Archives

now browsing by author

 

Najwa dan Thallasemia yang Dideritanya

18301939_1245813208869752_7309359530790144289_n

Najwa Nitami (baju biru) duduk dipangkuan ibunya serta didampingi oleh Relawan BFLF Aceh Barat Daya. Foto Dok Bflf Abdya

BFLFAbdya.org | Blangpidie – Najwa Nitami (6 thn) penderita thallasemia dari keluarga kurang mampu ini pertama sekali bertemu dengan Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Barat Daya pada bulan November 2016. Lewat saluran telpon tersebut berkomunikasi agar mendapatkan tempat tinggal saat ke Banda Aceh untuk transfusi di RSUD dr.Zainoel Abidin. Lelaki kurus, kulit hitam rambut beruban tersebut berprofesi sebagai sopir mengangkut material bahan bangunan seperti pasir di Aceh Barat Daya, ya lelaki tersebut yang telah lama hidup dalam perantauan bernama nama lengkap Suhaimi. Najwa Nitami melakukan transfusi pertama sekali di ruang thallasemia RSUDZA Banda Aceh tersebut sekitar tanggal 8 November 2016, anak dari Suhaimi ini dirujuk dari BLU RSUD Teungku Peukan Aceh Barat Daya, selama di Banda Aceh Suhaimi, bersama istri dan Najwa serta adik dari Najwa tersebut tinggai di Rumah Singgah BFLF yang waktu itu masih beralamat di jalan Pari No.22 Lampriet. Setelah pulang dari transfusi tersebut, BFLF Aceh Barat Daya sudah mengkomfirmasikan kepada ayah Najwa untuk dapat memberikan jadwal transfusi selanjutnya, bila tidak ada ongkos mobil biar difasilitasi oleh BFLF Abdya. Tanpa kabar, beberapa hari lalu BFLF Aceh Barat Daya mendapat kabar kalau ayah Najwa mengalami kecelakaan dua bulan lalu dan kakinya patah, padahal Najwa sudah harus melakukan transfusi, namun alasan ayahnya menunggu kesembuhan dia dulu. Sehingga bertepatan pada hari Thallasemia sedunia, Senin sore 08 Mei 2017, BFLF Aceh Barat Daya bersilaturrahmi dengan Najwa Nitami berserta keluarganya, dalam rombongan tersebut para Relawan BFLF Aceh Barat Daya, Wardiati, Yulizar,  Yona Novita yang didampingi oleh Dewan Pengawas BFLF Aceh Barat Daya, Dewi Ummi Aisyah. Seperti diceritakan oleh Wardiati As Sajida Adam  melalui dinding facebooknya “Thalasemia adalah kelainan darah yang diturunkan yang mana tubuh tidak memproduksi cukup Hemoglobin sehingga mengakibatkan jumlah Hemoglobin didalam tubuh sedikit. Saat tubuh kekurangan Hemoglobin, sel darah merah tidak bisa berfungsi dengan baik yang mengakibatkan seseorang terkena anemia dengan gejala mudah merasa lelah, lemah, bahkan sesak nafas.” Dalam rangka memperingati Hari Thallasemia Sedunia, Relawan BFLF Aceh Barat Daya bersilaturrahmi ke kediaman Najwa Nitai, di Gampong Kuta Tinggi, Kecamatan Blangpidie, Najwa adalah pasien Thallasemia dampingan BFLF Aceh Barat Daya yang saat ini sebenarnya sudah harus transfusi darah lagi namun terkendala karena ayahnya yang berprofesi sebagai sopir truk mengalami kecelakaan sekitar 2 (dua) bulan lalu dan menyebabkan kaki patah dan keadaannya sampai sekarang ini belum stabil apalagi lukanya masih basah. “Najwa sekarang lebih cepat lelah, matanya kadang-kadang sembab, dan kalau malam dia sering kali diminta kusuk karna badannya sakit-sakit. Mungkin penyebabnya karna selama 6 bulan terakhir ini Najwa belum pernah transfusi darah lagi,” Ungkap Ibu Najwa. Kini, Najwa duduk di Kelas I Sekolah Dasar (SD) Kuta Tinggi,  saat ini ada ujian sekolah kenaikan kelas. Ibu Najwa juga mengungkapkan kalau anaknya tersebut memiliki semangat yang luar biasa dalam belajar. Semangat yang tinggi ini kemudian membuat orang tua Najwa semakin bersemangat untuk membuat anaknya tegar dalam melawan penyakitnya tersebut. Semoga Najwa dan keluarga selalu diberikan kesehatan, umur panjang, mudah rezeki, dan selalu tegar dalam menerima setiap ujian ini. Dan juga untuk kita semua, semoga kita selalu dilapangkan hati, diberikan kekuatan, dan tergerak jiwa untuk berbagi dengan sesama Hamba. “Tidaklah sakit seorang Mukmin, laki-laki dan perempuan, dan tidaklah pula dengan seorang muslim, laki-laki dan perempuan, melainkan Allah S.W.T menggugurkan kesalahan-kesalahannya dengan hal itu, sebagaimana bergugurannya dedaunan dari Pohon (HR. Ahmad),”  Ujar Wardiati As Sajida Adam dalam dinding facebooknya. Sahabat, mari kita saling berbagi, membantu sesama pada yang membutuhkan. Salam Sayang Penuh Cinta Selalu dan Selalu Ada Cinta Untuk Cinta. BFLF Aceh Barat Daya.

BFLF Terpilih Kembali Menjadi Peserta LKS Berprestasi

oo3IMG_8288

Ketua Umum BFLF PUsat, Michael Oktaviano saat menyerahkan bantuan kepada korban gempa Pidie Jaya, beberapa waktu lalu. Foto : BFLF.or.id | Inas Oos

BFLF.or.id | BANDA ACEH – Blood For Life Foundation (BFLF) terpilih mewakili Aceh untuk mengikuti temu koordinasi Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) berprestasi yang akan berlangsung pada 10 hingga 12 April 2017 di Hotel Salak The Heritage, Bogor.

Kegiatan LKS berprestasi tersebut dilaksanakan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia yang melibatkan sebanyak 34 peserta dari seluruh Indonesia.

 

Ketua Umum BFLF Pusat, Michael Oktaviano mengatakan terpilihnya BFLF sebagai salah satu peserta LKS berprestasi bermula ketika lembaga itu terpilih sebagai Organsasi Sosial Tingkat Nasional pada 2014 lalu, bertepatan peringatan hari kesetiakawanan Sosial Nasional di Jambi.

 

Sebelumnya, kata Michael, setiap tahunnya Dinas Sosial melakukan penyeleksian Organisasi Sosial (Orsos) atau LKS yang ada di  masing-masing kabupaten dan kota di Aceh. Katanya, Orsos yang terpilih di tingkat kabupaten dan kota akan mewakili pada tingkat provinsi dan nasional.

 

Kemudian, dikatakan Michael, di Jakarta Orsos yang mewakili provinsi tersebut akan diseleksi lagi hingga menjadi 10 besar dan 5 besar yang akan diundang pada peringatan  Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional.

 

“Sehingga dari tahun 2014 sampai sekarang belum ada Orsos dari Aceh yang terpilih 5 besar di tingkat nasional. Alhamdulilla tim dari kemensos sangat puas terhadap kemajuan program dan kegiatan sosial BFLF selama  ini,” ujar dia.

 

Dalam acara LKS berprestasi nantinya, kata Michael, akan ada kegiatan tentang sharing program serta membentuk Ikatan Organisasi Sosial Se Indonesia.

 

“Dan juga pembinaan yang akan dilakukan oleh Kementerian Sosial da Dinas Sosial masing-masing provinsi,” pungkas Michael.[]Oos

HIMAS GANDENG BFLF, PENDAMPINGAN PASIEN KURANG MAMPU ASAL SEUMEULUE

bflf.or.id 1

Ketua Umum BFLF Pusat, Michael O Alexander Chan (Kanan) saat berfoto bersama pengurus HIMAS dan anggota BFLF

 

BANDA ACEH | BFLF – Blood For Life Foundation (BFLF) terus meningkatkan kepedulian, tanggungjawab sosial dan peran serta masyarakat untuk aktif menjadi pendonor darah sukarela. Selain hal tersebut juga melakukan pendampingan pasien kurang mampu hingga menyediakan rumah singgah untuk pasien rawat jalan bagi mereka kurang mampu yang datang dari berbagai kabupaten kota di Aceh.

Selama ini pasien yang menempati rumah singgah tersebut dari berbagai kabupaten kota dan macam keluhan serta penyakit. Sehingga pada Jumat 17 Maret 2017, Blood For Life Foundation (BFLF) Pusat kedatangan tamu dari Himpunan Masyarakat Sumeulue (HIMAS) Banda Aceh yang langsung disambut oleh Ketua Umum BFLF Pusat, Michael O Alexander Chan di Rumah Singgah BFLF jalan Pari No. 22 Lampriet Banda Aceh.

Untuk mengadvokasi bidang kese­hatan bagi warga Simeulue di Banda Aceh dan sekitarnya, Himpunan Ma­syarakat Simeulue (HIMAS) Ban­da Aceh menggandeng sebuah lembaga advokasi kesehatan, Blood For Life Foundation (BFLF) di Banda Aceh, sebagaimana diberitakan dimedia http://harian.analisadaily.com/aceh/news/advokasi-kesehatan-himas-gandeng-bflf-aceh/334623/2017/03/18.

Advokasi kesehatan diperkuat untuk mempermudah akses berobat bagi warga Kepulauan Simeulue di Banda Aceh, terutama warga kurang mampu yang pengobatan mereka dirujuk ke rumah sakit di Banda Aceh.

“Kita sudah duduk bersama pengu­rus BFLF Aceh. Ini tujuannya untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi warga kurang mampu dan pena­nga­nan­nya dirujuk ke Banda Aceh, se­hing­ga bisa tertangani dengan baik,” kata Ketua HIMAS, Agusnin Arif, Jumat (17/3).

HIMAS dan BFLF Pusat sudah duduk bersama untuk membahas kerja sama ini, lima hari setelah pengurus baru HIMAS Banda Aceh terbentuk. Pengurus baru HIMAS Banda Aceh periode 2016-2019 terbentuk secara demokratis pekan lalu dan BFLF merupakan lembaga perdana yang diajak kerja sama.

BFLF merupakan salah satu lembaga kemanusiaan yang bergerak di bidang pendampingan kesehatan bagi warga kurang mampu di Aceh. BFLF memiliki rumah singgah (tempat menginap) gratis di Banda Aceh, yang dipersiapkan untuk pasien rawat jalan yang selama di Banda Aceh tidak mampu membayar hotel maupun penginapan.

Agusnin menambahkan, bagi pa­sien kurang mampu asal Simeulue yang berobat di Banda Aceh dan harus dirawat jalan, tidak perlu kha­watir lagi. Dengan adanya kerja sa­ma HIMAS-BFLF, sudah tersedia rumah singgah yang dapat dimanfa­atkan secara gratis.

BFLF juga siap mendampingi pasien dan mengadvokasi semua keperluan (sebagai perantara) pasien meminta bantuan kepada para donatur. BFLF juga siap menjemput pasien dengan ambulans untuk dibawa ber­obat tanpa dipungut biaya.

 

BFLF Gotongroyong Bangun Rumah Buk Biyah

123333

Para relawan yang sedang gotongroyong pengerjaan cor pondasi pembangunan rumah Biyah. | Foto Abaspost.com : Ary Wahyuni

BFLF.or.id | BLANGPIDIE – Puluhan Relawan Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Barat Daya, kembali melakukan pengerjaan pondasi pembangunan Rumah Biyah (57)  secara bergotongroyong di jalan Irigasi Gampong (Desa) Kota Bahagia Kecamatan Kuala Batee Aceh Barat Daya, Rabu, 28 Desember 2016.

Berdasarkan pantauan media kegiatan gotongroyong tersebut turut hadir, Ketua BFLF Aceh Barat Daya dan KomfOOS, Nasruddin Oos, Ketua DPC POSPERA Abdya, Harmansyah, AsMaRAMu, TNI dari Koramil Kuala Batee, masyarakat dan aparatur Gampong Kota Bahagia, selain itu juga terlihat disana pembina BFLF Aceh Barat Daya Muslizar. MT yang sedang menumpahkan adukan semen pengecoran pondasi kedalam papan mal.

Pengerjaan pondasi rumah Biyah tersebut sempat terhenti sekitar tiga pekan, hal tersebut menurut Panitia Pelaksana pembangunan Rumah Biyah bertajuk “Rumahmu, Amal Ibadahku” Asrul Madi, “Alhamdulillah pengerjaan pembangunan pondasi tersebut sudah kita kerjakan meskipun memakan waktu beberapa minggu, pembangunan pondasi  kita kerjakan dengan dua tahap, tahap pertama kita kerjakan pada jumat, 02 Desember 2016 tiga pekan lalu dilakukan bersama dengan Masyarakat setempat. Sehingga pada Rabu, 28 Desember 2016 pengerjaan pondasi sudah kita selesaikan hari ini (rabu.red).”

“Kita sangat berterimakasih sekali kepada para relawan, para dermawan, masyarakat gampong dan Geuchik Gampong Kota Bahagia, serta TNI yang sudah membantu pembangunan rumah Biyah, semoga pembangunan tersebut segera kita selesaikan Insha Allah”.  Asrul Madi

Kemudian “Setelah pengecoran pondasi dilakukan ini maka selanjutnya dengan penimbunan serta pemasangan tiang minggu depan. Untuk material kebutuhan kita masih menggandalkan para dermawan yang mau membantu,” Kata Asrul yang akrab disapa Aroel Sejuta

Sementara, Ketua Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Barat Daya, Nasruddin Oos “Kondisi Ibu Biyah memang sangat layak untuk dibantu, sehingga kita harus melakukannya dengan segera meskipun kita lakukan pengalangan dana.”

“Apalagi kondisi kesehatannya saat ini selain mengalami kanker rahim juga mengalami mimisan, sangat tidak layak jika harus berada ditempat yang sekarang ditempatinya, ya kita galang dana untuk pembangunan rumah semi permanen.” Ujar Oos

“Pembangunan rumah semi permanen yang kita lakukan melalui pengalangan dana mengunakan media sosial serta kenalan tersebut semoga membuahkan hasil seperti tajuk yang sudah kita buat ‘Rumahmu, amal ibadahku’, kita masih membutuhkan bantuan dari dermawan untuk melanjutkan pembangunannya,” Papar  Oos.[]Sifral Jamil

 

Sumber :

http://abaspost.com/bflf-gotongroyong-bangun-rumah-buk-biyah/

Muslizar MT, Galang Dana untuk Kebutuhan Pasien di Rumah Singgah BFLF

15644551_10209547299534392_1819880737_n

Pembina BFLF Aceh Barat Daya, Muslizar MT sedang belanja kebutuhan Rumah Singgah BFLF bersama relawan BFLF Aceh Barat Daya, Nurul Hayatun Nufus. | Foto Abaspost.com : OOS

BFLF.or.id | BANDA ACEH – Pembina Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Barat Daya, Muslizar MT mendengar keluhan dan curhatan keluarga pasien di Rumah Singgah BFLF yang berada dijalan Pari nomor 22 Lampriet Banda Aceh, Selasa 20 desember 2016.

Kedatangan Muslizar MT ke Rumah Singgah BFLF bukan yang pertama kali, setiap ke Banda Aceh Muslizar MT selalu menyempatkan diri bersama pasien rawat jalan dan keluarga pasien dampingan BFLF Aceh Barat Daya tersebut.

Kedatangan kali ini keluarga mengutarakan tentang kebutuhan seperti telor, minyak makan, sabun, deterjen, odol dan kebutuhan sembako lainnya. Mendengar curhatan keluarga pasien tersebut Muslizar langsung menggalang dana untuk memenuhi kebutuhan pasien dan keluarga.

15645209_10209547299734397_148396704_n

Anggota DPR Aceh, Drs Yunardi Nadsir MM dari Partai Nasional Demokrat (NasDem), menyerahkan bantuan untuk dibelanjakan kebutuhan Rumah Singgah BFLF kepada Pembina BFLF Aceh Barat Daya, Muslizar MT

Menyangkut kebutuhan tersebut Muslizar menyempatkan diri untuk langsung belanja di pasar Peunayoeng bersama relawan BFLF Aceh Barat Daya yang berada di Banda Aceh Nurul Hayatun Nufus serta didampingi langsung oleh Ketua BFLF Aceh Barat Daya, Nasruddin Oos.

“Kita menyampaikan amanah dari Anggota DPR Aceh, Drs Yunardi Nadsir MM dari Partai Nasional Demokrat (NasDem), untuk membantu kebutuhan Rumah Singgah BFLF,” Ujar Muslizar MT.

Politisi Partai Nasdem asal Meukek Aceh Selatan yang saat ini anggota DPR Aceh memberikan amanah untuk kebutuhan pasien dan keluarga pasien yang berada di Rumah Singgah.

“Alhamdulillah, amanah yang diberikan ini sudah kita belanjakan telor, minyak makan, sabun, odol, sikat gigi, pencuci piring, deterjen dan sayur-sayuran serta ikan asin, semua yang sudah kita belanjakan langsung kita serahkan kepada Rumah Singgah BFLF,” kata Muslizar MT.[]Oos

 

 

Sumber Berita :

http://abaspost.com/muslizar-mt-galang-dana-kebutuhan-pasien-rumah-singgah-bflf/

Pasien Kanker Getah Bening Asal Abdya Kembali Kemoterapi

img_20161212_163738

Pembina BFLF Aceh Barat Daya, Harmansyah disamping pasien Samsuar (Baju putih) yang Muslizar MT (Pakai Peci) serta anggota dan Relawan BFLF saat menjengguk Pasien Kanker getah bening dikediamannya. | Foto BFLF.or.id : Asrul Madi

BFLF.or.id | BLANGPIDIE | Dua Pembina Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Barat Daya, Muslizar. MT dan Harmansyah hadir menjengguk dan membantu biaya transportasi pasien Samsuar, yang menderita kanker getah bening warga Gampong Blang Makmur Kecamatan Kuala Batee Kabupaten Aceh Barat Daya. Senin 12 desember 2016.

Samsuar (37) bersama kakaknya, insha Allah malam ini akan berangkat ke Banda Aceh dengan mopen (mobil penumpang) untuk kemoterapi yang kedua di RSUD dr.Zainoel Abidin, di Banda Aceh Samsuar akan tinggal di Rumah Singgah BFLF yang berada di Jalan Pari No.22 Lampriet Banda Aceh atau dibelakang hotel Kuala Radja.

“Kemoterapi yang akan dijalani oleh Samsuar sebanyak enam kali, ini kemoterapi yang kedua,” Ujar Kepala Bidang Kesehatan BFLF Aceh Barat Daya, Asrul Madi

Selama pengobatan Samsuar untuk transportasi akan ditanggung secara swadaya yang difasilitasi oleh BFLF Aceh Barat Daya, selain Samsuar juga ada beberapa pasien lain yang menjadi dampingan Blood For Life Foundation tersebut.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada dermawan dan donatur yang selama ini membantu biaya transportasi pasien kurang mampu yang menjadi dampingan BFLF,” kata Asrul

Selain dua Pembina BFLF Aceh Barat Daya tersebut juga hadir anggota dan relawan BFLF yang selama ini aktif baik pendampingan pasien maupun mendampingi pendonor darah.[]oos

BFLF Salurkan Logistik di Daerah Minim Bantuan

tryrBFLF.or.id | Banda Aceh – Bantuan yang di salukan oleh Blood For Life Foundation (BFLF) didaerah yang masih minim bantuan. Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Umum BFLF Pusat, Michael O Alexander Chan, Minggu 11 desember 2016.

Penyaluran bantuan pada tahap ke tiga ini, Kata Michael, BFLF menyalurkan bantuan berupa Susu bayi, botol susu, obat-obatan, pampers, sabun mandi, pembalut, shampo, teh, obat nyamuk oles, odol, sabun mandi bayi, gula pasir, mie instan, biskuit, air mineral. minyak goreng dan telor

Sekitar pukul 15:00 WIB enam orang tim BFLF menyalurkan di dua lokasi pengungsian, selama gempa melanda titik pengungsian ini paling minim bantuan. Baik di Gampong Manyang Lancok dan Blang Sukon Cubo Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya yang menjadi sasaran penyaluran bantuan tahap ketiga didaerah yang minim bantuan.

Jarak antara gampong Manyang Lancok dengan gampong Blang Sukon Cubo sekitar 4 kilometer, sementara jarak dari Lhueng Putu sekitar 20 kilometer. Jumalh pengungsi di gampong Blang Sukon Cubo sekitar 350 jiwa.

“Lokasi pengungsian disini di area Makam Tgk Abdullah Syafie’i, miris sekali kita lihat kondisi mereka, rumah hancur total dan mereka masih ketakutan untuk kembali kerumah dikarenakan gampong mereka berada didataran tinggi,” Ujar Michael

15435769_10154396170569830_502124277_n“Mereka bertahan, walau terpaksa, kedinginan tentunya apalagi tendanya hanya terpal biru tak berdinding, keluhan masyarakat disana karena minimnya bantuan yang masuk akibat jarak tempuh yang jauh menuju gampong mereka,” kisah Michael

Untuk mengambil bantuan di posko pusat mereka tak punya mobil utuk mengangkutnya, mengunakan sepeda motor tidak memungkinkan karena dari gampong Blang Sukon jauh, sangat tidak maksimal logistik yang diangkut dengan sepeda motor. Sementara dilokasi pengungsian sudah mulai diserang penyakit, gatal-gatal, batuk dan pilek, akibat tidur ditenda terbuka.

Kedatangan tim BFLF tersebut disambut antusias oleh masyarakat yang mengungsi disana, bahkan ada beberapa warga yang menunjukan rumah mereka yang hancur akibat gempa. Kekhawatiran para warga bila tak ada yang mengurus perbaikan rumah mereka, kelak mereka akan tinggal dimana, seperti curahan hati warga setempat pada tim BFLF.

“Ada beberapa penduduk menunjukkan rumahnya yang hancur pada saya, miris sekali,  mereka bilang, nanti kalau tidak ada yang mengurus perbaikan rumah, kami mau tinggal dimana nanti. Saya menjawab, semua pasti akan direhab rumahnya oleh pemerintah, ibu tenang saja, mereka menangis memeluk saya ujar Cut Rachmisa,” sebagaimana diceritakan Michael.

Koordinator yang menerima bantuan dari BFLF tersebut sangat berterimakasih seklai atas perhatian dan bantuan dari masyarakat yang menyalurkan bantuan dan memberikan amanah tersebut kepada BFLF untuk disalurkan.

“Mereka berharap bantuan bisa sampai maksimal ke tempat mereka,karena mereka juga terlihat sangat kesulitan dalam hal keuangan,” Papar Michael.[]oos

Bantuan Tahap Tiga BFLF Salurkan di Gampong Manyang Lancok

15417039_10154396164254830_485872741_n

Koordinator BFLF Pidie, Cut Rachmisa menyerahkan bantuan BFLF donasi yang langsung diterima oleh koordinator pengungsi Gampong Lancok Kecamatan Bandar Baru Teungku Masrizal | Foto BFLF.or.id : Ist

BFLF.or.id | Banda Aceh – Hari ke lima paska gempa Aceh berkuatan 6,5 skala richter yang menimbulkan korban nyawa, bangunan mesjid, ruko, rumah serta keretakan jalan tersebut di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya dan Bireun pada Rabu pagi, 7 desember 2016, Blood For Life Foundation (BFLF) kembali menyalurkan bantuan dari donasi.

Bantuan tahap ketiga tersebut disalurkan oleh Blood For Life Foundation (BFLF) Pidie yang dikoordinator oleh Cut Rachmisa Cs, hal tersebut sebagaimana dikatakan oleh Ketua Umum Pusat BFLF, Michael O Alexander Chan. Minggu, 11 Desember 2016, pukul 22:00 WIB.

Kata Michael gampong pertama yang didatangi oleh tim BFLF pada Minggu 11 desember 2016 tersebut gampong Manyang Lancok Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya, perjalanan menuju kelokasi pengungsian tersebut dengan jarak sekitar 4 kilometer dari Keudai Lhueng Putu, selain gampong tersebut BFLF juga mengujungi gampong Blang Sukon.15451051_10154396170459830_1338379793_n

“Ada 650 jiwa pengungsi di Gampong Manyang Lancok, karena jarak yang jauh kesana, bantuan pada umumnya dibawa ke posko pusat, masyarakat yang berada dilokasi pengungsian tersebut kesulitan mengambil ke posko pusat yang berada di Meureudu karena terkendala transportasi,” Ujar Michael.

“Pengungsi yang berada di gampong Manyang Lancok tersebut menempati Meunasah yang dindingnya banyak yang sudah retak akibat gempat. Apalagi, para pengungsi disana sudah mengeluh karena mengalami gatal-gatal akibat gigitan nyamuk,” kisah Michael

Bantuan BFLF dari donasi masyarakat tersebut diserahkan oleh tim BFLF yang langsung diterima oleh koordinator pengungsi Gampong Lancok Kecamatan Bandar Baru Teungku Masrizal. Antusias masyarakat disana terlihat saat Tim BFLF mendatangi lokasi pengungsian mereka. Keceriaan dan kegembiraan anak-anak juga terlihat

Teungku Masrizal sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan tersebut “Kami sangat bersyukur atas bantuan dan perhatian bapak ibu terhadap kami. Semoga atas bantuan ini Allah SWT membalas dengan penuh kebaikan.” []OOS

Relawan BFLF Salurkan Bantuan Mengunakan Sepeda Motor

15328418_1337563806282062_48926740_n

@Cut Rachmisa, Koordinator BFLF Pidie

BFLF.or.id | Banda Aceh – Saat masyarakat bersiap menunaikan shalat subuh dan bahkan ada yang masih terlelap dalam tidur, bumi kembali di goncang dengan gempa berkuatan 6,5 skala richter hingga meruntuhkan bangunan rumah, ruko, mesjid, minimarket, stasiun pengisian bahan bakar di Pidie Jaya dan terbelahnya badan jalan.

Informasi kerusakan tersebut sangat cepat menyebar salah satunya melalui media sosial, hingga 9 desember 2016 BNPB mencatat 11.730 rumah rusak akibat gempa, 105 unit ruko roboh, 14 mesjid rusak berat, satu rumah sakit rusak serta satu unit sekolah yang juga roboh. Hal tersebut sebagaimana  ditulis dalam Wikipedia Gempa bumi Pidie Jaya 2016.

15424401_1337563852948724_997671960_n

@Cut Rachmisa menyerahkan bantuan BFLF diterima oleh Geuchik Trieng Gadeng

Hingga salah seorang perempuan yang tercatat sebagai Relawan Blood For Life Foundation (BFLF) asal Kabupaten Pidie, mengunakan sepeda motor miliknya menyalurkan bantuan ke lokasi pengungsian di Kaupaten Pidie Jaya.

