Bantu Keluarga Miskin, BFLF Sediakan Rumah Singgah

rumah singgah BFLF

BFLF Aceh – Blood For Life Foundation (BFLF) selama ini menyewa sebuah rumah untuk disinggahi pasien beserta keluarga dalam masa rawat ke rumah sakit. Rumah hunian sementara ini diperuntukkan kepada keluarga miskin dari daerah yang harus melakukan pengobatan rutin di rumah sakit.

“Sekarang lagi mengumpulkan donasi untuk melanjutkan sewa rumah singgah. Karena rumah singgah sekarang ini sudah hampir habis masa sewanya, rencana kami ingin menyewa rumah lima kamar agar lebih besar dari sebelumnya,” kata Teuku Ramadan, Project Manajer BFLF kepada portalsatu.com beberapa hari yang lalu (19/10/15)

Dia mengatakan saat ini rumah singgah BFLF sedang ditempati oleh pasien dari Aceh Singkil dan Krueng Raya, Aceh Besar. “Kami hanya fokus kepada pasien penderita thalasemia, kanker, dan hemophilia dikarenakan mereka berasal dari keluarga kurang mampu,” katanya.

rumah singgah BFLF

Rumah singgah BFLF

Menurutnya rumah singgah ini hanya dihuni saat pasien membutuhkan saja, terkadang juga kosong. Namun tidak jarang rumah tersebut penuh dan banyak masyarakat yang ingin menempati dikarenakan penghuninya tidak dibatasi ingin tinggal berapa lama.

“Seperti pasien dari Aceh Singkil, sudah satu bulan lebih menempati rumah singgah karena anaknya harus berobat rutin. Kalau kebutuhan pokok mereka juga kita tanggung semua termasuk uang saku. Tetapi untuk uang saku kita berikan dua minggu sekali, kalau kebutuhan pokok kita subsidi tiap kali habis,” ujar Ramadan.

Ia mengakui terkadang subsidinya macet dikarenakan masih minim para donatur. Dana yang digunakan selama ini dari para donatur, tetapi belum ramai yang mengetahui. Sejauh ini donatur hanya sebatas dari lingkungan sekitar saja dan belum memiliki donatur tetap.

Selain menyediakan rumah singgah, komunitas yang dipimpin oleh Michael Oktaviano ini juga membagikan 30 nasi bungkus gratis tiap harinya di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh.

BFLF merupakan organisasi sosial atau lembaga berprestasi tingkat nasional peringkat ke 5 dan memiliki beberapa program berupa mediator darah untuk pasien, rumah singgah, gerakan nasi bungkus, layanan antar jemput, traveling for humanity, seminar kemanusiaan, pengumpulan donasi dan berbagai program lainnya. Selama ini, komunitas yang bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sekaligus partner RSUZA ini sudah memiliki cabang di Lhokseumawe, Sigli, dan Aceh Barat.[]

Source: Portalsatu

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *