Edukasi BFLF

now browsing by category

 

BFLF Salurkan Bantuan Tahap Pertama untuk Korban Gempa Pidie Jaya

img_7049-edit-serah-bantuan

Ketua Umum BFLF Pusat, Michael O Alexander Chan menyerahkan bantuan obat yang langsung diterima oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie Jaya yang turut didampingi oleh Ketua BFLF Aceh Barat Daya, Nasruddin Oos | Foto : Brian Shinobi

BFLF.or.id | Banda Aceh – Blood For Life Foundation (BFLF) telah menyalurkan bantuan tahap pertama untuk korban gempa Aceh yang berada di Kabupaten Pidie Jaya. Ujar Michael O Alexander Chan, Kamis, 8 desember 2016 di Banda Aceh.

“Kemaren (Rabu.red) langsung ke lapangan untuk menyalurkan bantuan, pada hari pertama gempa ini kita salurkan bantuan dari masyarakat berupa air mineral, makanan untuk anak-anak dan obat-obatan.”

Bantuan yang diserahkan BFLF pada tahap pertama donasi dari Masyarakat yang di amanahkan kepada BFLF untuk korban Gempa Aceh di kabupaten Pidie Jaya berupa obat-obatan dan makanan yang sangat mendesak . Adapun obat-obatan yang disalurkan langsung ke RSUD Pidie Jaya dan diterima langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Pidie Jaya berupa;

Antasida Don 9.Paracetamol Tab, Asam Mefenamat 500 10.Infuset GEA, Alkohol 705 300 ml 11.Novadex, Betadin Sol 15 Ml 12.Kasa Hidrofil, CTM 100s 13.Serenity IV, Hansaplas 1226 14. Amoxilin 500 nova, Kapas 100 gram 15.Ranitidin Tab, Verian 16 Cm 16. Ringer Fundin.

“Kadis Kesehatan Pidie Jaya sangat berterima kasih kepada donatur dan BFLF atas atas bantuan obat-obatan karena kebutuhan yang mendesak untuk pasien korban gempa berupa patah tulang, pendarahan, nyeri agar segera diatasi,” Kata Michael

Pada saat penyerahan bantuan kondisi IGD RSUD Pidie Jaya penerangan masih gelap dan ada pasien yang ditangani luka akibat gempa dibantu pihak dokter dan para medis lainnya dengan memakai penerangan Handphone, sedangkan pihak PLN lagi mengusahakan genset.

serah-bantuan

Ketua Umum BFLF Pusat, Michael O Alexander Chan menyerahkan bantuan komplet TKA, TPA, TPQ Al-Istiqamah Gampong Meunasah Bie Kecamatan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya yang turut didampingi oleh Ketua BFLF Aceh Barat Daya, Nasruddin Oos | Foto : Brian Shinobi

Sedangkan bantuan makanan ringan dan minuman mineral kotak BFLF menyalurkan ke tempat pengungsian di komplet TKA, TPA, TPQ Al-Istiqamah Gampong Meunasah Bie Kecamatan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya. Di lokasi tersebut menampung pengungsi masyarakat dari 5 (lima) desa atau Gampong.

Penyerahan dilakukan langsung ke masyarakat yang berada di pelataran mesjid Al Munawarah di saksikan oleh Camat Merdue Safrizal, SSTP dan kordinator logistik pengungsian. Untuk penyaluran tahap kedua BFLF akan lebih fokus kepada sembako bukan mie kemasan, biscuit dan susu anak dan balita serta perlengkapan pampers dan perlengkapan wanita seperti pembalut dan makanan ringan lainnya.

Selain hal tersebut ada juga titik-titik pengungsian yang belum tersentuh bantuan yaitu di Jurong Ara, Meunasah Raya Kecamatan Jangka Buya dan Siblah Coh Kecamatan Ulim. Bagi Masyarakat Banda Aceh dan Sekitarnya BFLF membuka Posko di Rumah Singgah BFLF jalan. PARI NO.22 LAMPRIT atau di belakang Hotel Kuala Radja – Banda Aceh. BFLF juga akan menyiapkan kebutuhan obat untuk diterjunkan ke lokasi bencana. Mari bergerak bersama, bantu korban gempa Aceh. Rekening donasi : BRI 334001022415535 Blood For Life Foundation Konfirmasi transfer/donasi; Michael WA 081260852973.[]

Ambulance dan Relawan BFLF Menuju Lokasi Gempa

1481096863968

Ketua BFLF Pusat, Michael O Alexander Chan (depan) dan Ketua BFLF Aceh Barat Daya, Nasruddin Oos | Foto : Ist

BFLF.or.id | Banda Aceh – Ketua Blood For Life Foundation (BFLF) Pusat, Michael O Alexander Chan bersama rombongan menuju lokasi gempa Pidie dan Pidie Jaya, Rabu 7 Desember 2016.

Rombongan BFLF berangkat menuju ke lokasi siang hari ini dengan ambulance dan  membawa obat-obatan yang akan diberikan kepada korban gempa

“Berdasarkan informasi di lapangan, telah ditemukan 25 orang yang meninggal karena terkena runtuhan bangunan dan ada kemungkinan jumlah korban akan bertambah,” Ujar Michael.

Kemudian kata Michael, “menurut info dari Relawan BFLF yang sudah berada di Lokasi bahwa ambulance sangat dibutuhkan karena masyarakat korban Gempa di Pidie Jaya terus berdatangan memakai mobil Pick Up , Kebanyakan kasus patah tulang, luka robek dan pendarahan.”

15390890_1496071827087410_415425359473566749_n

Foto Korban Gempa Pidie Jaya dari berbagai sumber | Foto : Ist

Lanjut Michael “Sementara sangat dibutuhkan obat-obatan antibiotik seperti anti pendarahan, anti nyeri, benang jahit, salap luka, cairan infus dan Bidai.”

Kemudian, makanan dan snack juga dibutuhkan karena pasien di seluruh Rumah Sakit Sigli baik Pemerintah maupun Swasta full sedangkan rumah makan banyak yang tutup sehingga keluarga susah mencari makanan.

Bagi Masyarakat Banda Aceh dan Sekitarnya BFLF membuka Posko di Rumah Singgah BFLF jalan. PARI NO.22 LAMPRIT DI Belakang Hotel Kuala Radja Banda Aceh. Rencana tim pertama adalah membantu evakuasi korban ke rumah sakit dan membuka posko segar, membuka dapur umum, dan distribusi bantuan logistik.

BFLF juga akan menyiapkan kebutuhan obat untuk diterjunkan ke lokasi bencana. Mari bergerak bersama, bantu korban gempa Aceh. Rekening donasi : BRI 334001022415535 An. Blood For Life Foundation. Konfirmasi transfer atau donasi; Michael WA 081260852973, Nona WA 08236738678.[]

SETETES DARAH DAN CINTA DAHLIA (Episod 7)

pembina-bflf-abdya-muslizar-mt-dan-ketua-bflf-abdya-nasruddin-oos

Pembina BFLF Aceh Barat Daya, Muslizar MT dan Ketua BFLF Aceh Barat Daya, Nasruddin Oos | Foto : Ist

Tak banyak yang harus diceritakan diantara banyaknya janji-janji seperti hujan sore itu, bukan sekedar menguyur tapi tak lagi memperlihatkan birunya langit.

Jalan becek, air terkenang masuki rumah-rumah didindingnya membuat batasan air bila telah surut, bahkan urusan bersih membersih adalah aktivitas warga, membersihkan barang barang rumah tangganya, kapan sekali-sekali gotong royong membersihkan saluran, saluran tertimbun pasir diatas jalan dibawa air setiap hujan menguyur.

Padahal, pingin kalilah berpayung daun pisang namun ditepi jalan terlewati tak ada lagi pakcek dan palot menanam pisang ditepi jalan seperti tempo dulu saat pulang sekolah dalam hujan. Beromantisan dengan kenangan terkadang mendesak menyesak dada.

Ah, kemana si Dahlia ini tanpa sedikit kabar pun dia berbagi dalam setahun terakhir, jangan-jangan dia sibuk dengan kampanye kandidat yang dia dambakan agar terpilih memimpin negeri ini. Sudahlah, ini pun musim politik, pesta demokrasi yang melibatkan semua warga yang sudah punya hak pilih dan terdaftar di daftar pemilih tetap seperti terkoar dari panitia penyelenggara pesta. Coba SMS sajalah kalau di call mana tahu dia lagi ada pertemuan tak diangkat bisa-bisa weuh hate keuh.

OOS ; Salam dek Dahlia, apakabarnya duhai wanita penyelembut hati. Adakah bahagia disana bersamamu atau hatimu diselimuti mendung hingga bening air mata atau senyum pancaran rona bahagia tak lagi terlihat. Bolehkan sedikit masih berbagi kabar?.

DAHLIA : Salam juga Bg OOS, salam juga Orang Orang Sinting, abg apa kabarnya? Bahagia mendengar kabar abg bahagia, akhirnya seorang OOS juga melepaskan masa lajangnya. Udah tak nangis lagi dek bg, selepas hari itu menentukan sikap cinta dan pengabdian yang memang harus sehat. Selebihnya kabar adek penuh senyum rona bahagia bersama orang orang tercinta.

OOS ; Alhamduillah, semoga selalu penuh rona senyum bahagia dalam berbagi dan membantu sesame ya dek. Cinta memang penuh hal hal menakjubkan, terkadang pula diluar nalar tetap mengagumkan ya dek.

DAHLIA : Eh gimana ni aktivitas pendampingan kepada relawan pendonor darah untuk pasien yang membutuhkan darah bg, apa masih banyak yang takut sama jarum suntik ya bg. Dahlia jadi terpikir gini, pas abg BC dibutuhkan darah dan bg upload di facebook, ngeri kali lah dibaca BC OOS dan status OOS sering tentang darah yang menyakitkan dan menakutkan, hingga bg kan, nggak ada yang mau balas atau koment untuk sesuatu yang menakutkan, pun pernah dek baca yg koment di FB abg itu pun dibuat dalam bahasa canda bahwa dia jenuh membaca postingan itu.

OOS : Insha Allah masih, meskipun kini menetap diperbatasan Banda Aceh dengan Aceh Besar aktivitas itu masih kita lakukan bersama kawan-kawan. Apalagi kawan-kawan sudah bertambah yang sudi melakukan mendampingi pendonor dan pasien. Ya nggak boleh berpikir gitu dek,itu kan nggak positif banget pemikirannya, nggak dibalas BC kita, nggak dikoment di FB bukan berarti takut donor darah. Kita berpikir jernih sajalah, mana mungkin status itu tidak terlihat “seksi” hingga tak dilirik sedikitpun untuk digoda.

DAHLIA : ih seksi ni ye, hahahaha bg OOS genit ah. Tapi senanglah. Oh ya bg OOS, Dahlia mau tanya ni, akhir-akhir ini postingan abg kok terlihat banyak seperti pencitraan ya bg, bukan hanya abg sich, kawan-kawan di Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Barat Daya jugaterlihat demikian kek kompak gitu dek lihat bg. Siapa tu namanya bg, Pak Muslizar MT ya? Apa hubungannya dengan BFLF selama ini bg OOS.? Seharusnya bg OOS jangan berpolitik tapi focus saja pada kegiatan kemanusiaan dan fotografer bg.

OOS ;  Oh dek Dahlia yang berbaik hatinya, rupanya itu ya udah hampir dalam setahun ini tak berbagi kabar. Apa perlu kali bg jelaskan tentang keterlibatan bg Muslizar MT dan terlibatnya dalam aktivitas BFLF Aceh Barat Daya. Apa benar seharusnya seorang OOS tidak boleh berpolitik dek? Bukankah memilih dan dipilih itu sudah ada aturannya di Negara yang katanya berdemokrasi ini.

DAHLIA : Perlulah bg, biar dek nggak salah duga, kalau udah ada penjelasan dari bg OOS kan bisa adek tahu tentang ketahuan bg dalam politik itu.

OOS ; baiklah dek, bg mulai dari cikal bakalnya saja dulu ya. Berawal dari main-mainnya kami ke BLU RSUD Teungku Peukan pada akhir tahun 2013, menelusuri lorong lorong dirumah sakit hingga dipojok itu terdapat sebuah kantin, tak begitu jauh dari kamar jenazah terdapat sebuah bangunan Unit Transfusi Darah, jelas kami tak paham lah itu.

Hanya memesan kopi dari sebuah kantin didepan bangunan tempat mencuci kain baik bekas alas kasur pasien maupun kain-kain yang dipakai untuk operasi, didepannya ada kantin yang kami lihat maka duduk kami disana, setelah memesan kopi pancung yang harganya seribu dalam gelas kecil, beberapa orang terlihat keluar dari ruang bangunan UTD dengan wajah pucat, bekas tetesan air mata masih menghuni wajah berkulit sawo matang yang sedikit keriput, dan dari arah yang berbeda terlihat pula empat orang  seperti orang kepanitan.

Biar secepatnya tahu akhirnya, bertanya pada orang kantin tentang ruang apa itu. Dikatakan sama Pak kantin itu bahwa itu yang masuk dan keluar tadi keluarga pasien sedang membutuhkan darah untuk keluarganya, dan stok darah disini terbatas sekali, maka setiap pasien yang perlu darah harus mencari pendonor darah sendiri.

Kembali menikmati kopi, tiba-tiba HP berbunyi melihat dengan segera siapa yang BBM, rupanya ada yang BC pin, dengan bahasa “invite ya teman aku, orangnya cantik, nggak sombong dan enak diajak chat.” Apa pula ini, bg hapus saja, lima menit kemudian masuk lagi BBM dari orang yang sama juga tentang BC pin ya didelete aja di kontak BBM biar cepat selesai.

Diskusilah bersama teman-teman, kita semua aktif di media sosial, kenapa tidak kita gunakan saja media sosial ini untuk menghilangkan kepanitan dan keresahan orang lain. Kalau orang BC pin, BC produk, kita BC saja tentang orang yang perlu darah, di HP kita ka nada daftar kontak teman-teman yang lain, mana tahu ada yang mau mendonorkan darah nanti.

Waktu itu, kita mau buat Bank Darah Abdya, hingga kita buatlah status di FB dan BBM. Terdapat komentar bahwa lembaga yang bergerak dalam bidang yang sama sudah ada dan ada beberapa lembaga, seperti Galery Darah Aceh, Blood For Life Foundation. Dari koment FB tersebut  dibilanglah sama Popy, bagaimana kalau kita bersatu saja dalam satu nama, kapan bg OOS ke Banda nanti kita duduk dan Popy ajak Bg Micheal.

Lantaran sibuk dengan aktivitas, menulis di Media online, di Tabloid Sigupai yang diterbitkan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Sejahtera (BPMPPKS) Aceh Barat Daya dan juga terlibat sebagai fasilitator Pelatihan dan Kampanye dalam program pelayanan bermutu bersama lembaga PEKKA dan LP3A yang didanai oleh LOGICA, serta juga sebagai anggota di P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) Aceh Barat Daya, yang kala itu ada beberapa kasus kekerasan pada anak dan kekerasan seksual  serta kekerasan dalam rumah tangga yang  dilakukan pendampingan walau tidak sampai ke pengadilan, hingga tidak sempat ke Banda Aceh duduk tiga serangkai.

Akhir tahun 2013 dan awal tahun 2014 itu juga musim politik, musim pemilihan para parlementer, legislator penyambung suara-suara rakyat. Banda Aceh dibulan Februari 2014 disalah satu teras warung kopi diseputaran simpang lima kita duduk berbicara disana, Oos, Popy dan Michael. Diskusi tersebut bahwa kita akan bersatu dalam sebuah nama Blood For Life Foundation atau di singkat BFLF, tapi Oos sering menyebutnya Blood For Love (darah untuk cinta).

Akhir bulan februari 2014, bg Muslizar MT itu dek Dahlia sudah mengatakan diri untuk bergabung, sementara waktu itu BFLF Aceh Barat Daya belum kita publis, tapi karena itu musim politik maka kita bilang, kita akan umum bahwa Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Barat Daya pada 15 April 2014 setelah enam hari pencoblosan pemilihan DPRK, DPRA,DPRRI dan DPD. Sementara itu kita masih berbicara pada akhir februari 2014.

Singkat cerita, BC tentang darah kita mulai pada tanggal 15 april 2014.  Semenjak tahun 2014 Muslizar MT sudah aktif mencari pendonor darah, meskipun beliau tidak pandai melakukan BC di BBM waktu itu. Sampai jam 10 malam masih duduk didepan UTD mendampingi pendonor memang tidak tiap malam.

Memang masih sebagai anggota DPRK Aceh Barat Daya yang menghabiskan tahun terakhir periodenya, bahkan pernah kita bahas untuk memiliki bank darah sendiri tetapi secara aturan itu tidak boleh. Makanya BFLF hanya sebagai relawan pencari pendonor darah, mendampingi pendonor dan pasien kurang mampu.

muslizar-mt

Pembina Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Barat Daya, Muslizar MT | Foto : Sifral Jamil

Kini, juga musim politik, berkecimpung dalam politik tapi masih aktif menyalurkan hobi mendampingi pasien lalu tersebutlah itu pencitraan. Ketika ada pasien yang perlu darah dan menelpon apa harus kita bilang tunggu selesai pilkada dulu, ketika ada pasien butuh kemoterapi sementara uang menuju ke Banda tidak dimiliki, lagi pun BFLF Aceh Barat Daya punya mobil ambulance bantuan Bank Aceh karena ketidak terikatan dengan pemerintah dan lembaga tanpa donor. Selain Muslizar MT kita juga punya Pembina beberapa orang lagi seperti Ibu Rabiatul Adawiyah, Kak Safliati, Kak Iik, Kak Dewi, Kak Yanti, Kak Dian, kak Sri Hadayani, bg Harmansyah, Cuma lantaran abg dan kakak lain punya kesibukan. Kalau ada acara baru turun kelapangan baik untuk konsultasi kulit dan kecantikan, konsultasi penanganan kekerasan dalam rumah tangga, konseling dan bimbang lainnya.

Dari dulu sering upload foto kegiatan, pendampingan tapi nggak jadi perhatian ya dek Dahlia, lantaran sekarang Bang Muslizar MT sebagai Wakilnya Akmal Ibrahim dalam Pilkada 2017, saat Akmal Ibrahim sebagai calon Bupati Aceh Barat Daya 2017-2022 memilih Muslizar MT untuk wakilnya hingga dek Dahlia sebut itu pencitraan, akan tetapi setiap aktivitas Muslizar MT tetap selaku Pembina BFLF Aceh Barat Daya, ya tak apa dek. Itu sebuah kewajaran dan kalaupun itu sebagai pencitraan tidak melanggarkan secara Undang Undang, tersebab ukuran ikhlas hanya ada dihati. Dek Dahlia, ngantuk ya bacanya, karena bertele-tele lagi abg tulis, sampai terkirim berapa halaman ya, pasti bosan tu, hehehehe.

DAHLIA : Jadi, pak Muslizar MT itu sudah ada sejak awal bergerak BFLF Aceh Barat Daya bg OOS ya, bukan karena musim Pilkada ini ya, dek pikir baru-baru inilah bg. Hehehehe baru ingat dek bg, Pak Muslizar MT itu yang datang ke Ruang Rindu B saat nenek Dahlia perlu Darah B dan pacar Dahlia waktu itu nggak berani donor darah ya bg Oos. Ih bg Oos ni, benci li lah kita, nggak dibilangnya kalau bapak itu adalah Pak Muslizar MT.

OOS ; ya, Dek ja kek menghindar gitu, bagaiman bisa bilang. Nah, jika mau kupas tuntas tentang Pencitraan Musizar MT selaku Pembina BFLF Aceh Barat Daya, kita ngopi aja dek Dahlia ya, ajak kawan-kawannya.

DAHLIA : bg OOS kan di Banda, sementara Dahlia ada di Blangpidie, kek mana bisa ngopi sama bg OOS, kek mana sich bg OOS ini.

OOS ; kalau ntar abg nggak sempat ngopi sama adek, ya adek dan kawan-kawan ngopi aja sama Pembina BFLF Aceh Barat Daya, Muslizar MT, Tanya aja tentang aktifitas dan pendampingan serta bagaimana kedepan. Kan gampang itu, sementara abg di Banda tetap ngopi dek.

DAHLIA : Ntar Dahlia kabari dulu sama kawan-kawan ya bg Oos, ntar Dahlia kabari sama bg OOS ya, kalau ntar ada bg OOS kan bisa belajar buat kue Bolu, di uploadnya foto buat bolu tidak dibaginya bolu buat Dahlia.

OOS : Insha Allah adek ya, ntar kita buat kue ya apalagi kalau adek ke Banda,ntar kan bisa buat bolu bareng kakak dirumah, oh ya dek, kapan kapan kita komunikasi lagi ya, maaf karena ini abg mau ke RSUDZA dulu, ada pasien yang baru tiba dari Aceh Singkil, dan ini juga bukan pencitraan  ya, jangan ntar dibilang “POLITIK CINTA OOS”.

DAHLIA : oke bg OOS, salam ya sama kakak, dan salam juga sama pasiennya semoga lekas sembuh. Tetap semangat ya bg OOS, semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah.

Kembali ke jalan, menelusuri areal perbatasan kota dengan kabupaten ini melewati beberapa kedai kopi kiri dan kanan sebelum tiba di RSUDZA. Dijalan hati-hatilah, jangan ngebut, jangan buang darah anda sia-sia dijalan mending di donor saja.

 

Salam Sayang penuh cinta selalu dan selalu ada cinta untuk cinta

Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Barat Daya

NASRUDDIN OOS

Lampermai, Cot Iri – Ulee Kareng. 6 desember 2016, pukul 11:06 WIB

Cor Pondasi Rumah Biyah Sudah Dikerjakan, Masih Dibutuhkan Uluran Tangan Dermawan

Warga Gampong Kota Bahagia sedang gotong royong membangun rumah Ibu Biyah. | Foto : Sifral Jamil

Warga Gampong Kota Bahagia sedang gotong royong membangun rumah Ibu Biyah. | Foto : Sifral Jamil

BFLF.or.id | ACEH BARAT DAYA – Pembangunan rumah untuk Biyah (56) janda miskin yang menempati rumah reot seorang diri telah dimulai dengan pondasi yang dilakukan secara gotong royong oleh warga gampong setempat.

Rumah dibangun untuk Biyah tersebut diatas tanah wakaf yang tidak jauh dari gubuk reot ditempati Biyah selama ini. Hanya berjarak sekitar 500 meter masih di Lorong Irigasi Gampong Kota Bahagia Kecamatan Kuala Batee Kabupaten Aceh Barat Daya.

Selama beberapa tahun terakhir janda miskin tanpa anak tersebut tinggal digubuk reot dengan menumpang dikebun milik orang, sehingga adiknya Nur Hayati mewakafkan tanahnya satu pintu untuk dibangun rumah Biyah. Menyakut Nur Hayati mewakafkan tanahnya sudah diutarakan kepada pengurus Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Barat Daya sebelum pengalangan dana dimulai.

Rumah Ibu Biyah di Lorong Irigasi Gampong Kota Bahagia Kecamatan Kuala Batee - Aceh Barat Daya | Foto : Nasruddin Oos

Rumah Ibu Biyah di Lorong Irigasi Gampong Kota Bahagia Kecamatan Kuala Batee – Aceh Barat Daya | Foto : Nasruddin Oos

Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua Panitia Pelaksana “Rumahmu, Amal Ibadah ku”, Asrul Madi. “Iya rumah untuk Ibu Biyah sudah mulai dibangun diatas tanah wakaf, namun masih di gampong yang sama dan tidak jauh dari rumah yang selama ini ditempati.” Sabtu, 3 desember 2016.

Kemudian kata Asrul “Pembangunan rumah untuk Ibu Biyah sudah kita mulai Jumat, 2 desember 2016, namun mengigat material dan dana yang sudah terkumpul ini belum mencukupi. Kita masih sangat mengharapkan bantuan dari dermawan lainnya.”

1466232039398

Ketua Panitia Pelaksana “Rumahmu, Amal Ibadahku” Asrul Madi saat bersama Ibu Biyah. | Foto : Nasruddin Oos

Sementara Geuchik Gampong Kota Bahagia, Erlis menyikapi hal tersebut dengan positif menyangkut pembangunan rumah untuk salah seorang warga gampong yang dia pimpin.

“Alhamdulillah, untuk rumah Nek Biyah ini sudah beberapa kali dinaikkan proposal terhadap pembangunan rumah nek Biyah ini tapi tidak ada tanggapan dari pemerintah.” Ujar Erlis

Kemudian Erlis menambahkan “Memang sangat layak pembangunan rumah Nek Biyah ini dibangun, apa lagi buat fakir miskin seperti nek Biyah.”

Keaktifan warga Gampong Kota Bahagia Kecamatan Kuala Batee sangat luar biasa terhadap pembangunan rumah Biyah yang dilakukan secara gotong royong dan juga tidak terlepas Babinsa yang turut aktif. Kini pondasi rumah Biyah sudah ada, kegembiraan pun sudah terlihat dalam rasa syukur kepada Allah SWT dan pihak keluarga pun sangat berterimakasih terhadap bantuan yang diberikan untuk membangun rumah untuk Biyah.

1466231891688

Dalam pengalangan dana yang digagas oleh Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Barat Daya yang juga bekerjasama dengan komunitas Fotografer komfOOs, DPC POSPERA Aceh Barat Daya, Dandim 0110 melalui Koramil Kuala Batee memang penyumbang tidak terbatas ada dari masyarkat biasa, make up, fotografer, politisi, anggota DPRA, Darwati, ibu rumah tangga, bahkan dari pemuda dan mahasiswa serta dari berbagai elemen lainnya.

Sisa uang dari pengalangan dana yang terkumpul diluar material sekitar Rp. 6 juta kini tinggal Rp. 2,5 juta lagi. Apalagi para tukang sekitar 3 (tiga) orang meminta upah sekitar Rp. 100.000 per hari. Sementara material yang masih sangat dibutuhkan berupa, semen, balok kayu 10/10, 5/10, 5/5, seng gelombang (BJLS) dengan rabung seng, papan cetak, papan dinding dan lisplank, pasir plaster, kerikil cor, batu kali untuk pondasi, timbunan (tanah / tasirtu), paku (ukuran campur), kayu kusen, pintu lengkap Engel, pacok dan kunci, jendela lengkap engsel dan pacok, listrik lengkap dan lain lain.

Bagi saudara yang ingin menjadi donatur untuk pembangunan rumah Ibu Biyah janda yang selama ini menempati gubuk reot, bertajuk “Rumahmu, Amal Ibadahku,” dapat menghubungi nomor kontak 081260852973 (Ketua BFLF Pusat, Michael ) dan 085277339902 (Ketua Panpel, Aroel) 085265884688 (Bendahara, Ardy Batee). Untuk bantuan dapat mengirim ke nomor rekening 3340-01-022415-53-5, Bank BRI atas nama Blood For Life Foundation.[]Sifral Jamil

Penelitian: Kangker Lebih Membunuh dari AIDS dan Malaria

Kangker pada anak

BFLF – Setiap tanggal 4 Februari dunia memeringatinya sebagai Hari Kanker. Meski bukan penyakit menular, kanker juga seperti epidemi karena terjadi seluruh dunia. Penelitian menunjukkan, Penyakit kanker membunuh orang lebih banyak dari pada total kematian yang diakibatkan AIDS, tuberkulosis, dan malaria.

Tema Hari Kanker tahun 2016 ini adalah “We Can. I Can.” Lewat tema ini semua pihak diharapkan mau terlibat melakukan pencegahan kanker, mulai dari deteksi dini, vaksinasi, menjaga pola hidup, serta pengendalian tembakau. “Kita dan saya” bisa mencegah kanker bersama-sama.

“Hari Kanker 2016 bisa menjadi kesempatan untuk merefleksikan semua yang bisa kita lakukan untuk menurunkan dampak dari penyakit yang sangat merusak ini, sekarang dan di masa depan,” kata Tezer Kutluk, Presiden the Union for International Cancer Control (UICC), sebuah lembaga nonpemerintah internasional yang bergerak di bidang pencegahan kanker dalam situs worldcancerday.org.

Lebih dari sepertiga kanker bisa dicegah lewat perubahan pola hidup. UICC juga mendorong setiap orang untuk menurunkan risiko kanker.  Langkah sederhana seperti berhenti merokok, mengurangi asupan daging merah dan yang diproses, rutin berolahraga, dan mengurangi asupan alkohol, bisa menjadi cara utama mencegah kanker.

Pada tahun 2030 diperkirakan lebih dari 12 juta orang akan mati akibat kanker pertahun. Di negara berkembang yang fasilitas deteksi dini dan pengobatannya belum memadai, angka kematiannya lebih besar dibanding di negara maju.[]

Source: Kompas

Foto Penyuluhan Gizi Bersama AMSA Unsyiah

BFLF – AMSA FK Unsyiah bekerja sama dengan beberapa pihak, termasuk BFLF sukses melakukan penyuluhan gizi, pemeriksaan gizi anak dan pembagian makanan sehat di Gampong Jawa, tepatnya dekat lokasi TPS (Tempat Pembuangan Sampah) Banda Aceh. Acara ini diselenggarakan dalam rangka meyambut hari gizi nasional yang jatuh pada 25 Januari bulan lalu. Kegiatan ini digelar Senin,  8 Februari 2016. Berikut adalah beberapa dokumentasi kegiatan:

AMSA BFLF

BFLF

BFLF Partner

BFLF dan Unsyiah

BFLF Aceh

BFLF Rumah Zakat Aceh

AMSA Unsyiah

Apa Itu Hemofilia?

Penderita-Hemofilia BFLF

BFLF – Banyak di antara kita yang belum mengenal hemofilia. Termasuk gejala dan cara penanganannya. Padahal penderita hemofilia yang ditangani dengan tepat akan mampu menjalani aktivitas seperti biasa. Penyakit hemofilia tidak mengenal ras dan dapat ditemukan di seluruh dunia termasuk di Indonesia.

Pada tahun 2011, jumlah pasien hemofilia di Indonesia mencapai 1.388 orang. Namun, Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI) memperkirakan jumlah pasien hemofilia mencapai lebih dari 20.000 orang. Perbedaan angka tersebut dikarenakan keterbatasan informasi dan rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai penyakit ini. Akibatnya penderita hemofilia banyak yang tidak terdeteksi.

Pengertian Hemofilia dan Jenis-jenisnya

Hemofilia berasal dari bahasa Yunani Kuno, terdiri dari 2 kata yaitu haima dan philia. Haima berarti darah sedangkan philia berarti cinta atau kasih sayang. Hemofilia adalah suatu penyakit yang diturunkan, dari ibu kepada anaknya pada saat sang anak tersebut dilahirkan. Darah pada seorang penderita penyakit hemofilia tidak dapat membeku dengan sendirinya secara normal. Proses pembekuan darah pada penderita penyakit ini tidak secepat orang normal.

Darah BFLFPenderita penyakit hemofilia kebanyakan mengalami gangguan pendarahan di bawah kulit. Misalnya luka memar jika sedikit mengalami benturan, atau luka memar yang timbul dengan sendirinya ketika penderita melakukan aktivitas berat. Contoh lainnya adalah pembengkakan pada persendian seperti lutut, pergelangan kaki, atau siku tangan. Pada beberapa kasus juga ditemui pendarahan di saluran cerna. Hemofilia bisa membahayakan jiwa penderitanya jika pendarahan terjadi pada bagian organ tubuh vital seperti pendarahan otak.

Hemofilia terbagi atas dua jenis, yaitu hemofilia A dan hemofilia B. Hemofilia A dikenal juga dengan nama hemofilia klasik. Jenis inilah yang paling banyak kekurangan faktor pembekuan darahnya. Faktor pembeku darah yang dimaksud adalah faktor VII. Hemofilia A umumnya menyerang pria. Wanita pada umumnya hanya bersifat karier atau pembawa sifat. Wanita yang menderita penyakit hemofilia dikarenakan ibunya yang karier dan ayahnya yang juga penderita.

Hemofilia B dikenal juga dengan nama Christmas disease yang diambil dari nama penemunya, Steven Chirstmas asal Kanada. Jenis ini kekurangan faktor IX protein darah sehingga menyebabkan masalah pada pembekuan darah. Baik hemofili A ataupun B keduanya adalah penyakit yang jarang ditemukan. Hemofilia A terjadi sekurang-kurangnya 1 di antara 10.000 orang. Sedangkan hemofilia B lebih jarang ditemukan, yaitu 1 di antara 50.000 orang.

Apa Penyebab Hemofilia?

Pada orang normal, apabila terjadi luka maka luka tersebut akan segera mengering. Hal ini terjadi karena adanya sistem pembekuan darah. Proses pembekuan darah dimulai dengan pengerutan pembuluh darah di sekitar luka. Tujuannya agar darah yang mengalir dapat dikurangi. Selanjutnya trombosit akan menutup luka pada pembuluh darah. Lalu faktor-faktor pembeku darah bekerja membuat anyaman (benang-benang fibrin) yang akan menutup luka pada pembuluh darah.

penyebab-hemofilia BFLFPada penderita penyakit hemofilia, terdapat gangguan di sistem pembekuan darahnya. Mereka kekurangan faktor-faktor pembeku darah. Akibatnya, luka yang seharusnya mengering akan terus-menerus mengeluarkan darah. Atau pada kasus ringan luka tetap bisa mengering namun membutuhkan waktu yang lama. Kekurangan faktor-faktor pembeku darah ini lah yang menjadi penyebab hemofilia.

Hemofilia A dan B dapat digolongkan dalam 3 tingkatan yaitu ringan, sedang, dan berat. Penderita hemofilia ringan lebih jarang mengalami pendarahan. Mereka mengalaminya hanya dalam situasi tertentu seperti operasi, cabut gigi, atau ketika mengalami luka yang serius. Wanita hemofila ringan mungkin akan mengalami pendarahan lebih pada saat menstruasi.

Penderita penyakit hemofilia sedang lebih sering terjadi pendarahan dibandingkan hemofilia ringan, namun tidak separah hemofilia berat. Pendarahan kadang terjadi akibat aktivitas tubuh yang terlalu berat, seperti olahraga yang berlebihan. Sedangkan penderita hemofilia berat adalah yang paling parah. Mereka hanya memiliki kadar faktor VII atau IX kurang dari 1% dari jumlah normal di dalam darahnya. Penderita hemofilia berat dapat mengalami pendarahan beberapa kali dalam sebulan. Terkadang pendarahan terjadi begitu saja tanpa sebab yang jelas.

Sebanyak 70% hemofilia disebabkan karena faktor genetik. Bahkan sejak masih janin dalam kandungan seorang anak sudah dapat diprediksi mengalami penyakit hemofilia atau tidak. Caranya adalah dengan melakukan screening test.

Tanda dan Gejala Hemofilia

Salah satu tanda yang paling sering muncul dari hemofilia adalah lebam di kulit. Lebam adalah warna kulit yang kebiruan yang menandakan bahwa ada pendarahan di bawah kulit. Misalnya tejadi di otot atau sendi. Pada orang normal juga terkadang mengalami kebiruan di beberapa bagian tubuh seperti itu, tetapi akan menghilang dalam beberapa hari. Namun jika lebam meliputi area tubuh yang luas, atau disertai bengkak kemerahan di sekitarnya, maka segera periksa ke dokter. Bisa jadi itu adalah gejala hemofilia.

Pada pria yang mengalami hemofilia, seringkali tandanya didapat saat ia disunat. Pendarahan yang terjadi akibat penyunatan akan lama sekali berhenti. Jika hal itu terjadi, maka orangtua harus waspada terhadap kemungkinan hemofilia.[]

Source: Kesehatan.co dan pernah dimuat di majalah Dokter Kita edisi 11 tahun IV

Foto Kegiatan Lomba Mewarnai Bersama Penderita Thallasemia

Lomba Mewarnai bflf 1`

BFLF – Sebagai satu organisasi yang intens memperhatikan para pendertita thallasemia, hemofilia dan kanker anak, khususnya anak-anak, BFLF membuat kegiatan lomba mewarnai bersama orang tua pasien. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 26, 27 dan 28 Januari 2016 di Sentral Thalasemia & Onkologi RSUZA dan terlaksana dengan lancar dan sukses.

Kegiatan ini  terselenggara berkat kerjasama Dr. Heru Noviat, Sahabat BFLF, Komunitas Verizone dan Seluruh Bunda Perawat Thalasemia.  Insha Allah, Kegiatan ini akan kita laksanakan setiap dua bulan sekali sebagai motivasi buat adik-adik penderita thallasemia, hemofilia dan kanker anak untuk dapat rutin transfusi dan pengobatan Thalasemia di RSUZA. Selamat Kepada adik yang telah mengikuti Lomba mewarnai di Sentral Thalasemia RSUZA.

  • Juara 1 : Fazira (082367231130)
  • Juara 2 : Erna Fitri (082364058225)
  • Juara 3 : Muna Rahmy (0852775060). 

Berikut foto kegiatan lomba mewarnai tersebut:

Lomba Mewarnai bflf 1`

Lomba BFLF

Lomba Mewarnai bflf 2

Mewarnai bflf

Lomba Mewarnai bflf

Lomba Mewarnai

Kenali Delapan Jenis Kangker pada Anak

tumor-15438_2

BFLF – Data statistic resmi dari IARC (International Agency for Research on Cancer) menyatakan bahwa 1 dari 600 anak akan menderita kanker sebelum umur 16 tahun. Penyakit kanker pada anak membutuhkan penanganan dengan keahlian, sarana dan prasarana khusus. Apabila kanker menimpa pada anak, maka akan merupakan beban yang kompleks bukan hanya bagi orang tua tetapi juga pada saudara-saudaranya, dokter, perawat, sekolah dan masyarakat serta lingkungannya.

Kanker pada anak diperkirakan mencapai 1% dari jumlah penyakit kanker secara menyeluruh, namun kanker pada anak dapat disembuhkan bila dideteksi secara dini dan pengobatan serta perawatannya dilaksanakan dengan sarana prasarana yang memadai. Dikutip dari smallcrab, berikut delapan jenis kanker yang umum menyerang anak-anak:

1. Leukimia (kanker darah)

Leukimia adalah kanker pada anak yang paling banyak dijumpai pada anak-anak, yaitu sekitar 33 persen dari seluruh kanker yang ada pada anak-anak. Leukimia mempunyai harapan sembuh dengan pengobatan yang tepat dan benar. Gejala yang perlu diwaspadai dan sering ditemukan pada leukimia antara lain pucat, demam atau pendarahan yang tidak jelas sebabnya, nyeri tulang dan pembengkakan perut.

2. Tumor otak dan sistem saraf

Kanker otak dan sistem saraf merupakan kanker kedua yang banyak menyerang anak, yaitu sekitar 21 persen. Sebagian besar kanker otak yang terjadi pada anak-anak melibatkan batang otak atau otak kecil.  Tumor pada otak dapat mengganggu fungsi dan merusak struktur sususan saraf pusat, karena terletak di dalam rongga yang terbatas (rongga tengkorak).

Gejala yang harus diwaspadai pada tumor otak adalah sakit yang disertai mual sampai muntah-muntah. Dapat pula disertai daya penglihatan berkurang, penurunan kesadaran atau perubahan perilaku. Pada bayi biasanya ubun-ubun besar menonjol. Hal lain yang perlu dicurigai adalah bila terdapat gangguan bicara dan keseimbangan tubuh, anggota gerak melemah atau kejang.

3. Retinablastoma (kanker mata)

Retinablastoma adalah kanker mata yang sering dijumpai pada anak. Gejala yang perlu duawasi ialah adanya bercak putih di bagian tengah mata yang seolah bersinar bila kena cahaya seperti mata kucing. Hal lain yang perlu diperhatikan ialah penglihatan yang terganggu, mata menjadi juling dan bila telah lanjut maka bola mata menonjol keluar.

4. Limfoma (getah bening)

Limfoma maglia adalah kanker kelenjar getah bening, kanker ini biasanya ditandai dengan pembesaran dan pembengkakan kelenjar getah bening yang cepat tanpa disertai rasa nyeri. Pembesaran kelenjar getah bening yang cepat tanpa disertai rasa nyeri. Pembesaran kelenjar getah bening di daerah leher, ketiak dan atau selangkangan serta usus tanpa disertai rasa nyeri.

Bila timbulnya di kelenjar getah bening dalam usus maka dapat menyebabkan sumbatan pada usus dengan gejala sakit perut, muntah, tidak bisa buang air besar dan demam. Bila tumbuh di daerah dada maka dapat mendorong atau menekan saluran nafas. Menyebabkan sesak nafas dan muka membiru.

5. Neuroblastoma

Neuroblastoma adalah suatu gejala jenis kanker saraf yang dapat menunjukkan banyak gejala, tergantung pada lokasinya. Neuroblastoma dapat terjadi di daerah leher atau rongga dada dan mata. Bila terdapat di daerah mata dapat menyebabkan bola mata menonjol, kelopak mata turun dan pupil melebar.

Bila terdapat di tulang belakang dapat menekan saraf tulang belakang dan mengakibatkan kelumpuhan yang cepat. Tumor di daerah perut akan teraba bisa sudah besar. Penyebaran pada tulang dapat menyebabkan patah tulang tanpa sebab, tanpa nyeri sehingga penderitanya pincang mendadak.

6. Tumor Wilms

Tumor Wilms adalah kanker ginjal yang paling sering dijumpai pada anak. Kanker ini dapat ditandai dengan kecing berdarah, rasa tidak enak di dalam perut dan bila sudah cukup besar teraba keras, biasanya diketahui ketika anak dimandikan.

7. Rabdomiosarkoma

Kanker ini dijumpai pada otot di mana saja, biasanya pada anak di daerah kepala, leher, kandung kemih, prostat (kelenjar kelamin pria) dan vagina. Gejala yang ditimbulkan bergantung pada letak kanker. Pada rongga mata menyebabkan mata menonjol keluar. Di telinga menyebabkan nyeri atau keluarnya darah dari lubang telinga. Di tenggorokan menyebabkan sumbatan jalan nafas, radang sinus (rongga sekitar hidung), keluar darah dari hidung (mimisan) atau sulit menelan.

Di saluran kandung kemih menyebabkan gangguan buang air kecil atau air seni berdarah. Bila mengenai saluran pencernaan dapat mengalami gangguan buang air besar. Bila mengenai otot anggota gerak akan membengkak.

8. Osteosarkoma atau kanker tulang

Osteosarkoma adalah kanker pada tulang. Pembengkakan yang cepat apabila disertai rasa nyeri perlu diwaspadai sebagai kemungkinan adanya kanker tulang. Kanker tulang dapat menyerang setiap bagian tulang, tetapi yang terbanyak ditemukan pada tungkai lengan dan pinggul. Kadang-kadang didahului oleh benturan keras seperti jatuh dan sebagainya. Jenis kanker tulang yang menyerang anak-anak yaitu:

  • Osteosarcoma, kanker ini tidak menyebabkan rasa sakit atau gejala sampai timbul bengkak, tapi terkadang timbul rasa sakit pada tulang yang semakin lama semakin memburuk.
  • Ewing sarcoma, kanker tulang ini jarang terjadi, biasanya ditandai dengan rasa nyeri di tulang dan sebagian besar ditemukan pada remaja pria.

Source: Smallcrab.com

BFLF Terima Bantuan Komputer dari Dinas Sosial

1452071342907

BFLF – Setelah mendapatkan penghargaan sebagai ORSOS berprestasi lima besar tingkat nasional pada tahun 2014 lalu. Sebagai bentuk penghargaan tersebut maka Dinas Sosial Aceh memberikan bantuan komputer kepada Blood For Life Foundation (BFLF). Bantuan tersebut diberikan untuk operasional kantor BFLF yang diterima langsung oleh Pimpinan BFLF, Michael Octaviano.

Komputer tersebut diserkan pada Desember 2015 lalu, bantuan ini berjumlah satu unit computer 27 inc. Sebelumnya Dinas Sosial Aceh juga telah memberikan bantuan yang sama kepada BFLF sebagai alat operasional kantor. Sebelumnya BFLF memiliki dua unit komputer dan satu laptop, namun satu komputer telah rusak dan tidak bisa digunakan lagi. Jadi hanya tersisa satu computer dan satu leptop saja. Namun alat tersebut tidak dapat mendukung administrasi dan kegiatan BFLF karna keterbatasan alat operasional kantor.

Dengan adanya bantuan tersebut maka BFLF memiliki tambahan komputer yang dapat di operasionalkan untuk kegiatan kegiatan BFLF seperti desing publikasi, surat menyurat, proposal dan lain sebagainya.[]