Jumat 9 desember 2016, relawan BLFL yang bernama Cut Rachmisa, juga sebagai Koordinator BFLF Pidie ini menyalurkan bantuan BFLF. Sebelum bantuan tersebut disalurkan Cut Rachmisa mendatangi tempat pengungsian tersebut guna untuk mengetahui kebutuhan mendasar yang sangat diperlukan.

Saat informasi kebutuhan tersebut didapati Cut Rachmisa baru kemudian berkoordinasi dengan BFLF Pusat menyangkut kebutuhan yang diperlukan. Melalui BFLF masyarakat dari berbagai elemen dan daerah memberikan donasi untuk membantu masyarakat korban Gempa Aceh yang berada di Pidie Jaya.

Dari Pidie Cut Rachmisa menuju Gampong Teungkruet Trieng Gadeng Kabupaten Pidie Jaya seorang diri, meskipun seorang perempuan namun perjuangannya dalam menyalurkan bantuan tersebut dengan penuh semangat, perempuan gigih asal Pidie ini menyerahkan bantuan langsung kepada Geuchik Trieng Gadeng dihadapan 500 ornag para pengungsi.

15424533_1337563809615395_701730187_nSebelum diserahkan, Cut belanja dulu dengan uang yang diberikan oleh BFLF Pusat amanah dari pada dermawan melalui BFLF itu berupa; Kain batik panjang 1,5 kodi, Susu bayi SGM 15 pcs, 1 box arkavit, 1 box PCT, 1 box asam mefenamat, 1 box Antasid, 1 box Amox G,  1 lusin obat demam anak,  20 batang sabun bayi, 15 pcs pampers sweety, 5 kg gula pasir, 2 pack pembalut wanita, 5 pack teh,  4 pack biscuit, 2  lusin sabun mandi, 2 lusin pengoles anti nyamuk, 2 pack obat angin, 2 pack Sun makanan bayi, 1 pack Minyak kayu putih, 3 pcs Sunligt cuci piring, 2 renceng sampoo.

“Kemarin, Cut Rachmisa hanya menyerahkan pada dua lokasi pengungsian, jarak antar lokasi satu dengan dua hanya sekitar 3 kilo meter,” UJar Ketua Umum BFLF Pusat, Michael O Alexander Chan.

Kemudian, lanjut Michael “Insha Allah kita akan menyalurkan bantuan lagi untuk menyampaikan amanah dari para donator yang sudah memberikan rezeki mereka untuk membantu saudara-saudara kita yang dilanda bencana gempa bumi.”[]OOS

Foto BFLF di Lokasi Gempa Pidie Jaya

BFLF.or.Id | Banda Aceh – Blood For Life Foundation (BFLF) telah menyalurkan bantuan tahap pertama untuk korban gempa Aceh yang berada di Kabupaten Pidie Jaya. Ujar Michael O Alexander Chan, Kamis, 8 desember 2016 di Banda Aceh.

“Hari pertama musibah gempa, Rabu 7 desember 2016, langsung ke lapangan untuk menyalurkan bantuan, pada hari pertama gempa ini kita salurkan bantuan dari masyarakat berupa air mineral, makanan untuk anak-anak dan obat-obatan.”

Bantuan yang diserahkan BFLF pada tahap pertama donasi dari Masyarakat yang di amanahkan kepada BFLF untuk korban Gempa Aceh di kabupaten Pidie Jaya berupa obat-obatan dan makanan yang sangat mendesak . Adapun obat-obatan yang disalurkan langsung ke RSUD Pidie Jaya dan diterima langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Pidie Jaya.

Foto : BFLF.or.id | Brian Shinobi

img_6899-edit img_6890edit img_6936-edit img_6959-edit img_6978-edit img_6979-edit img_6984-edit img_6991-edit img_7001edit img_7002-edit img_7019-edit img_7021-edit img_7024-edit img_7028-edit img_7053-edit img_7046-edit img_7049-edit