Motivasi dari Penderita Thalasemia

Semangat BFLF

Oleh: Devin Aprilian

Nama saya Devin Aprilian, Saya salah seorang penderita thalasemia dari umur delapan bulan. Saat itu, Saya divonis sampai umur 15 tahun, tapi saya tidak menyerah dan berputus asa. Saya terus menjalani transfusi darah sampai sekarang ini. Walaupun mempunyai kelainan dalam diri, saya tidak merasa minder ataupun patah semangat. Saya terus berjuang dan berjuang karena hidup itu butuh perjuangan, maka dari itu kita tunjukkan pada dunia bahwa penderita thalasemia itu juga bisa menjalani hidupnya seperti manusia normal pada umumnya.

Bersabarlah bagi anak penderita thalasemia kunci kesembuhan itu adalah motivasi doa dan berjuang untuk hidup. Jangan percaya vonis, karena hidup mati seseorang itu ada yang tiada yang tahu dan rahasia Allah semata. Kita harus kuat menerima semua cobaan dari-Nya. Tuhan tidak mungkin memberi cobaan di atas kemampuan umatnya.

Saya percaya bahwa motivasi dari keluarga, teman, kerabat dll. merupakan obat paling ampuh, oleh sebab itu saya bisa menjalani hidup saya seperti halnya orang-orang yang sehat. Saya bisa sekolah sampai meraih gelar sarjana bimbingan konseling, terima kasih semuanya atas motivasinya dan terima kasih tuhan atas segalanya dan mengizinkanku menghirup udara sampai hari ini. Semangat anak thalasemia terus berjuang dan berdoa.

Amin…[]

Penulis adalah penderita thallasemia dari Metro Lampung.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *