Donor Darah

now browsing by category

 

Najwa dan Thallasemia yang Dideritanya

18301939_1245813208869752_7309359530790144289_n

Najwa Nitami (baju biru) duduk dipangkuan ibunya serta didampingi oleh Relawan BFLF Aceh Barat Daya. Foto Dok Bflf Abdya

BFLFAbdya.org | Blangpidie – Najwa Nitami (6 thn) penderita thallasemia dari keluarga kurang mampu ini pertama sekali bertemu dengan Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Barat Daya pada bulan November 2016. Lewat saluran telpon tersebut berkomunikasi agar mendapatkan tempat tinggal saat ke Banda Aceh untuk transfusi di RSUD dr.Zainoel Abidin. Lelaki kurus, kulit hitam rambut beruban tersebut berprofesi sebagai sopir mengangkut material bahan bangunan seperti pasir di Aceh Barat Daya, ya lelaki tersebut yang telah lama hidup dalam perantauan bernama nama lengkap Suhaimi. Najwa Nitami melakukan transfusi pertama sekali di ruang thallasemia RSUDZA Banda Aceh tersebut sekitar tanggal 8 November 2016, anak dari Suhaimi ini dirujuk dari BLU RSUD Teungku Peukan Aceh Barat Daya, selama di Banda Aceh Suhaimi, bersama istri dan Najwa serta adik dari Najwa tersebut tinggai di Rumah Singgah BFLF yang waktu itu masih beralamat di jalan Pari No.22 Lampriet. Setelah pulang dari transfusi tersebut, BFLF Aceh Barat Daya sudah mengkomfirmasikan kepada ayah Najwa untuk dapat memberikan jadwal transfusi selanjutnya, bila tidak ada ongkos mobil biar difasilitasi oleh BFLF Abdya. Tanpa kabar, beberapa hari lalu BFLF Aceh Barat Daya mendapat kabar kalau ayah Najwa mengalami kecelakaan dua bulan lalu dan kakinya patah, padahal Najwa sudah harus melakukan transfusi, namun alasan ayahnya menunggu kesembuhan dia dulu. Sehingga bertepatan pada hari Thallasemia sedunia, Senin sore 08 Mei 2017, BFLF Aceh Barat Daya bersilaturrahmi dengan Najwa Nitami berserta keluarganya, dalam rombongan tersebut para Relawan BFLF Aceh Barat Daya, Wardiati, Yulizar,  Yona Novita yang didampingi oleh Dewan Pengawas BFLF Aceh Barat Daya, Dewi Ummi Aisyah. Seperti diceritakan oleh Wardiati As Sajida Adam  melalui dinding facebooknya “Thalasemia adalah kelainan darah yang diturunkan yang mana tubuh tidak memproduksi cukup Hemoglobin sehingga mengakibatkan jumlah Hemoglobin didalam tubuh sedikit. Saat tubuh kekurangan Hemoglobin, sel darah merah tidak bisa berfungsi dengan baik yang mengakibatkan seseorang terkena anemia dengan gejala mudah merasa lelah, lemah, bahkan sesak nafas.” Dalam rangka memperingati Hari Thallasemia Sedunia, Relawan BFLF Aceh Barat Daya bersilaturrahmi ke kediaman Najwa Nitai, di Gampong Kuta Tinggi, Kecamatan Blangpidie, Najwa adalah pasien Thallasemia dampingan BFLF Aceh Barat Daya yang saat ini sebenarnya sudah harus transfusi darah lagi namun terkendala karena ayahnya yang berprofesi sebagai sopir truk mengalami kecelakaan sekitar 2 (dua) bulan lalu dan menyebabkan kaki patah dan keadaannya sampai sekarang ini belum stabil apalagi lukanya masih basah. “Najwa sekarang lebih cepat lelah, matanya kadang-kadang sembab, dan kalau malam dia sering kali diminta kusuk karna badannya sakit-sakit. Mungkin penyebabnya karna selama 6 bulan terakhir ini Najwa belum pernah transfusi darah lagi,” Ungkap Ibu Najwa. Kini, Najwa duduk di Kelas I Sekolah Dasar (SD) Kuta Tinggi,  saat ini ada ujian sekolah kenaikan kelas. Ibu Najwa juga mengungkapkan kalau anaknya tersebut memiliki semangat yang luar biasa dalam belajar. Semangat yang tinggi ini kemudian membuat orang tua Najwa semakin bersemangat untuk membuat anaknya tegar dalam melawan penyakitnya tersebut. Semoga Najwa dan keluarga selalu diberikan kesehatan, umur panjang, mudah rezeki, dan selalu tegar dalam menerima setiap ujian ini. Dan juga untuk kita semua, semoga kita selalu dilapangkan hati, diberikan kekuatan, dan tergerak jiwa untuk berbagi dengan sesama Hamba. “Tidaklah sakit seorang Mukmin, laki-laki dan perempuan, dan tidaklah pula dengan seorang muslim, laki-laki dan perempuan, melainkan Allah S.W.T menggugurkan kesalahan-kesalahannya dengan hal itu, sebagaimana bergugurannya dedaunan dari Pohon (HR. Ahmad),”  Ujar Wardiati As Sajida Adam dalam dinding facebooknya. Sahabat, mari kita saling berbagi, membantu sesama pada yang membutuhkan. Salam Sayang Penuh Cinta Selalu dan Selalu Ada Cinta Untuk Cinta. BFLF Aceh Barat Daya.

BFLF dan ITD RSUZA Laksanakan Kegiatan Donor Darah

Donor darah BFLF

BFLF –  Meningkatnya kebutuhan darah di Rumah Sakit kian bertambah setiap harinya. Dalam satu hari saja pihak RSUZA Banda Aceh harus mengeluarkan puluhan kantong darah untuk pasiennya. Dalam upaya pemenuhan kebutuhan tersebut, maka pihak Rumah Sakit intens melakukan kegiatan donor darah yang bekerja sama dengan Blood For life Foundation (BFLF).

BFLF adalah organisasi yang yang fokus terhadap pendampingan darah untuk pasien. Disamping itu BFLF juga berperan aktif untuk mencari pendonor yang bersedia mendonorkan darahnya. Namun, untuk mencari orang tersebut tidaklah mudah. Maka dari itu, BFLF dan Intsalasi Transfusi Darah (ITD) RSUZA terus melakukan kegiatan donor darah dalam upaya pemenuhan kebutuhan darah.

BFLF Donor darah di SMA 5 DKI JakartaBekerjasama dengan ITD RSUZA, BFLF melaksanakan kegiatan donor darah di SMAN 4 DKI Banda Aceh di Lampineung, Banda Aceh Minggu (24/1/2016). Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka reunian alumni SMAN 5 Banda Aceh juga bekerjasama dengan pihak sekolah tersebut. Kegiatan ini berlangsung di halaman depan sekolah dari pukul 08.30 – 14.00 WIB. Dengan  rangkaian acara yaitu donor darah, pameran dan posko penerimaan bantuan untuk Rumah Singgah BFLF yang berlokasi di Lampineung Banda Aceh.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat terutama untuk menjawab kebutuhan darah bagi pasien dan anak anak Thalassemia di RSUZA Banda Aceh,” kata Pimpinan BFLF, Michael Octaviano.

“Kami berharap tidak hanya SMA ini saja yang melaksanakan kegiatan donor darah, namun dapat di ikuti oleh SMA seluruh Kota Banda Aceh,” lanjutnya.

Dalam kegiatan ini pihak ITD telah berhasil mengumpulkan 30 kantong darah. Kegiatan ini berlangsung sangat meriah yang di ikuti oleh alumni SMAN 5 Banda Aceh serta siswa SMAN 4 DKI Banda Aceh.[]

Bersama ERCI, BFLF Adakan Donor Darah Peduli Thalassemia

peduli thalassemia

BFLF – Berbagai kegiatan positif digelar komunitas Suzuki Ertiga. Kali ini, datang dari keluarga Ertiga Banda Aceh, yang tergabung dalam Ertiga Club Indonesia (ERCI) Chapter Aceh. Acara ini di  showroom PT Armada Banda Jaya dengan tema ‘Setetes darah Anda, kehidupan bagi mereka’.

Acara ini digelar sebagai bentuk kepedulian sekaligus ajang silaturahmi keluarga Ertiga dengan pederita Thalassemia. Sebagai catatan, Thalassemia merupakan kelainan darah yang sifatnya menurun (genetik), di mana penderitanya mengalami ketidakseimbangan dalam produksi hemoglobin (Hb).

Selain diikuti komunitas Ertiga dan anak-anak penderita Thalassemia, acara ini juga dimeriahkan dengan bergabungnya Blood For Life Foundation (BFLF) dan beberapa customer Suzuki yang ada di Banda Aceh dan daerah sekitarnya.

Dalam kesempatan itu, Branch Manager Suzuki Armada Banda Jaya, Khairul Misbah menegaskan bahwa kegiatan sosial ini diadakan sebagai bentuk kepedulian Suzuki terhadap penderita Thalassemia khususnya di Aceh.

Diharapkan, dengan terselenggaranya acara ini, beban anak-anak penderita Thalassemia akan berkurang, sekaligus dapat mengetuk pintu hati masyarakat Aceh untuk lebih peduli kepada anak-anak penderita Thalassemia.

Menurut Michael Octaviano selaku Ketua BFLF, di Aceh saat ini terdapat lebih dari 250 anak yang menderita Thalassemia. Dan untuk setiap anak penderita Thalassemia paling tidak membutuhkan 2 kantung darah setiap bulannya.

“Salah satu orangtua penderita Thalassemia bernama Pak Ilyas dari Aceh Selatan, selama tiga tahun harus ke rumah sakit setiap bulannya, dengan mengendarai sepeda motor bersama istrinya,” kata Octaviano.

“Mereka harus menempuh perjalanan selama 24 jam menuju Banda Aceh bersama anaknya yang menderita Thalassemia sejak usia dua tahun,” lanjut Octaviano.

Dalam kegiatan donor darah ini, ERCI berhasil mengumpulkan sebanyak 33 kantong darah. Selain kegiatan donor darah, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan berbagai acara hiburan untuk menghadirkan senyuman bagi anak-anak penderita Thalassemia yang selama ini harus menderita.

Source: Viva

Bagi Pendonor, BFLF Sediakan ID Card

ID Card BFLF

BFLF – Dalam upaya membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan darah, Yayasan Blood for Life Foundation (BFLF) Aceh baru-baru ini membuat ID card BFLF untuk dibagikan kepada masyarakat. Selain sebagai kartu pengenal dan data base pendonor darah, kartu BFLF juga dapat digunakan sebagai alat adminstrasi Anjungan Tunai Mandiri (ATM) bersama.

Direktur BFLF, Michael Octaviano, S.STP kepada LintasGayo.co, Sabtu (07/6/2014) siang menjelaskan, program BFLF membuat kartu tersebut adalah sebagai upaya mempermudah mengumpulkan data base pendonor darah di Aceh,”Dengan adanya kartu tersebut, kita akan lebih mudah mengumpulkan data sahabat-sahabat kita yang ingin mendonorkan darahnya. Dengan begitu, jika ada masyarakat yang mendadak membutuhkan darah langsung bisa kita hubungi pemilik kartu BFLF untuk membantu mereka,” terang Michael.

Selama ini di Aceh sulit untuk mendapatkan data base pendonor, sehingga ketika masyarakat tiba-tiba membutuhkan darah, mereka bahkan pihak terkait juga sulit untuk membantu. Karena itu kita ingin memperbaiki kekurangan itu, tambah Michael lagi.

Selain itu, kartu tersebut juga dapat digunakan sebagai alat transfer dana di ATM bersama. Ini difungsikan untuk masyarakat yang ingin ikut membantu menyumbangkan dana untuk disumbangkan kepada masyarakat miskin yang menderita berbagai macam penyakit serius,”Kita akan menjadi wadah pengumpulan bantuan dana sumbangan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kita akan kelola dengan baik tanpa memotong sepeserpun,” tegas Michael.

Michael menambahkan, dalam pembuatan kartu BFLF, pihaknya bekerjasama dengan Bank Bukopin tapi kartu tersebut berlaku untuk ATM bersama dan bisa digunakan walaupun berada diluar Indonesia.

Untuk pembuatan kartu itu sendiri cukup mudah dan gratis, cukup mendaftarkan langsung ke pihak BFLF. Namun seperti halnya kartu ATM yang lain, dalam pembuatan kartu BFLF juga harus diisi saldo sebesar Rp.100.000 dan dana tersebut sebagai syarat saldo kartu dan bersifat milik pribadi. Untuk lebih jelasnya, Anda dapat menghubungi pihak BFLF di nomor 0852 6047 4733 (Popy) atau 0812 6085 2973 (Michael) juga bisa langsung mendatangi sekretariat BFLF di di Jalan Tgk.H,M.Daud Bereueh, Lorong Jeumpa No.1, Berawe (Samping Zakir Kupi) Lampriet, Banda Aceh. demikian Michael.[]

Source: Lintasgayo

Ketua PMI: Kami Segera Bersikap

* BFLF Sediakan Darah untuk RSDZA

BANDA ACEH – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kota Banda Aceh, Qamaruzzaman Hagnyu menyatakan, segera akan bersikap terhadap terjalinnya kerja sama antara Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) dengan lembaga sosial BFLF dalam hal memenuhi kebutuhan darah di rumah sakit itu.

“Dalam dua hari ini kami akan duduk untuk bersikap terhadap telah terjalinnya kerja sama antara RSUDZA dengan lembaga Blood For Life Foundation (BFLF) dalam hal penyediaan darah di rumah sakit tersebut,” ujar Qamaruzzaman Hagny, Ketua PMI Cabang Banda Aceh, dalam sambutannya pada acara peringatakan HUT ke-70 PMI, Kamis kemarin di Sekretariat PMI Lampineung, Banda Aceh.

Dijelaskan Qamaruzzaman, merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 80 serta Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 83 tahun 2014, hanya PMI satu-satunya organisasi yang diamanatkan oleh Pemerintah Indonesia dalam hal mengurus darah. “Kami jelaskan bahwa lembaga yang saat ini menjadi mitra RSUZA, tidak ada hubungan sama sekali dengan PMI, tegasnya.

Kalaupun ada muncul organisasi lain, seperti Forum Komunikasi Dermawan Darah (Fokus Wanda), Darah Untuk Aceh (DUA) serta organisasi lainnya, selama ini bekerja sama dengan PMI, bukan berjalan sendiri dan saling menjelekkan, apalagi sampai mengatasnamakan dari PMI.

Selama ini sebut Qamaruzzaman dirinya bersama pengurus PMI Banda Aceh lainnya, mencari darah kemana-mana tanpa mengenal lelah, supaya permintaan dan stok darah tetap ada di PMI saat masyarakat membutuhkannya. “Hal yang kami pikirkan selama ini bagaimana darah yang dibutuhkan masyarakat dapat terpenuhi, tanpa harus melibatkan masyarakat apalagi sampai membarter darah dari keluarga pasien untuk bisa mendapatkan darah yang diminta itu. Karena itu juga pada hari ini, PMI melounching aplikasi pelayanan darah, supaya masyarakat lebih tahu,” ungkapnya.

Dijelaskan juga, apa yang dikatakan itu merupakan akumulasi kekecewaannya setelah sekian lama bersabar dengan kondisi ada lembaga-lembaga yang menjelekkan PMI Banda Aceh. “Saya bicara terbuka saat ini, karena selama ini apa yang terjadi di rumah sakit, PMI yang selalu terkena imbasnya,” ujar Qamaruzaman.

Menyikapi hal itu Direktur RSUZA Banda Aceh, dr Fachrul Jamal SpAn KIC mengaku heran dengan sikap PMI Banda Aceh. Menurutnya, PMI boleh saja bersikap, tapi tentunya tidak pada hal-hal yang dapat merugikan masyarakat. Ketika ditanyakan ketersinggungan pengurus PMI itu karena dilatarbelakangi oleh sikap RSUZA Banda Aceh yang telah mengandeng lembaga donor darah BFLF, dr Fachrul Jamal menjelaskan, “Kami akan menerima siapapun dan lembaga apapun yang mau membantu menyediakan darah untuk rumah sakit,” sebutnya.(mir)

Editor: bakri

‘Ramadhan, Darah dan Cinta’ Dari BFLF Abdya

Ramadan, Darah dan Cinta

BFLF – Blood for Life Foundation (BFLF) Aceh Barat Daya (Abdya), Sabtu (21/6) menyelenggarakan donor darah bertajuk “Ramadan, Darah dan Cinta”. Kegiatan peduli kemanusiaan tersebut berlangsung di Aula Dinas Kesehatan yang diikuti sejumlah warga dari berbagai kecamatan dalam kabupaten itu.

Aksi peduli masyarakat tersebut dikemas dalam berbagai bentuk, seperti seminar tentang pemahaman visi dan misi BFLF, konsultasi kandungan dan anak, konsultasi kulit dan kosmetika, ulasan beragam masalah kehidupan, bimbingan religi, dan ditutup dengan donor darah.

Koordinator BFLF Abdya, Nasruddin OOS, dalam kesempatan itu kepada Ana­lisa mengatakan, kegiatan ini dilakukan bertujuan membantu kebutu­han darah terutama pada saat bulan Ramadan 1435 H.

Selain itu, aksi sosial ini juga untuk meringankan beban masyarakat yang sedang membutuhkan darah yang akhir-akhir ini sangat sulit diperoleh, bahkan dari pendonor.

Sebelumnya, BFLF Abdya merenca­nakan melaksanakan donor darah massal, namun langkah itu terkendala karena bank darah tidak mampu menyimpan dalam kapasitas banyak.

“Awalnya kita berencana seperti itu. Tetapi karena saat ini bank darah sedang tidak mampu menyimpan dalam kapasi­tas besar kita tidak bisa melakukan donor darah secara massal. Hanya untuk pasien yang membutuhkan hari ini yang sesuai golongan darahnya itu langsung kita arahkan ke Unit Transfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Umum Teungku Peukan (RSUTP) Abdya,” katanya.

Menurut Nasruddin, seharusnya, untuk menyambut Ramadan ini banyak memiliki stok darah, karena, pada bulan puasa pendonor tidak mungkin memba­talkan ibadah puasanya untuk mendonor darah, dan dikhawatirkan stok darah di RSUTP Abdya tidak mencukupi selama bulan puasa.

Disebutkan, seminar tentang manfaat donor darah disampaikan oleh dr Adi Arulan Munda, ulasan bimbingan religi disampaikan Dra Hj Rabiatul Adawiyah Apt MKes, kesehatan kulit disampaikan dr Wahyu Lestari SpKK dan materi tentang beragam persoalan masyarakat disampaikan Sri Handayani, SPsi CH.

“Acara yang kita gelar ini juga tidak akan berakhir di sini. Kita akan me­manfaatkan perkembangan teknologi informasi untuk mencari pendonor darah. In­sya Allah acara selanjutnya akan kita la­kukan juga konseling berjalan, dan kita akan fokuskan pada remaja, seperti pembahasan kebiasaan pacaran,” tutur­nya.

Lebih lanjut dia mengharapkan seluruh masyarakat Abdya terus meningkatkan solidaritasnya dalam membantu ma­syarakat yang sedang sakit dan sangat membutuhkan bantuan darah.[]

Source: Analisadaily

Pomdam IM Kumpulkan 69 Kantong Darah

Donor-darah

BLFL Aceh – Polisi Militer Kodam Iskandar Muda (Pomdam IM), melaksanakan donor darah di aula S Parman, Mapomdam IM, Selasa (16/6/2015) pagi. Darah 69 kantong terkumpul dalam rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-69 Polisi Militer Angkatan Darat (Pomad) yang puncaknya 22 Juni 2015.

Danpomdam IM, Kolonel Cpm Yusri Nuryanto SIP mengatakan selain perwira dan personel Pomdam IM, donor darah itu juga ikut melibatkan warga binaan Peuniti, petugas Bea Cukai, mahasiswa, serta ibu Persit Pomdam IM. “Kegiatan sosial ini juga terselenggara atas kerja sama Pomdam IM dengan Blood For Life Foundation atau BFLF dan dari Instalasi Tranfusi Darah RSUZA,” kata Kolonel Cpm Yusri.

Penanggung jawab kegiatan, Mayor Cpm Agustadi SE, menambahkan kegiatan bertema ‘Donor Darah, Sehat Menyongsong Ramadhan’ itu bagian dari rangkaian HUT Polisi Militer Angkatan Darat (Pomad) Ke-69. “Harapannya dari setiap tetes darah yang disumbangkan dapat membantu saudara-saudara kita yang membutuhkannya,” kata Agus.

Sebelumnya Danpomdam IM bersama para perwira dan personel Pomdam IM juga melaksanakan angsana ke rumah-rumah para Purnawirawan dan warakauri Pomdam IM yang tersebar di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Selain memperkuat ukhuwah islamiah, di akhir kunjungan juga disalurkan bingkisan.

“Agenda 20 Juni 2015 mendatang, dua hari sebelum puncak peringatan HUT Pomad, Danpomdam IM juga akan menziaran Taman Makam Pahlawan (TMP) Peuniti, Banda Aceh,” tambah Kasi Hartib, Mayor Cpm Hasanuddin Siagian.

Source: Serambinews

3 Kegiatan Kumpulkan Darah 126 Kantong

BANDA ACEH – Siswa SMK Negeri 1,2, dan 3 Banda Aceh serta mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry dan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh mengumpulkan darah 126 kantong secara terpisah, Selasa (17/2).

Darah yang terkumpul masing-masing di tiga tempat tersebut, yaitu di SMK terkumpul darah 87 kantong, UIN Ar-Raniry sepuluh kantong, dan FK Unsyiah 29 kantong yang bekerjasama dengan Instalasi Transfusi Darah (ITD) Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh dan Blood For Life Foundation (BFLF).

Menurut Ketua Umum BFLF, Michael Octaviano donor darah di FK Unsyiah, pada 17 dan 18 Februari 2015 dalam rangka memperingati hari kanker dunia.

Sementara Kepala Humas dan Perekrutan Pelestarian Donor Darah Sukarela (P2D2S) pada Unit Donor Darah PMI Banda Aceh, Zulfahmi AMT kepada Serambi mengatakan donor darah yang digelar di UIN Ar-Raniry merupakan kegiatan rutin yang setiap bulan mereka laksanakan. “Di SMK baru pertama kalinya dilakukan, kedepan mereka berkomitmen akan melaksanakan secara rutin kegiatan seperti ini,” ujarnya.

Sehari sebelumnya, Senin (16/2), kata Zulfahmi kegiatan serupa juga dilaksanakan di SMK Negeri 1,2, dan 3 dengan mengumpulkan darah 107 kantong. Sedangkan di UIN Ar-Raniry darah terkumpul 12 kantong.

Sementara itu, pada Sabtu (14/2), PT Armada Banda Jaya kembali mengadakan showroom event dengan tema “Setetes Darah Anda, Kehidupan Bagi Mereka”. Pada kesempatan itu, pihak PT Armada Banda Jaya bersama Ertiga Club Indonesia (ERCI) Aceh Chapter bersama Blood For Life Foundation (BFLF), customer suzuki serta calon customer di Banda Aceh dan sekitarnya melaksanakan donor darah sehingga darah yang terkumpul 33 kantong.

Branch Manager Suzuki Armada Banda Jaya, Khairul Misbah mengatakan darah yang terkumpul itu untuk penderita thalassemia di Aceh. “Semoga dengan bakti sosial ini bisa meringankan beban anak-anak kita sebagai penderita thalassemia dan bisa mengetuk pintu hati masyarakat Aceh bahwa mereka sangat perlu diperhatikan,” tulis Khairul lewat siaran pers kepada Serambi kemarin.

Menurutnya, pada kesempatan itu, PT Armada Banda Jaya menyerahkan bingkisan kepada 30 anak penderita thalassemia, namun hanya delapan orang yang hadir. Karena itu, sisanya akan diserahkan kepada mereka saat berobat ke rumah sakit.

Sementara itu, Ketua BFLF, Michael Octaviano selaku mengatakan kini di Aceh terdapat 250 lebih anak penderita thalassemia. Setiap anak membutuhkan dua kantong darah per bulannya. (una/avi)

RSUZA Resmikan Ambulans Pasien Transfusi Darah

BANDA ACEH – Wakil Direktur (Wadir) Pelayanan Medis RSUZA Banda Aceh, Dr dr Azharuddin SpOT (K) Spine FICS meresmikan satu unit ambulans untuk pasien talasemia, hemofilia dan kanker anak di Ruang Inap Talasemia, Jumat (9/1). Ambulans khusus untuk menjemput dan antar pasien yang berobat rutin.

“Kendala selama ini, pasien tidak bisa mengontrol secara rutin sesuai anjuran dokter, sebab terkendala biaya transportasi,”  jelas dr Azharuddin seraya menyebutkan ambulans itu dibantu Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh. “Saat ini semua pasien ditanggung BPJS, tapi untuk transportasi belum ada regulasinya,” katanya.

Ia menambahkan, bagi penderita talasemia, hemofilia, dan kanker anak, hampir seumur hidup harus melakukan transfusi darah secara teratur di rumah sakit. “Apabila penanganannya bagus, maka anak-anak itu bisa hidup normal. Begitu juga sebaliknya, apabila tidak transfusi darah, gimana mau sekolah, karena  ngantuk, lemas, pucat, lama-lama perutnya membesar,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini ada beberapa pasien yang tidak teratur melakukan transfusi darah karena terkendala biaya transportasi. Dia berharap, juga ada bantuan dari masyarakat, maupun swasta dan pemerintah untuk membantu ambulans lainnya khusus bagi pasien tersebut agar bisa datang berobat tepat waktu.

Sementara Ketua Umum BFLF Aceh, Michael Octaviano SSTP mengatakan, keluarga pasien dapat menghubungi pihaknya jika ingin ke rumah sakit untuk transfusi darah. “Nanti akan kita jemput dan antar kembali setelah transfusi darah. Keluarga dapat menghubungi nomor 085260474733 atas nama Popy dan 081260852973 (Michael),” demikian Michael yang menambahkan ambulans tersebut diperoleh dari aspirasi mantan anggota DPRA, Safwan Yusuf ke BFLF yang digunakan untuk pasien talasemia, hemofilia, dan kanker anak.(una)

Editor: bakri

Oralexismuq Adakan Mubes dan Donor Darah

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH –  Organisasi Alumni dan Ex-Santri Madrasah Ulumul Qur’an (Oralexismuq) Yayasan Bustanul Ulum Langsa, mengadakan Mubes dan Silaturahmi bersama anggotanya di Aula Sultan Selim II, Banda Aceh. Acara ini didukung oleh Blood For Life Foundation (BFLF)  sebagai fasilitator donor darah.

Donor darah tersebut diikuti oleh anggota Oralexismuq dan masyarakat. Acara yang dimulai pukul 09.00 pagi tadi dihadiri oleh Ketua Oralexismuq Tgk H Muslim M Daud Lc dan diikuti oleh alumni dan ex-santri Ponpes modern tertua di Aceh ini.

Ketua Panitia, Azhari Gito dalam sambutannya Minggu (24/8/2014) mengatakan, silaturahmi dan musyawarah besar (mubes) ini diikuti oleh angkatan 1988 hingga 2013. “MUQ sebagai pesantren modern tertua di Aceh saat ini sudah berumur 25 tahun, mubes kali ini adalah yang keenam,”ujarnya,

Dia menambahkan, acara ini bertujuan sebagai ajang silaturahmi para alumni dan kegiatan amal berupa donor darah dan donasi untuk Palestina. Acara donor darah tersebut difasilitasi oleh BFLF bekerjasama dengan RSUZA.

Ketua Umum BFLF, Michael Octaviano mengatakan, besarnya permintaan darah tidak diimbangi dengan kesadaran masyarakat untuk melakukan doror. “Kebutuhan darah di RSUZA mencapai 75-100 kantong perhari, mayoritasnya adalah pasien rujukan kabupaten dan kota, kita ingin menyentuh hati masyarakat,” katanya.(*)

Editor: faisal