kali para pendonor merasa mengeluh ketika hendak menyumbang darahnya kepada pasien.

“Banyak pendonor merasa mengeluh saat berniat donor darah tidak kesampaian dikarenakan tensi darah tidak stabil saat diperiksa sang petugas. Namun sepulang dari UTD mereka melakukan pemeriksaan lagi tensi di apotek terdekat, hasilnya normal 120 Mmhg,  kan sangat berbeda dengan pemeriksaan di UTD yaitu mencapai 160 Mmhg. Hal ini tidak bisa disepelekan, dan bisa mengakibatkan fatal untuk selanjutnya,” imbuh Humas BFLF Abdya, Mizardi. (Ratu)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *