Peduli Thalasemia & Leukemia

Thalasemia

Thalasemia merupakan anemia hemolitik herediter yang diturunkan dari kedua orang tua kepada anaknya secara resesif. Pada penyakit ini terjadi kelainan gen yang mengakibatkan kerusakan sel darah merah. Untuk pengertian mudahnya Thalasemia dapat menyebabkan anemia, mulai dari yang tingkat ringan hingga berat.

Ciri-ciri penderita thalasemia

Penyakit ini dapat diturunkan kepada anak bila kedua orang tua membawa gen Thalasemia, dengan presentase 25 % normal, 50 % pembawa atau karier (memiliki 1 gen cacat, disebut Thalasemia Minor), dan 25 % menderita Thalasemia Major (memiliki 2 gen cacat). Jika hanya 1 orang tua saja yang membawa gen maka anak tersebut hanya menjadi pembawa tetapi tidak menunjukkan gejala-gejala dari penyakit ini.

Untuk Provinsi Aceh sendiri sudah mencapai 280 orang yang terdata menderita thalasemia dan itu tersebar diseluruh kabupaten / kota di Aceh dan rata-rata pasien tersebut berada di bawah kemiskinan sehingga membutuhkan perhatian khusus.

Leukemia

Berdasarkan kamus kedokteran Dorland, leukemia merupakan penyakit ganas dan progresif pada organ pembentuk darah (sumsum tulang) dan sistem limfatik. Leukemia ditandai dengan perubahan proliferasi (multiplikasi) sel darah putih (leukosit) maupun prekursor atau sel pendahulunya secara abnormal. Secara sederhana, leukemia bisa disebut sebagai kanker sel darah yang berakibat terjadinya pembentukan sel darah yang abnormal.

penyakit leukemia

di Aceh sendiri belum mempunyai data lengkap mengenai penderita ini namun data dari Rumah Sakit Zainal Abidin (RSUDZA) mayoritas penderitanya adalah anak-anak sehingga membutuhkan perhatian khusus untuk mereka.

 

Kenapa kita peduli ?

Kedua penyakit ini sangat membutuhkan perhatian dan peranan orang lain untuk mendukung baik secara moril dan materil untuk mencapai kesembuhan, walaupun tidak bisa dikatakan sembuh namun dengan dukungan moril bisa membantu pasien untuk bertahan lebih lama dalam melawan penyakit.

mayoritas penderita thalasemia dan leukemia di Aceh masyarakat miskin yang tidak mempunyai banyak biaya untuk mendapat perawatan, namun sekarang ada bantuan pengobatan gratis dari pemerintah hal itu tidaklah cukup karena keluarga pasien didera berbagai persoalan baik ekonomi mental dan beban pikiran. penyebabnya adalah selama membawa pasien berobat ke RSUDZA yang berada di Banda Aceh keluarga pasien harus menyiapkan dana yang besar dan meninggalkan berbagai aktifitasnya sehingga ekonomi keluarga terganggu. ditambah tidak semua pasien mempunyai keluarga di Banda Aceh untuk menampung Mereka.

 

Apa yang BFLF lakukan untuk membantu hal ini ?

1. Orang tua asuh darah

BFLF mengajak berbagai instansi pemerintah dan swasta untuk menjadi orang tua asuh darah, dalam Hal ini POLRI dan TNI bersedia menjadi orang tua asuh darah bagi penderita-pederita thalasemia dan leukemia yang membutuhkan transfusi darah setiap bulannya. Dengan sigap anggota TNI / POLRI setiap saat bersedia mendonor darahnya untuk penderita thalasemia dan leukemia setiap saat dibutuhkan.

 

2. Ruang Bermain Anak di Ruang Thalasemia RSUDZA

Untuk memulihkan fisik pasien tidak hanya dengan obat semata namun juga harus dipulihkan secara mental, karena mayoritas penderita adalah anak-anak mereka diajak bermain diruang anak yang di desain khusus untuk pasien-pasien bermain, membaca dan bersenda gurau. hal ini sangat membantu si anak untuk terus beraktifitas seperti belajar dan membuat pikiran tetap semangat untuk melawan penyakit yang dideritanya. dengan dorongan ini juga mampu membuat anak-anak penderita thalasemia dan leukemia menjadi lebih ceria dan mereka akan menjadi senang dalam menjali pengobatan.

Ketua BFLF menghibur pasien di ruang bermain anak

3. Nasi bungkus untuk pasien thalasemia dan leukemia

Setiap harinya relawan BFLF membawa nasi bungkus untuk pasien dan keluarga pasien yang diperoleh dari bantuan donatur untuk khusus nasi bungkus. hal ini tidak hanya membantu keluarga pasien mengurangi beban biaya makan namun juga membuat orang lain lebih peka terhadap penderitaan yang di alami oleh pasien dan keluarganya.

BFLF sendiri masih terus berharap masih banyak donatur-donatur mau menyumbangkan nasi bungkus untuk keluarga pasien agar mereka memiliki motivasi karena masih banyak saudara-saudara mereka di Banda Aceh khususnya masih mempedulikan mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.

 

4. Donasi Biaya pulang kampung

BFLF juga mengumpulkan donasi untuk pasien dan keluarga pasien yang berasal dari keluarga kurang mampu dengan biaya pulang kerumah, dimana biaya tersebut terkumpul dari donasi para donatur untuk biaya makan dan biaya tranportasi untuk kembali kerumahnya di berbagai kabupaten / Kota di Aceh.

 

5. Layanan Konseling keluarga pasien

Keluarga pasien thalasemia dan leukemia sering mengalami depresi karena mereka merasa pasien sudah tidak lama lagi akan wafat / meninggal sehingga ini menimbulkan kesedihan, untuk mengurangi beban moral dan mental untuk terus mendukung pasien berobat, keluarga harus mempunyai motivasi tinggi sehingga bisa terus mendampingi pasien, untuk mendukung itu disela pengobatan pasien BFLF memberikan layanan konseling bagi keluarga untuk mengeluarkan keluh kesahnya sehingga beban pikiran dapat dikurangi.

 

Bagi rekan-rekan mau mendonasikas silahkan menghubungi admin :

Michael : 0812 6085 2973

Popy : 0852 6047 4733

Teuku Ramadan : 0812 6273 9427