Santunan Kemanusiaan

now browsing by category

 

Ambulance dan Relawan BFLF Menuju Lokasi Gempa

1481096863968

Ketua BFLF Pusat, Michael O Alexander Chan (depan) dan Ketua BFLF Aceh Barat Daya, Nasruddin Oos | Foto : Ist

BFLF.or.id | Banda Aceh – Ketua Blood For Life Foundation (BFLF) Pusat, Michael O Alexander Chan bersama rombongan menuju lokasi gempa Pidie dan Pidie Jaya, Rabu 7 Desember 2016.

Rombongan BFLF berangkat menuju ke lokasi siang hari ini dengan ambulance dan  membawa obat-obatan yang akan diberikan kepada korban gempa

“Berdasarkan informasi di lapangan, telah ditemukan 25 orang yang meninggal karena terkena runtuhan bangunan dan ada kemungkinan jumlah korban akan bertambah,” Ujar Michael.

Kemudian kata Michael, “menurut info dari Relawan BFLF yang sudah berada di Lokasi bahwa ambulance sangat dibutuhkan karena masyarakat korban Gempa di Pidie Jaya terus berdatangan memakai mobil Pick Up , Kebanyakan kasus patah tulang, luka robek dan pendarahan.”

15390890_1496071827087410_415425359473566749_n

Foto Korban Gempa Pidie Jaya dari berbagai sumber | Foto : Ist

Lanjut Michael “Sementara sangat dibutuhkan obat-obatan antibiotik seperti anti pendarahan, anti nyeri, benang jahit, salap luka, cairan infus dan Bidai.”

Kemudian, makanan dan snack juga dibutuhkan karena pasien di seluruh Rumah Sakit Sigli baik Pemerintah maupun Swasta full sedangkan rumah makan banyak yang tutup sehingga keluarga susah mencari makanan.

Bagi Masyarakat Banda Aceh dan Sekitarnya BFLF membuka Posko di Rumah Singgah BFLF jalan. PARI NO.22 LAMPRIT DI Belakang Hotel Kuala Radja Banda Aceh. Rencana tim pertama adalah membantu evakuasi korban ke rumah sakit dan membuka posko segar, membuka dapur umum, dan distribusi bantuan logistik.

BFLF juga akan menyiapkan kebutuhan obat untuk diterjunkan ke lokasi bencana. Mari bergerak bersama, bantu korban gempa Aceh. Rekening donasi : BRI 334001022415535 An. Blood For Life Foundation. Konfirmasi transfer atau donasi; Michael WA 081260852973, Nona WA 08236738678.[]

SETETES DARAH DAN CINTA DAHLIA (Episod 7)

pembina-bflf-abdya-muslizar-mt-dan-ketua-bflf-abdya-nasruddin-oos

Pembina BFLF Aceh Barat Daya, Muslizar MT dan Ketua BFLF Aceh Barat Daya, Nasruddin Oos | Foto : Ist

Tak banyak yang harus diceritakan diantara banyaknya janji-janji seperti hujan sore itu, bukan sekedar menguyur tapi tak lagi memperlihatkan birunya langit.

Jalan becek, air terkenang masuki rumah-rumah didindingnya membuat batasan air bila telah surut, bahkan urusan bersih membersih adalah aktivitas warga, membersihkan barang barang rumah tangganya, kapan sekali-sekali gotong royong membersihkan saluran, saluran tertimbun pasir diatas jalan dibawa air setiap hujan menguyur.

Padahal, pingin kalilah berpayung daun pisang namun ditepi jalan terlewati tak ada lagi pakcek dan palot menanam pisang ditepi jalan seperti tempo dulu saat pulang sekolah dalam hujan. Beromantisan dengan kenangan terkadang mendesak menyesak dada.

Ah, kemana si Dahlia ini tanpa sedikit kabar pun dia berbagi dalam setahun terakhir, jangan-jangan dia sibuk dengan kampanye kandidat yang dia dambakan agar terpilih memimpin negeri ini. Sudahlah, ini pun musim politik, pesta demokrasi yang melibatkan semua warga yang sudah punya hak pilih dan terdaftar di daftar pemilih tetap seperti terkoar dari panitia penyelenggara pesta. Coba SMS sajalah kalau di call mana tahu dia lagi ada pertemuan tak diangkat bisa-bisa weuh hate keuh.

OOS ; Salam dek Dahlia, apakabarnya duhai wanita penyelembut hati. Adakah bahagia disana bersamamu atau hatimu diselimuti mendung hingga bening air mata atau senyum pancaran rona bahagia tak lagi terlihat. Bolehkan sedikit masih berbagi kabar?.

DAHLIA : Salam juga Bg OOS, salam juga Orang Orang Sinting, abg apa kabarnya? Bahagia mendengar kabar abg bahagia, akhirnya seorang OOS juga melepaskan masa lajangnya. Udah tak nangis lagi dek bg, selepas hari itu menentukan sikap cinta dan pengabdian yang memang harus sehat. Selebihnya kabar adek penuh senyum rona bahagia bersama orang orang tercinta.

OOS ; Alhamduillah, semoga selalu penuh rona senyum bahagia dalam berbagi dan membantu sesame ya dek. Cinta memang penuh hal hal menakjubkan, terkadang pula diluar nalar tetap mengagumkan ya dek.

DAHLIA : Eh gimana ni aktivitas pendampingan kepada relawan pendonor darah untuk pasien yang membutuhkan darah bg, apa masih banyak yang takut sama jarum suntik ya bg. Dahlia jadi terpikir gini, pas abg BC dibutuhkan darah dan bg upload di facebook, ngeri kali lah dibaca BC OOS dan status OOS sering tentang darah yang menyakitkan dan menakutkan, hingga bg kan, nggak ada yang mau balas atau koment untuk sesuatu yang menakutkan, pun pernah dek baca yg koment di FB abg itu pun dibuat dalam bahasa canda bahwa dia jenuh membaca postingan itu.

OOS : Insha Allah masih, meskipun kini menetap diperbatasan Banda Aceh dengan Aceh Besar aktivitas itu masih kita lakukan bersama kawan-kawan. Apalagi kawan-kawan sudah bertambah yang sudi melakukan mendampingi pendonor dan pasien. Ya nggak boleh berpikir gitu dek,itu kan nggak positif banget pemikirannya, nggak dibalas BC kita, nggak dikoment di FB bukan berarti takut donor darah. Kita berpikir jernih sajalah, mana mungkin status itu tidak terlihat “seksi” hingga tak dilirik sedikitpun untuk digoda.

DAHLIA : ih seksi ni ye, hahahaha bg OOS genit ah. Tapi senanglah. Oh ya bg OOS, Dahlia mau tanya ni, akhir-akhir ini postingan abg kok terlihat banyak seperti pencitraan ya bg, bukan hanya abg sich, kawan-kawan di Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Barat Daya jugaterlihat demikian kek kompak gitu dek lihat bg. Siapa tu namanya bg, Pak Muslizar MT ya? Apa hubungannya dengan BFLF selama ini bg OOS.? Seharusnya bg OOS jangan berpolitik tapi focus saja pada kegiatan kemanusiaan dan fotografer bg.

OOS ;  Oh dek Dahlia yang berbaik hatinya, rupanya itu ya udah hampir dalam setahun ini tak berbagi kabar. Apa perlu kali bg jelaskan tentang keterlibatan bg Muslizar MT dan terlibatnya dalam aktivitas BFLF Aceh Barat Daya. Apa benar seharusnya seorang OOS tidak boleh berpolitik dek? Bukankah memilih dan dipilih itu sudah ada aturannya di Negara yang katanya berdemokrasi ini.

DAHLIA : Perlulah bg, biar dek nggak salah duga, kalau udah ada penjelasan dari bg OOS kan bisa adek tahu tentang ketahuan bg dalam politik itu.

OOS ; baiklah dek, bg mulai dari cikal bakalnya saja dulu ya. Berawal dari main-mainnya kami ke BLU RSUD Teungku Peukan pada akhir tahun 2013, menelusuri lorong lorong dirumah sakit hingga dipojok itu terdapat sebuah kantin, tak begitu jauh dari kamar jenazah terdapat sebuah bangunan Unit Transfusi Darah, jelas kami tak paham lah itu.

Hanya memesan kopi dari sebuah kantin didepan bangunan tempat mencuci kain baik bekas alas kasur pasien maupun kain-kain yang dipakai untuk operasi, didepannya ada kantin yang kami lihat maka duduk kami disana, setelah memesan kopi pancung yang harganya seribu dalam gelas kecil, beberapa orang terlihat keluar dari ruang bangunan UTD dengan wajah pucat, bekas tetesan air mata masih menghuni wajah berkulit sawo matang yang sedikit keriput, dan dari arah yang berbeda terlihat pula empat orang  seperti orang kepanitan.

Biar secepatnya tahu akhirnya, bertanya pada orang kantin tentang ruang apa itu. Dikatakan sama Pak kantin itu bahwa itu yang masuk dan keluar tadi keluarga pasien sedang membutuhkan darah untuk keluarganya, dan stok darah disini terbatas sekali, maka setiap pasien yang perlu darah harus mencari pendonor darah sendiri.

Kembali menikmati kopi, tiba-tiba HP berbunyi melihat dengan segera siapa yang BBM, rupanya ada yang BC pin, dengan bahasa “invite ya teman aku, orangnya cantik, nggak sombong dan enak diajak chat.” Apa pula ini, bg hapus saja, lima menit kemudian masuk lagi BBM dari orang yang sama juga tentang BC pin ya didelete aja di kontak BBM biar cepat selesai.

Diskusilah bersama teman-teman, kita semua aktif di media sosial, kenapa tidak kita gunakan saja media sosial ini untuk menghilangkan kepanitan dan keresahan orang lain. Kalau orang BC pin, BC produk, kita BC saja tentang orang yang perlu darah, di HP kita ka nada daftar kontak teman-teman yang lain, mana tahu ada yang mau mendonorkan darah nanti.

Waktu itu, kita mau buat Bank Darah Abdya, hingga kita buatlah status di FB dan BBM. Terdapat komentar bahwa lembaga yang bergerak dalam bidang yang sama sudah ada dan ada beberapa lembaga, seperti Galery Darah Aceh, Blood For Life Foundation. Dari koment FB tersebut  dibilanglah sama Popy, bagaimana kalau kita bersatu saja dalam satu nama, kapan bg OOS ke Banda nanti kita duduk dan Popy ajak Bg Micheal.

Lantaran sibuk dengan aktivitas, menulis di Media online, di Tabloid Sigupai yang diterbitkan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Sejahtera (BPMPPKS) Aceh Barat Daya dan juga terlibat sebagai fasilitator Pelatihan dan Kampanye dalam program pelayanan bermutu bersama lembaga PEKKA dan LP3A yang didanai oleh LOGICA, serta juga sebagai anggota di P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) Aceh Barat Daya, yang kala itu ada beberapa kasus kekerasan pada anak dan kekerasan seksual  serta kekerasan dalam rumah tangga yang  dilakukan pendampingan walau tidak sampai ke pengadilan, hingga tidak sempat ke Banda Aceh duduk tiga serangkai.

Akhir tahun 2013 dan awal tahun 2014 itu juga musim politik, musim pemilihan para parlementer, legislator penyambung suara-suara rakyat. Banda Aceh dibulan Februari 2014 disalah satu teras warung kopi diseputaran simpang lima kita duduk berbicara disana, Oos, Popy dan Michael. Diskusi tersebut bahwa kita akan bersatu dalam sebuah nama Blood For Life Foundation atau di singkat BFLF, tapi Oos sering menyebutnya Blood For Love (darah untuk cinta).

Akhir bulan februari 2014, bg Muslizar MT itu dek Dahlia sudah mengatakan diri untuk bergabung, sementara waktu itu BFLF Aceh Barat Daya belum kita publis, tapi karena itu musim politik maka kita bilang, kita akan umum bahwa Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Barat Daya pada 15 April 2014 setelah enam hari pencoblosan pemilihan DPRK, DPRA,DPRRI dan DPD. Sementara itu kita masih berbicara pada akhir februari 2014.

Singkat cerita, BC tentang darah kita mulai pada tanggal 15 april 2014.  Semenjak tahun 2014 Muslizar MT sudah aktif mencari pendonor darah, meskipun beliau tidak pandai melakukan BC di BBM waktu itu. Sampai jam 10 malam masih duduk didepan UTD mendampingi pendonor memang tidak tiap malam.

Memang masih sebagai anggota DPRK Aceh Barat Daya yang menghabiskan tahun terakhir periodenya, bahkan pernah kita bahas untuk memiliki bank darah sendiri tetapi secara aturan itu tidak boleh. Makanya BFLF hanya sebagai relawan pencari pendonor darah, mendampingi pendonor dan pasien kurang mampu.

muslizar-mt

Pembina Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Barat Daya, Muslizar MT | Foto : Sifral Jamil

Kini, juga musim politik, berkecimpung dalam politik tapi masih aktif menyalurkan hobi mendampingi pasien lalu tersebutlah itu pencitraan. Ketika ada pasien yang perlu darah dan menelpon apa harus kita bilang tunggu selesai pilkada dulu, ketika ada pasien butuh kemoterapi sementara uang menuju ke Banda tidak dimiliki, lagi pun BFLF Aceh Barat Daya punya mobil ambulance bantuan Bank Aceh karena ketidak terikatan dengan pemerintah dan lembaga tanpa donor. Selain Muslizar MT kita juga punya Pembina beberapa orang lagi seperti Ibu Rabiatul Adawiyah, Kak Safliati, Kak Iik, Kak Dewi, Kak Yanti, Kak Dian, kak Sri Hadayani, bg Harmansyah, Cuma lantaran abg dan kakak lain punya kesibukan. Kalau ada acara baru turun kelapangan baik untuk konsultasi kulit dan kecantikan, konsultasi penanganan kekerasan dalam rumah tangga, konseling dan bimbang lainnya.

Dari dulu sering upload foto kegiatan, pendampingan tapi nggak jadi perhatian ya dek Dahlia, lantaran sekarang Bang Muslizar MT sebagai Wakilnya Akmal Ibrahim dalam Pilkada 2017, saat Akmal Ibrahim sebagai calon Bupati Aceh Barat Daya 2017-2022 memilih Muslizar MT untuk wakilnya hingga dek Dahlia sebut itu pencitraan, akan tetapi setiap aktivitas Muslizar MT tetap selaku Pembina BFLF Aceh Barat Daya, ya tak apa dek. Itu sebuah kewajaran dan kalaupun itu sebagai pencitraan tidak melanggarkan secara Undang Undang, tersebab ukuran ikhlas hanya ada dihati. Dek Dahlia, ngantuk ya bacanya, karena bertele-tele lagi abg tulis, sampai terkirim berapa halaman ya, pasti bosan tu, hehehehe.

DAHLIA : Jadi, pak Muslizar MT itu sudah ada sejak awal bergerak BFLF Aceh Barat Daya bg OOS ya, bukan karena musim Pilkada ini ya, dek pikir baru-baru inilah bg. Hehehehe baru ingat dek bg, Pak Muslizar MT itu yang datang ke Ruang Rindu B saat nenek Dahlia perlu Darah B dan pacar Dahlia waktu itu nggak berani donor darah ya bg Oos. Ih bg Oos ni, benci li lah kita, nggak dibilangnya kalau bapak itu adalah Pak Muslizar MT.

OOS ; ya, Dek ja kek menghindar gitu, bagaiman bisa bilang. Nah, jika mau kupas tuntas tentang Pencitraan Musizar MT selaku Pembina BFLF Aceh Barat Daya, kita ngopi aja dek Dahlia ya, ajak kawan-kawannya.

DAHLIA : bg OOS kan di Banda, sementara Dahlia ada di Blangpidie, kek mana bisa ngopi sama bg OOS, kek mana sich bg OOS ini.

OOS ; kalau ntar abg nggak sempat ngopi sama adek, ya adek dan kawan-kawan ngopi aja sama Pembina BFLF Aceh Barat Daya, Muslizar MT, Tanya aja tentang aktifitas dan pendampingan serta bagaimana kedepan. Kan gampang itu, sementara abg di Banda tetap ngopi dek.

DAHLIA : Ntar Dahlia kabari dulu sama kawan-kawan ya bg Oos, ntar Dahlia kabari sama bg OOS ya, kalau ntar ada bg OOS kan bisa belajar buat kue Bolu, di uploadnya foto buat bolu tidak dibaginya bolu buat Dahlia.

OOS : Insha Allah adek ya, ntar kita buat kue ya apalagi kalau adek ke Banda,ntar kan bisa buat bolu bareng kakak dirumah, oh ya dek, kapan kapan kita komunikasi lagi ya, maaf karena ini abg mau ke RSUDZA dulu, ada pasien yang baru tiba dari Aceh Singkil, dan ini juga bukan pencitraan  ya, jangan ntar dibilang “POLITIK CINTA OOS”.

DAHLIA : oke bg OOS, salam ya sama kakak, dan salam juga sama pasiennya semoga lekas sembuh. Tetap semangat ya bg OOS, semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah.

Kembali ke jalan, menelusuri areal perbatasan kota dengan kabupaten ini melewati beberapa kedai kopi kiri dan kanan sebelum tiba di RSUDZA. Dijalan hati-hatilah, jangan ngebut, jangan buang darah anda sia-sia dijalan mending di donor saja.

 

Salam Sayang penuh cinta selalu dan selalu ada cinta untuk cinta

Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Barat Daya

NASRUDDIN OOS

Lampermai, Cot Iri – Ulee Kareng. 6 desember 2016, pukul 11:06 WIB

Cor Pondasi Rumah Biyah Sudah Dikerjakan, Masih Dibutuhkan Uluran Tangan Dermawan

Warga Gampong Kota Bahagia sedang gotong royong membangun rumah Ibu Biyah. | Foto : Sifral Jamil

Warga Gampong Kota Bahagia sedang gotong royong membangun rumah Ibu Biyah. | Foto : Sifral Jamil

BFLF.or.id | ACEH BARAT DAYA – Pembangunan rumah untuk Biyah (56) janda miskin yang menempati rumah reot seorang diri telah dimulai dengan pondasi yang dilakukan secara gotong royong oleh warga gampong setempat.

Rumah dibangun untuk Biyah tersebut diatas tanah wakaf yang tidak jauh dari gubuk reot ditempati Biyah selama ini. Hanya berjarak sekitar 500 meter masih di Lorong Irigasi Gampong Kota Bahagia Kecamatan Kuala Batee Kabupaten Aceh Barat Daya.

Selama beberapa tahun terakhir janda miskin tanpa anak tersebut tinggal digubuk reot dengan menumpang dikebun milik orang, sehingga adiknya Nur Hayati mewakafkan tanahnya satu pintu untuk dibangun rumah Biyah. Menyakut Nur Hayati mewakafkan tanahnya sudah diutarakan kepada pengurus Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Barat Daya sebelum pengalangan dana dimulai.

Rumah Ibu Biyah di Lorong Irigasi Gampong Kota Bahagia Kecamatan Kuala Batee - Aceh Barat Daya | Foto : Nasruddin Oos

Rumah Ibu Biyah di Lorong Irigasi Gampong Kota Bahagia Kecamatan Kuala Batee – Aceh Barat Daya | Foto : Nasruddin Oos

Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua Panitia Pelaksana “Rumahmu, Amal Ibadah ku”, Asrul Madi. “Iya rumah untuk Ibu Biyah sudah mulai dibangun diatas tanah wakaf, namun masih di gampong yang sama dan tidak jauh dari rumah yang selama ini ditempati.” Sabtu, 3 desember 2016.

Kemudian kata Asrul “Pembangunan rumah untuk Ibu Biyah sudah kita mulai Jumat, 2 desember 2016, namun mengigat material dan dana yang sudah terkumpul ini belum mencukupi. Kita masih sangat mengharapkan bantuan dari dermawan lainnya.”

1466232039398

Ketua Panitia Pelaksana “Rumahmu, Amal Ibadahku” Asrul Madi saat bersama Ibu Biyah. | Foto : Nasruddin Oos

Sementara Geuchik Gampong Kota Bahagia, Erlis menyikapi hal tersebut dengan positif menyangkut pembangunan rumah untuk salah seorang warga gampong yang dia pimpin.

“Alhamdulillah, untuk rumah Nek Biyah ini sudah beberapa kali dinaikkan proposal terhadap pembangunan rumah nek Biyah ini tapi tidak ada tanggapan dari pemerintah.” Ujar Erlis

Kemudian Erlis menambahkan “Memang sangat layak pembangunan rumah Nek Biyah ini dibangun, apa lagi buat fakir miskin seperti nek Biyah.”

Keaktifan warga Gampong Kota Bahagia Kecamatan Kuala Batee sangat luar biasa terhadap pembangunan rumah Biyah yang dilakukan secara gotong royong dan juga tidak terlepas Babinsa yang turut aktif. Kini pondasi rumah Biyah sudah ada, kegembiraan pun sudah terlihat dalam rasa syukur kepada Allah SWT dan pihak keluarga pun sangat berterimakasih terhadap bantuan yang diberikan untuk membangun rumah untuk Biyah.

1466231891688

Dalam pengalangan dana yang digagas oleh Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Barat Daya yang juga bekerjasama dengan komunitas Fotografer komfOOs, DPC POSPERA Aceh Barat Daya, Dandim 0110 melalui Koramil Kuala Batee memang penyumbang tidak terbatas ada dari masyarkat biasa, make up, fotografer, politisi, anggota DPRA, Darwati, ibu rumah tangga, bahkan dari pemuda dan mahasiswa serta dari berbagai elemen lainnya.

Sisa uang dari pengalangan dana yang terkumpul diluar material sekitar Rp. 6 juta kini tinggal Rp. 2,5 juta lagi. Apalagi para tukang sekitar 3 (tiga) orang meminta upah sekitar Rp. 100.000 per hari. Sementara material yang masih sangat dibutuhkan berupa, semen, balok kayu 10/10, 5/10, 5/5, seng gelombang (BJLS) dengan rabung seng, papan cetak, papan dinding dan lisplank, pasir plaster, kerikil cor, batu kali untuk pondasi, timbunan (tanah / tasirtu), paku (ukuran campur), kayu kusen, pintu lengkap Engel, pacok dan kunci, jendela lengkap engsel dan pacok, listrik lengkap dan lain lain.

Bagi saudara yang ingin menjadi donatur untuk pembangunan rumah Ibu Biyah janda yang selama ini menempati gubuk reot, bertajuk “Rumahmu, Amal Ibadahku,” dapat menghubungi nomor kontak 081260852973 (Ketua BFLF Pusat, Michael ) dan 085277339902 (Ketua Panpel, Aroel) 085265884688 (Bendahara, Ardy Batee). Untuk bantuan dapat mengirim ke nomor rekening 3340-01-022415-53-5, Bank BRI atas nama Blood For Life Foundation.[]Sifral Jamil

Yuk Kita Bantu Bangun Rumah untuk Biyah

1466231891688

Rumah Ibu Biyah di Lorong Irigasi Gampong Kota Bahagia Kecamatan Kuala Batee – Aceh Barat Daya | Foto : Nasruddin Oos

BFLF.or.id | Aceh Barat Daya – Pembangunan rumah Biyah (56) warga lorong Irigasi Gampong Kota Bahagia Kecamatan Kuala Batee Kabupaten Aceh Barat Daya yang menempati gubuk reot seorang diri sudah berlangsung beberapa tahun terakhir, akan dilangsungkan pada tanggal 2 desember 2016, mendatang.

Hal tersebut dikatakan oleh ketua Panitian Pelaksana “Rumahmu, Amal Ibadahku” yang juga ketua Bidang Kesehatan Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Barat Daya, Asrul Madi. Senin 28 November 2016.

Kondisi hidup seorang diri tanpa harta dan hanya menumpang ditanah kebun milik orang lain, memang sangat memprihatinkan dengan kondisi yang sakit-sakitan apalagi bila hujan angin menguyur tentu hal tersebut tidak aman dan nyaman untuk Biyah.

Pembangunan rumah untuk Biyah kata Asrul “Untuk pembangunan rumah untuk ibu Biyah ini kita melibatkan aparatur Gampong dan TNI dari Koramil Kuala Batee, Dandim 0110 Aceh Barat Daya.”

1466232039398

Kabid Kesehatan BFLF Aceh Barat Daya, Asrul Madi saat berkunjung ker rumah Ibu Biyah di Lorong Irigasi Gampong Kota Bahagia Kecamatan Kuala Batee – Aceh Barat Daya | Foto : Nasruddin Oos

Nur Hayati menjelaskan, bahwa kakaknya Biyah hidup menumpang di kebun milik orang karena tidak memiliki tanah, “Bila ada bantuan rumah untuk kakak saya, maka saya menghibahkan satu pintu tanah untuk dibangun rumah buat kakak, kasian dia.”

Lebih lanjut dikatakannya, “Hidup sendiri tanpa anak, suami telah pergi sejak mereka bercerai, sehari-hari dia tanam kunyit dan kacang disekitar rumah dia tinggal. Sebenarnya kakak saya ini juga sakit kanker rahim tapi tidak mau berobat.”

Ingin membantu membangun rumah Biyah, bisa langsung menghubungi BFLF Aceh Barat Daya, jika bantuan ada dalam kawasan kabupaten Aceh Barat Daya pihak panitia akan menjemput bantuan tersebut. “Kalau ada bantuan dari bapak ibu bisa hubungi kami, dalam kabpaten Aceh Barat Daya akan kami jemput jika tidak bisa diantar.”

Sejauh ini Pengalangan dana untuk membangun rumah Biyah yang bertajuk “Rumahmu, AmalIbadahku” sudah terkumpul uang sekitar Rp. 6 juta, Batu bata 1.000 biji, semen 24 sak, pasir 2 truk. Tripet, papan 10 lembar dan seng masih dalam komfirmasi.

Rumah Ibu Biyah di Lorong Irigasi Gampong Kota Bahagia Kecamatan Kuala Batee - Aceh Barat Daya | Foto : Nasruddin Oos

Rumah Ibu Biyah di Lorong Irigasi Gampong Kota Bahagia Kecamatan Kuala Batee – Aceh Barat Daya | Foto : Nasruddin Oos

Sementara material yang masih sangat dibutuhkan berupa, semen, balok kayu 10/10, 5/10, 5/5, seng gelombang (BJLS) dengan rabung seng, papan cetak, papan dinding dan lisplank, pasir plaster, kerikil cor, batu kali untuk pondasi, timbunan (tanah / tasirtu), paku (ukuran campur), kayu kusen, pintu lengkap Engel, pacok dan kunci, jendela lengkap engsel dan pacok, listrik lengkap dan lain lain.

Bagi anda yang ingin menjadi donatur untuk bedah rumah Ibu Biyah bertajuk “Rumahmu, Amal Ibadahku,” dapat menghubungi nomor kontak 081260852973 (Ketua BFLF Pusat, Michael ) dan 085277339902 (Ketua Panpel, Aroel) 085265884688 (Bendahara, Ardy Batee). Untuk bantuan dapat mengirim ke nomor rekening 3340-01-022415-53-5, Bank BRI atas nama Blood For Life Foundation.[]Nasruddin Oos

Masnur Pasien Perut Membesar, Besok Akan Dirujuk Ke RSUDZA Banda Aceh

@Masnur pasien yang perutnya membersar asal Aceh Singkil

Masnur pasien yang perutnya membersar asal Aceh Singkil

BFLF.or.id |Aceh Singkil – Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Singkil kembali mendampingi pasien dari keluarga kurang mampu. Hal tersebut sebagaimana dikatakan oleh Ketua BFLF Aceh Singkil, Darwis ST. Minggu 27 November 2016.

“Insha Allah besok (Senin.red) kita akan merujuk pasien dari Aceh Singkil ke RSUD dr.Zainoel Abdidin,” Ujar Darwis

Pasien dari keluarga kurang mampu tersebut bernama Masnur warga Gampong Sukadamai Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil. Masnur saat dikunjung BFLF Aceh Singkil ke rumahnya sedang terbaring dengan perut membesar. Selain Ketua BFLF Aceh Singkil, Darwis ST juga turut hadir Pembina BFLF Aceh Singkil, Moh Ichsan.

“Kita mendampingi pasien Masnur, untuk admistrasi sudah kita urus, dan besok (Senin.red) akan kita bawa ke Banda Aceh untuk pengobatan lebih lanjut,” kata Darwis.

Masnur selama ini tidak dirujuk ke Banda Aceh, dan juga belum diketahui penyebab perutnya membesar. Apalagi persoalan terkendala biaya, baik untuk biaya transportasi maupun biaya makan dan tempat tinggal selama menjalani proses pengobatan rawat jalan.

@Masnur Pasien asal Aceh Singkil

@Masnur Pasien asal Aceh Singkil

Sementara, Ketua Blood For Life Foundation (BFLF) Pusat, MichaelO Alexander Chan mengatakan bahwa pasien dampingan dari BFLF Aceh Singkil tersebut akan ditampung di Rumah Singgah BFLF yang berada di jalan Pari No. 22 Lampriet Banda Aceh. “Kita sudah menyiapkan kamar untuk pasien Masnur yang datang dari Aceh Singkil besok.”

Lebih lanjut dikatakan Michael “Selama berada dirumah singgah BFLF akan menanggung makan dan penginapan, hal itu sama seperti pasien dampingan BFLF lainnya.”[]OOS

Sawiyah Pengidap Tumor Ganas Butuh Uluran Tangan Dermawan

Sawiyah yang mengindap penyakit tumor ganas warga Meureubo - Meulaboh | Foto : Ist

Sawiyah yang mengindap penyakit tumor ganas warga Meureubo – Meulaboh | Foto : Ist

BFLF.or.id | MEULABOH – Sawiyah (52) warga Meureubo Kabupaten Aceh Barat mengindap penyakit tumor ganas yang sangat memprihatinkan membutuhkan uluran tangan dermawan untuk kelanjutan pengobatannya.

Hampir tak bisa dikenali lagi sebagian wajahnya telah ditutupi akibat penyakit yang dideritanya sejak 2005. Hal tersebut sebagaimana diceritakan oleh Anggota Blood For Life Foundation (BFLF) Meulaboh, Maya dihalaman facebook untuk mengalang dana.

Team BFLF Meulaboh yang mengunjungi Sawiyah dikediamannya di daerah Meureubo, Sabtu 26 November 2016.

Sawiyah, ibu tiga anak ini pada awalnya sekitar tahun 2005, wajah Sawiyah hanya terantuk dengan kepala anak bungsunya hingga dibagian hidung terlihat lembam kebiru-biruan dan tulang hidungnya patah.

“Muka ibu Sawiyah terantuk dengan kepala anaknya yang kecil dibagian hidung tulangnya patah dan menyebabkan lembam dihidung serta kebiru-biruan kemudian berobat di kampung karena tidak ada biaya,” Ujar Maya.

Kemudian, kondisinya semakin parah, Sawiyah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh. Saat itulah Sawiyah divonis mengidap penyakit tumor, dan harus menjalani kemoterapi serta dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah dr.Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.

Sejak saat itu juga belum ada kabar yang mengembirakan untuk Sawiyah, padahal Sawiyah telah dirujuk ke RSUDZA milik provinsi Aceh, hingga Sawiyah kembali dirujuk dari RSUDZA Banda Aceh ke Rumah Sakit Umum Adam Malik yang berada di Medan.

Sampai saat ini, Sawiyah sudah melakukan kemoterapi selama 4 (empat) kali dari total kemoterapi yang harus dijalani Sawiyah sebanyak 35 kali di RSU Adam Malik Medan.

Lantaran tidak ada biaya, Sawiyah terpaksa berhenti melakukan kemoterapi sementara penyakit yang dideritanya tersebut terus membuat Sawiyah kesulitan melihat dan mengalami rasa sakit.

“Saat ini kondisi ibu Sawiyah semakin memburuk karena tumor ganasnya mulai menjalar ke tengkorak bagian dalam, mataa ibu Sawiyah sudah dipenuhi oleh tumor sehingga ibu Sawiyah sudah tidak bisa melihat lagi,” kata Maya.

Kondisi Sawiyah semakin hari semakin memburuk, Sawiyah pun tidak bisa begitu bebas untuk beraktifitas karena Sawiyah harus berada selalu dalam kelambu yang berada dikamarnya untuk tidak dikerumunin lalat menghindari persinggahan lalat pada bagian wajah yang terjangkit tumor ganas.

Sawiyah saat masih sehat | Foto : Dok. Sawiyah

Sawiyah saat masih sehat | Foto : Dok. Sawiyah

“Ibu Sawiyah harus berada dalam kelambu untuk menghindari persinggahan lalat. Ibu Sawiyah sering merintih kesakitan karena keadaan beliau yang sudah sangat memprihatinkan akibat terjankrit tumor ganas,” Papar Maya

Saat mengetahui team BFLF Meulaboh, mengunjungi kediamannya Sawiyah bahkan salah satu dari team BFLF Meulaboh tersebut sangat dikenal oleh Sawiyah lantaran kawan dekat anak pertama Sawiyah.

Sambil merintih kesakitan, Sawiyah mengatakan kepada team BFLF Meulaboh “Beginlah kondisi ibu nak, mohon doanya agar ibu cepat sembuh,”

Selain mengatakan hal demikian dalam kondisi Sawiyah yang sangat prihatin tersebut, Sawiyah masih sempat berpesan kepada team BFLF Meulaboh agar tidak meninggalkan shalat. “Jangan pernah meninggalkan shalat ya nak.”

Sawiyah sangat ingin melanjutkan pengobatannya tetapi hal tersebut menurut Sawiyah tidak mungkin dilakukan lagi lantaran kehidupan ekonominya kurang mampu, apalagi kemoterapi yang harus dilakukannya tersebut berada di Medan tentu ha ini membutuhkan biaya. Bukan untuk sekali keberangkatan namun untuk kemoterapi yang harus dilakukan tersebut berjumlah 35 kali kemoterapi dan terhenti setelah melakukan kemoterapi yang ke empat.

Fto Ibu Sawiyah bagian hidungnya sudah mulai membengkak

Foto Ibu Sawiyah bagian hidungnya sudah mulai membengkak

Ketua Blood For Life Foundation (BFLF) Pusat, MichaelO Alexander Chan langsung merespon begitu mengetahui kondisi Sawiyah. Michael berkomunikasi dengan Plt Bupati Aceh Barat melalui WhatsApp.

“Kondisi ibu Sawiyah sudah kita langsung informasikan melalui WA kepada Bapak Plt Bupati Aceh Barat dan beliau sampaikan terima kasih kepada BFLF Meulaboh yang telah membantu dan memberikan informasi.” Ujar Michael

Lanjut, Michael “BFLF berharap bapak Plt Bupati Aceh Barat dan jajaran membantu pengobatan ibu Sawiyah. Serta untuk Masyarakat Aceh agar dapat memberikan informasi kepada pemerintah daerah setempat atau BF LF kalau ada warga masyarakat yang dari kaum dhuafa yang mempunyai keterbatasan untuk berobat dan di rujuk RSUZA ke Banda Aceh.”

“Mudah-mudahan dengan saling bergandengan tangan kita dapat membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan bantuan kita, sehingga tidak ada lagi masyarakata yang tidak dapat berobat dengan keterbatasan biaya transportasi, tempat tinggal sementara dan biaya makan selama proses pengobatan,” Harap Michael

Bagi saudara-saudari yang ALLAAH gerakkan hatinya untuk ingin membantu ibu Sawiyah maka dapat menghubungi Anggota Team BFLF Meulaboh Saudari, Maya (HP : +6282168614454) dan atau juga Ketua BFLF Pusat, MichaelO Alexander Chan (HP : +6281260852973). Untuk bantuan dapat mengirim ke nomor rekening 3340-01-022415-53-5, Bank BRI atas nama Blood For Life Foundation.[]OOS

BFLF terima bantuan kasur dan bantal untuk rumah singgah

14317598_1399305923430668_3272206085736114508_n

Pimpinan BFLF Michael Octaviano (kanan) menerima bantuan dari pihak BPJS

Banda Aceh. BPJS Ketenega Kerjaan cabang Banda Aceh dalam rangka Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) serta Donasi Karyawan/ti (Employee Volunteer) untuk mewujudkan kepedulian sesama. pukul 17.00 Wib mengunjungi Rumah Singgah BFLF sekaligus memberikan bantuan berupa 5 unit kasur, 5 unit bantal dan seprei untuk kebutuhan Rumah singgah BFLF yang beralamat di jalan pari nomor 22 Lamprit Banda Aceh, Jum’at 16/9/2016. Rumah Singgah BFLF telah berjalan sejak awal tahun 2015 lalu dan kini telah menampung sekitar 30 pasien dengan kategori anak anak dan dewasa yang mengalami sakit kanker, thalassemia dan hemofili. hingga kini Rumah Singgah BFLF terus membirkan pelayan secara gratis kepada pasien yang berasal dari seluruh Aceh dengan Tujuan meringankan beban keluarga dan pasien untuk melakukan pengobatan di RSUZA Banda Aceh. Rumah Singgah tersebut memiliki 3 unit kamar untuk pasien dan keluarga kurang mampu dari seluruh daerah di Aceh. hal tersebut sering menjadi kendala bagi BFLF karena banyak nya keluarga pasien yang meminta untuk menginap atau menempati sementara dirumah tersebut.

14333110_1399306010097326_5463830982397797653_n

kami berharap semakin banyak masyarakat yang turut membantu dan memiliki rasa tanggung jawab sosial terhadap sesama. Bmasyarakat seluruh Aceh yang melakukan pengobatan dirumah sakit umum RSUZA Banda Aceh semakin terjamin tempat tinggal sementara.

Foto Gerakan Sumbang 1000 Nasi Bungkus

DSC00024

BFLF – Kegiatan bertajuk ‘Gerakan Sumbang 1000 Nasi Bungkus’ ini sukses dilaksanakan Blood for Life Foundation (BFLF). Para panitia dan relawan bersemangat membagikan sedikit sumbangan berupa nasi bungkus kepada keluarga pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin (RSUDZA), Banda Aceh, pada Rabu siang (3/2/2016).

Meski panas dan harus berkeliling hampir ke semua ruangan di rumah sakit, nasi yang sejak pagi sudah disumbangkan oleh sejumlah donatur, semua dapat dibagikan merata. Acara ini turut dihadiri juga oleh Direktur RSUZA Dr. Fachrul Jamal, Pimpinan BFLF Michael Octaviano dan Agam Inong Banda Aceh. Berikut dokumentasi kegiatan tersebut:

DSC00014

DSC00020

DSC00029

DSC00024

DSC00047

DSC00043

Keluarga Pasien di RSUDZA Terima Sumbangan Nasi dari BFLF

DSC00029

BFLF – Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh melalui “Gerakan Sumbang 1.000 Nasi Bungkus” menyumbang 400 nasi bungkus kepada keluarga pasien yang sedang dirawat di Rumah Sakit Zainoel Abidin (RSUZA), Banda Aceh, Rabu (3/2/2016).

Motivasi Gerakan Sumbang 1.000 Nasi Bungkus membagi-bagi nasi gratis tujuannya untuk meringankan beban para keluarga pasien selama berada di rumah sakit.

Michael Octaviano, Pimpinan BFLF mengungkapkan, “Pasien kita di RSUZA ini banyak dari luar Banda Aceh, mereka butuh biaya hidup. Makanya dengan kita berikan nasi bungkus ini, setidaknya meringankan beban mereka selama merawat keluarganya di rumah sakit.”

Selama ini ada keluarga pasien yang mengeluh lantaran tidak ada biaya hidup selama merawat pasien di rumah sakit ibu kota Aceh tersebut. Sumbangan nasi berasal dari beberapa warung nasi di Banda Aceh, perseorangan, dan sumbangan dari beberapa pihak.

Program ini sudah dijalankan selama kurang lebih 11 bulan sejak 2015 lalu. “Selama ini rutin kita salurkan setiap harinya, tapi cuma 30 nasi bungkus,” katanya.

“Hari ini 400 nasi yang kita sumbang karena hanya segitu yang mampu kita kumpulkan. Untuk program 1.000 nasi ini kita lakukan dua bulan sekali, tapi yang 30 nasi setiap hari,” tutupnya.[]

Source: Serambi

BFLF Sukses Adakan Kegiatan Aksi Sumbang 1000 Nasi Bungkus

DSC00043

BFLF – Blood For Life Foundation (BFLF) sukses mengadakan kegiatan aksi sumbang 1000 nasi bungkus kepada keluarga pasien di RSUZA Banda Aceh. Dalam aksi ini juga ikut serta direktur RSUZA, dr. Fachrul Jamal,  Rabu, (3/2/2016).

Ketua umum BFLF Michael Octaviano menjelaskan, donatur dalam kegiatan ini berasal dari beberapa pihak yang berhasil dihimpun BLFL,  baik itu melalui media sosial maupun bantuan secara langsung warga Banda Aceh. Donatur aksi ini berasal dari beberapa pihak yang berhasil dihimpun BLFL,  baik itu melalui media sosial maupun bantuan secara langsung di Banda Aceh.

“Untuk hari ini sudah terkumpul 500 bungkus nasi yang siap dibagikan. Targetnya dibagikan kepada seluruh keluarga pasien yang di rawat di RSUZA dan rencananya akan diperluas lagi nanti hingga ke RSU Meuraxa,” kata Michael saat ditanyai.

Michael menjelaskan, engatakan bahwa kegiatan ini terinspirasi dari keluarga pasien anak penderita kanker asal Singkil yang kurang mampu dan dirawat di RSUZA beberapa waktu silam. Ia berharap ke depannya, kegiatan ini lebih di dukung oleh berbagai kalangan sebagai bentuk kepedulian kepada kalangan kurang berada.

Sebenarnya, lanjutnya, BFLF melakukan kegiatan bagi nasi setiap hari kepada 30 keluarga pasien di RSU ZA khususnya keluarga kanker dan thallesemia dan kegiatan tersebut sudah berjalan selama 11 bulan. Untuk kegiatan hari ini merupakan yang pertama dilakukan dan akan berkelanjutan.

“Setiap dua atau tiga bulan sekali nanti akan kita lakukan kembali kegiatan seperti ini,” tambah Michael.[]

Source: Klikkabar.com