BFLF Bagikan 250 Sarung untuk Penderita Thalasemia

BANDA ACEH – Blood For Life Foundation (BFLF) membagikan 250 sarung kepada anak-anak penderita thalasemia dan kanker, di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, Jumat (18/7). Pembagiansarung dari sejumlah donatur ini dibagikan secara bertahap.

Sekretaris Umum BFLF, Popy Morian kepada Serambi di sela-sela acara itu mengatakan kain sarung dibagi secara bertahap karena anak-anak yang menjalani perawatan tidak datang secara bersamaan. “Setiap berapa anak yang datang ke pusat thalasemia ini langsung kita bagikan, dan besoknya kita bagikan lagi hingga amanah dari para donatur ini sampai ke tangan mereka,” ujarnya.

Pihaknya berharap, anak-anak thalasemia maupun kanker dan orang tuanya dapat merayakan lebaran dengan ceria. Meskipun sarung yang dibagikan itu tidak berpengaruh pada kesehatan mereka.

250 orang
Secara terpisah, Staf Bagian Anak RSUZA Banda Aceh, Dr Heru Noviat Herdata SpA yang menangani anak-anak thalasemia menyebutkan hingga kini jumlah penderita thalasemia tercatat 250 pasien. Ia menjelaskan thalasemia merupakan suatu kelainan darah akibat tidak cukupnya hemoglobin, sehingga penderitanya harus mendapat transfusi darah dan perawatan medis secara teratur. Hemoglobin sangat dibutuhkan untuk mengangkut oksigen dari paruparu ke seluruh tubuh.

Heru menambahkan di dunia, Aceh merupakan pembawa sifat thalasemia terbanyak. Namun penyakit keturunan ini tidak menular, dan bisa dicegah. Pencegahannya, sebut Heru setiap calon pengantin harus memeriksakan dirinya terlebih dahulu ke rumah sakit. Apabila salah satu antara keduanya bukan pembawa sifat thalasemia atau normal, maka anaknya tidak mengalami thalasemia tapi hanya sebagai pembawa sifat saja.

“Thalasemia ini tidak bisa sembuh, dan bukan suatu penyakit. Tapi akan menjadi penyakit apabila tidak di kontrol dan berobat secara teratur. Setelah ditranfusi maka harus tetap dikontrol dan dipantau kesehatannya,” ujarnya.

Terkait gejalanya, Heru mengatakan anak yang mengalami thalasemia maka akan pucat dan perutnya membesar karena limpanya yang membengkak. Sebab itu, apabila ada tanda-tanda tersebut orang tua harus segera memeriksakan anaknya ke rumah sakit. Selama ini pasien thalasemia berasal dari berbagai daerah di Aceh, antaranya Bireuen, Lhokseumawe, Sigli, Calang, Meulaboh, dan Aceh Selatan.(una)

Kunjungi juga :
www.serambinewstv.com | www.menatapaceh.com |
www.serambifm.com | www.prohaba.co |

Editor: hasyim

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *