BFLF Pinjamkan Inkubator Bayi Portabel Bagi Warga Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Yayasan Bayi Prematur  Indonesia menghibahkan dua unit bantuan Inkubator Bayi Portabel bagi masyarakat Aceh. Dua alat inkubator bayi itu kini dikelola oleh Yayasan Blood for Life Foundation (BFLF) di Banda Aceh yang dipinjamkan secara gratis bagi bayi-bayi yang membutuhkan.

Direktur BFLF, Michael Octaviano, Selasa (13/5/2014) mengatakan, program bantuan alat inkubator bayi itu bermula ketika Ketua Divisi penelitian dan Pengembangan BFLF, Ratna Sari ST MT merupakan alumni Magister Teknik Mesin Universitas Indonesia (UI) Jakarta .  Ia memberikan iinformasi kepada anggota BFLF lainya adanya program bantuan peminjaman gratis inkubator tersebut untuk masyarakat yang membutuhkan.

Lalu, kata Michael Octaviano, relawan BFLF menghubungi professor Raldi Antono Koestoer, seorang staf pengajar jurusan teknik Mesin UI, guna mencari informasi proses bantuan tersebut. Selama ini, katanya, Prof Raldi telah mengembangkan inkubator tersebut sebagai bahan penelitian yang nantinya bisa digunakan untuk masyarakat dengan gratis. Prof. Raldi kemudian mendirikan Yayasan Bayi Prematur Indonesia sebagai Agen Peminjaman Pusat untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya. Beberapa inkubator bayi telah disebar ke agen-agen peminjaman di beberapa daerah di Indonesia.

Melihat peluang bantuan gratis tersebut Blood For Life Foundation (BFLF) mengajukan kerjasama ke Yayasan Bayi Prematur Indonesia melalui Ibu Ratna Sari ST MT, dimana BFLF akan menjadi agen peminjaman inkubator gratis untuk wilayah Aceh. Prof Raldi mengharapkan Aceh menjadi Pilot project penyebaran inkubator gratis hasil penelitian dan bisa menjadi contoh  bagi daerah lain di Pulau Sumatra.

Yayasan Bayi Prematur Indonesia menghibahkan dua unit inkubator bayi tersebut yang diperoleh dari dana bantuan para alumni UI, dengan harga produksi per unitnya adalah 2.500.000, dengan masa produksi lebih kurang tiga minggu.  Saat ini, katanya,  BFLF sudah mulai melakukan penggalangan dana untuk mendapatkan hasil produksi inkubator beberapa unit lagi yang nantinya bisa memenuhi permintaan peminjaman inkubator secara gratis untuk beberapa wilayah di Aceh.

IMG-20151216-WA0005

Inkubator Bayi Portable dari Universitas Indonesia

“Ada beberapa relawan yang sudah mulai mendonasi untuk pengadaan inkubator tersebut, dimana permintaan inkubator sudah mulai ada,” ujar Michael Octaviano.

Profesor Raldi mengharapkan BFLF sebagai Agen Peminjaman Incubator ini bisa mempromosikan inkubator itu  ke seluruh Aceh dan beberapa Provinsi lain yang terdekat agar nantinya bisa membantu masyarakat yang kurang mampu.  BFLF diharapkan mengajak kerjasama Universitas syiah Kuala, Univiversitas Malikussaleh , Univiversitas Gajah Putih, Universitas Teuku Umar dan universitas lainya di seluruh Aceh untuk melakukan penelitian, pengembangan. “Alat ini bisa diproduksi di Banda Aceh karena produk penelitian inkubator ini belum dipantenkan oleh professor Raldi,” ujar Michael Octaviano.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *