Ketua PMI: Kami Segera Bersikap

* BFLF Sediakan Darah untuk RSDZA

BANDA ACEH – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kota Banda Aceh, Qamaruzzaman Hagnyu menyatakan, segera akan bersikap terhadap terjalinnya kerja sama antara Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) dengan lembaga sosial BFLF dalam hal memenuhi kebutuhan darah di rumah sakit itu.

“Dalam dua hari ini kami akan duduk untuk bersikap terhadap telah terjalinnya kerja sama antara RSUDZA dengan lembaga Blood For Life Foundation (BFLF) dalam hal penyediaan darah di rumah sakit tersebut,” ujar Qamaruzzaman Hagny, Ketua PMI Cabang Banda Aceh, dalam sambutannya pada acara peringatakan HUT ke-70 PMI, Kamis kemarin di Sekretariat PMI Lampineung, Banda Aceh.

Dijelaskan Qamaruzzaman, merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 80 serta Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 83 tahun 2014, hanya PMI satu-satunya organisasi yang diamanatkan oleh Pemerintah Indonesia dalam hal mengurus darah. “Kami jelaskan bahwa lembaga yang saat ini menjadi mitra RSUZA, tidak ada hubungan sama sekali dengan PMI, tegasnya.

Kalaupun ada muncul organisasi lain, seperti Forum Komunikasi Dermawan Darah (Fokus Wanda), Darah Untuk Aceh (DUA) serta organisasi lainnya, selama ini bekerja sama dengan PMI, bukan berjalan sendiri dan saling menjelekkan, apalagi sampai mengatasnamakan dari PMI.

Selama ini sebut Qamaruzzaman dirinya bersama pengurus PMI Banda Aceh lainnya, mencari darah kemana-mana tanpa mengenal lelah, supaya permintaan dan stok darah tetap ada di PMI saat masyarakat membutuhkannya. “Hal yang kami pikirkan selama ini bagaimana darah yang dibutuhkan masyarakat dapat terpenuhi, tanpa harus melibatkan masyarakat apalagi sampai membarter darah dari keluarga pasien untuk bisa mendapatkan darah yang diminta itu. Karena itu juga pada hari ini, PMI melounching aplikasi pelayanan darah, supaya masyarakat lebih tahu,” ungkapnya.

Dijelaskan juga, apa yang dikatakan itu merupakan akumulasi kekecewaannya setelah sekian lama bersabar dengan kondisi ada lembaga-lembaga yang menjelekkan PMI Banda Aceh. “Saya bicara terbuka saat ini, karena selama ini apa yang terjadi di rumah sakit, PMI yang selalu terkena imbasnya,” ujar Qamaruzaman.

Menyikapi hal itu Direktur RSUZA Banda Aceh, dr Fachrul Jamal SpAn KIC mengaku heran dengan sikap PMI Banda Aceh. Menurutnya, PMI boleh saja bersikap, tapi tentunya tidak pada hal-hal yang dapat merugikan masyarakat. Ketika ditanyakan ketersinggungan pengurus PMI itu karena dilatarbelakangi oleh sikap RSUZA Banda Aceh yang telah mengandeng lembaga donor darah BFLF, dr Fachrul Jamal menjelaskan, “Kami akan menerima siapapun dan lembaga apapun yang mau membantu menyediakan darah untuk rumah sakit,” sebutnya.(mir)

Editor: bakri

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *