Desember, 2016

now browsing by month

 

BFLF Gotongroyong Bangun Rumah Buk Biyah

123333

Para relawan yang sedang gotongroyong pengerjaan cor pondasi pembangunan rumah Biyah. | Foto Abaspost.com : Ary Wahyuni

BFLF.or.id | BLANGPIDIE – Puluhan Relawan Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Barat Daya, kembali melakukan pengerjaan pondasi pembangunan Rumah Biyah (57)  secara bergotongroyong di jalan Irigasi Gampong (Desa) Kota Bahagia Kecamatan Kuala Batee Aceh Barat Daya, Rabu, 28 Desember 2016.

Berdasarkan pantauan media kegiatan gotongroyong tersebut turut hadir, Ketua BFLF Aceh Barat Daya dan KomfOOS, Nasruddin Oos, Ketua DPC POSPERA Abdya, Harmansyah, AsMaRAMu, TNI dari Koramil Kuala Batee, masyarakat dan aparatur Gampong Kota Bahagia, selain itu juga terlihat disana pembina BFLF Aceh Barat Daya Muslizar. MT yang sedang menumpahkan adukan semen pengecoran pondasi kedalam papan mal.

Pengerjaan pondasi rumah Biyah tersebut sempat terhenti sekitar tiga pekan, hal tersebut menurut Panitia Pelaksana pembangunan Rumah Biyah bertajuk “Rumahmu, Amal Ibadahku” Asrul Madi, “Alhamdulillah pengerjaan pembangunan pondasi tersebut sudah kita kerjakan meskipun memakan waktu beberapa minggu, pembangunan pondasi  kita kerjakan dengan dua tahap, tahap pertama kita kerjakan pada jumat, 02 Desember 2016 tiga pekan lalu dilakukan bersama dengan Masyarakat setempat. Sehingga pada Rabu, 28 Desember 2016 pengerjaan pondasi sudah kita selesaikan hari ini (rabu.red).”

“Kita sangat berterimakasih sekali kepada para relawan, para dermawan, masyarakat gampong dan Geuchik Gampong Kota Bahagia, serta TNI yang sudah membantu pembangunan rumah Biyah, semoga pembangunan tersebut segera kita selesaikan Insha Allah”.  Asrul Madi

Kemudian “Setelah pengecoran pondasi dilakukan ini maka selanjutnya dengan penimbunan serta pemasangan tiang minggu depan. Untuk material kebutuhan kita masih menggandalkan para dermawan yang mau membantu,” Kata Asrul yang akrab disapa Aroel Sejuta

Sementara, Ketua Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Barat Daya, Nasruddin Oos “Kondisi Ibu Biyah memang sangat layak untuk dibantu, sehingga kita harus melakukannya dengan segera meskipun kita lakukan pengalangan dana.”

“Apalagi kondisi kesehatannya saat ini selain mengalami kanker rahim juga mengalami mimisan, sangat tidak layak jika harus berada ditempat yang sekarang ditempatinya, ya kita galang dana untuk pembangunan rumah semi permanen.” Ujar Oos

“Pembangunan rumah semi permanen yang kita lakukan melalui pengalangan dana mengunakan media sosial serta kenalan tersebut semoga membuahkan hasil seperti tajuk yang sudah kita buat ‘Rumahmu, amal ibadahku’, kita masih membutuhkan bantuan dari dermawan untuk melanjutkan pembangunannya,” Papar  Oos.[]Sifral Jamil

 

Sumber :

http://abaspost.com/bflf-gotongroyong-bangun-rumah-buk-biyah/

Muslizar MT, Galang Dana untuk Kebutuhan Pasien di Rumah Singgah BFLF

15644551_10209547299534392_1819880737_n

Pembina BFLF Aceh Barat Daya, Muslizar MT sedang belanja kebutuhan Rumah Singgah BFLF bersama relawan BFLF Aceh Barat Daya, Nurul Hayatun Nufus. | Foto Abaspost.com : OOS

BFLF.or.id | BANDA ACEH – Pembina Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Barat Daya, Muslizar MT mendengar keluhan dan curhatan keluarga pasien di Rumah Singgah BFLF yang berada dijalan Pari nomor 22 Lampriet Banda Aceh, Selasa 20 desember 2016.

Kedatangan Muslizar MT ke Rumah Singgah BFLF bukan yang pertama kali, setiap ke Banda Aceh Muslizar MT selalu menyempatkan diri bersama pasien rawat jalan dan keluarga pasien dampingan BFLF Aceh Barat Daya tersebut.

Kedatangan kali ini keluarga mengutarakan tentang kebutuhan seperti telor, minyak makan, sabun, deterjen, odol dan kebutuhan sembako lainnya. Mendengar curhatan keluarga pasien tersebut Muslizar langsung menggalang dana untuk memenuhi kebutuhan pasien dan keluarga.

15645209_10209547299734397_148396704_n

Anggota DPR Aceh, Drs Yunardi Nadsir MM dari Partai Nasional Demokrat (NasDem), menyerahkan bantuan untuk dibelanjakan kebutuhan Rumah Singgah BFLF kepada Pembina BFLF Aceh Barat Daya, Muslizar MT

Menyangkut kebutuhan tersebut Muslizar menyempatkan diri untuk langsung belanja di pasar Peunayoeng bersama relawan BFLF Aceh Barat Daya yang berada di Banda Aceh Nurul Hayatun Nufus serta didampingi langsung oleh Ketua BFLF Aceh Barat Daya, Nasruddin Oos.

“Kita menyampaikan amanah dari Anggota DPR Aceh, Drs Yunardi Nadsir MM dari Partai Nasional Demokrat (NasDem), untuk membantu kebutuhan Rumah Singgah BFLF,” Ujar Muslizar MT.

Politisi Partai Nasdem asal Meukek Aceh Selatan yang saat ini anggota DPR Aceh memberikan amanah untuk kebutuhan pasien dan keluarga pasien yang berada di Rumah Singgah.

“Alhamdulillah, amanah yang diberikan ini sudah kita belanjakan telor, minyak makan, sabun, odol, sikat gigi, pencuci piring, deterjen dan sayur-sayuran serta ikan asin, semua yang sudah kita belanjakan langsung kita serahkan kepada Rumah Singgah BFLF,” kata Muslizar MT.[]Oos

 

 

Sumber Berita :

http://abaspost.com/muslizar-mt-galang-dana-kebutuhan-pasien-rumah-singgah-bflf/

Pasien Kanker Getah Bening Asal Abdya Kembali Kemoterapi

img_20161212_163738

Pembina BFLF Aceh Barat Daya, Harmansyah disamping pasien Samsuar (Baju putih) yang Muslizar MT (Pakai Peci) serta anggota dan Relawan BFLF saat menjengguk Pasien Kanker getah bening dikediamannya. | Foto BFLF.or.id : Asrul Madi

BFLF.or.id | BLANGPIDIE | Dua Pembina Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Barat Daya, Muslizar. MT dan Harmansyah hadir menjengguk dan membantu biaya transportasi pasien Samsuar, yang menderita kanker getah bening warga Gampong Blang Makmur Kecamatan Kuala Batee Kabupaten Aceh Barat Daya. Senin 12 desember 2016.

Samsuar (37) bersama kakaknya, insha Allah malam ini akan berangkat ke Banda Aceh dengan mopen (mobil penumpang) untuk kemoterapi yang kedua di RSUD dr.Zainoel Abidin, di Banda Aceh Samsuar akan tinggal di Rumah Singgah BFLF yang berada di Jalan Pari No.22 Lampriet Banda Aceh atau dibelakang hotel Kuala Radja.

“Kemoterapi yang akan dijalani oleh Samsuar sebanyak enam kali, ini kemoterapi yang kedua,” Ujar Kepala Bidang Kesehatan BFLF Aceh Barat Daya, Asrul Madi

Selama pengobatan Samsuar untuk transportasi akan ditanggung secara swadaya yang difasilitasi oleh BFLF Aceh Barat Daya, selain Samsuar juga ada beberapa pasien lain yang menjadi dampingan Blood For Life Foundation tersebut.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada dermawan dan donatur yang selama ini membantu biaya transportasi pasien kurang mampu yang menjadi dampingan BFLF,” kata Asrul

Selain dua Pembina BFLF Aceh Barat Daya tersebut juga hadir anggota dan relawan BFLF yang selama ini aktif baik pendampingan pasien maupun mendampingi pendonor darah.[]oos

BFLF Salurkan Logistik di Daerah Minim Bantuan

tryrBFLF.or.id | Banda Aceh – Bantuan yang di salukan oleh Blood For Life Foundation (BFLF) didaerah yang masih minim bantuan. Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Umum BFLF Pusat, Michael O Alexander Chan, Minggu 11 desember 2016.

Penyaluran bantuan pada tahap ke tiga ini, Kata Michael, BFLF menyalurkan bantuan berupa Susu bayi, botol susu, obat-obatan, pampers, sabun mandi, pembalut, shampo, teh, obat nyamuk oles, odol, sabun mandi bayi, gula pasir, mie instan, biskuit, air mineral. minyak goreng dan telor

Sekitar pukul 15:00 WIB enam orang tim BFLF menyalurkan di dua lokasi pengungsian, selama gempa melanda titik pengungsian ini paling minim bantuan. Baik di Gampong Manyang Lancok dan Blang Sukon Cubo Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya yang menjadi sasaran penyaluran bantuan tahap ketiga didaerah yang minim bantuan.

Jarak antara gampong Manyang Lancok dengan gampong Blang Sukon Cubo sekitar 4 kilometer, sementara jarak dari Lhueng Putu sekitar 20 kilometer. Jumalh pengungsi di gampong Blang Sukon Cubo sekitar 350 jiwa.

“Lokasi pengungsian disini di area Makam Tgk Abdullah Syafie’i, miris sekali kita lihat kondisi mereka, rumah hancur total dan mereka masih ketakutan untuk kembali kerumah dikarenakan gampong mereka berada didataran tinggi,” Ujar Michael

15435769_10154396170569830_502124277_n“Mereka bertahan, walau terpaksa, kedinginan tentunya apalagi tendanya hanya terpal biru tak berdinding, keluhan masyarakat disana karena minimnya bantuan yang masuk akibat jarak tempuh yang jauh menuju gampong mereka,” kisah Michael

Untuk mengambil bantuan di posko pusat mereka tak punya mobil utuk mengangkutnya, mengunakan sepeda motor tidak memungkinkan karena dari gampong Blang Sukon jauh, sangat tidak maksimal logistik yang diangkut dengan sepeda motor. Sementara dilokasi pengungsian sudah mulai diserang penyakit, gatal-gatal, batuk dan pilek, akibat tidur ditenda terbuka.

Kedatangan tim BFLF tersebut disambut antusias oleh masyarakat yang mengungsi disana, bahkan ada beberapa warga yang menunjukan rumah mereka yang hancur akibat gempa. Kekhawatiran para warga bila tak ada yang mengurus perbaikan rumah mereka, kelak mereka akan tinggal dimana, seperti curahan hati warga setempat pada tim BFLF.

“Ada beberapa penduduk menunjukkan rumahnya yang hancur pada saya, miris sekali,  mereka bilang, nanti kalau tidak ada yang mengurus perbaikan rumah, kami mau tinggal dimana nanti. Saya menjawab, semua pasti akan direhab rumahnya oleh pemerintah, ibu tenang saja, mereka menangis memeluk saya ujar Cut Rachmisa,” sebagaimana diceritakan Michael.

Koordinator yang menerima bantuan dari BFLF tersebut sangat berterimakasih seklai atas perhatian dan bantuan dari masyarakat yang menyalurkan bantuan dan memberikan amanah tersebut kepada BFLF untuk disalurkan.

“Mereka berharap bantuan bisa sampai maksimal ke tempat mereka,karena mereka juga terlihat sangat kesulitan dalam hal keuangan,” Papar Michael.[]oos

Bantuan Tahap Tiga BFLF Salurkan di Gampong Manyang Lancok

15417039_10154396164254830_485872741_n

Koordinator BFLF Pidie, Cut Rachmisa menyerahkan bantuan BFLF donasi yang langsung diterima oleh koordinator pengungsi Gampong Lancok Kecamatan Bandar Baru Teungku Masrizal | Foto BFLF.or.id : Ist

BFLF.or.id | Banda Aceh – Hari ke lima paska gempa Aceh berkuatan 6,5 skala richter yang menimbulkan korban nyawa, bangunan mesjid, ruko, rumah serta keretakan jalan tersebut di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya dan Bireun pada Rabu pagi, 7 desember 2016, Blood For Life Foundation (BFLF) kembali menyalurkan bantuan dari donasi.

Bantuan tahap ketiga tersebut disalurkan oleh Blood For Life Foundation (BFLF) Pidie yang dikoordinator oleh Cut Rachmisa Cs, hal tersebut sebagaimana dikatakan oleh Ketua Umum Pusat BFLF, Michael O Alexander Chan. Minggu, 11 Desember 2016, pukul 22:00 WIB.

Kata Michael gampong pertama yang didatangi oleh tim BFLF pada Minggu 11 desember 2016 tersebut gampong Manyang Lancok Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya, perjalanan menuju kelokasi pengungsian tersebut dengan jarak sekitar 4 kilometer dari Keudai Lhueng Putu, selain gampong tersebut BFLF juga mengujungi gampong Blang Sukon.15451051_10154396170459830_1338379793_n

“Ada 650 jiwa pengungsi di Gampong Manyang Lancok, karena jarak yang jauh kesana, bantuan pada umumnya dibawa ke posko pusat, masyarakat yang berada dilokasi pengungsian tersebut kesulitan mengambil ke posko pusat yang berada di Meureudu karena terkendala transportasi,” Ujar Michael.

“Pengungsi yang berada di gampong Manyang Lancok tersebut menempati Meunasah yang dindingnya banyak yang sudah retak akibat gempat. Apalagi, para pengungsi disana sudah mengeluh karena mengalami gatal-gatal akibat gigitan nyamuk,” kisah Michael

Bantuan BFLF dari donasi masyarakat tersebut diserahkan oleh tim BFLF yang langsung diterima oleh koordinator pengungsi Gampong Lancok Kecamatan Bandar Baru Teungku Masrizal. Antusias masyarakat disana terlihat saat Tim BFLF mendatangi lokasi pengungsian mereka. Keceriaan dan kegembiraan anak-anak juga terlihat

Teungku Masrizal sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan tersebut “Kami sangat bersyukur atas bantuan dan perhatian bapak ibu terhadap kami. Semoga atas bantuan ini Allah SWT membalas dengan penuh kebaikan.” []OOS

Relawan BFLF Salurkan Bantuan Mengunakan Sepeda Motor

15328418_1337563806282062_48926740_n

@Cut Rachmisa, Koordinator BFLF Pidie

BFLF.or.id | Banda Aceh – Saat masyarakat bersiap menunaikan shalat subuh dan bahkan ada yang masih terlelap dalam tidur, bumi kembali di goncang dengan gempa berkuatan 6,5 skala richter hingga meruntuhkan bangunan rumah, ruko, mesjid, minimarket, stasiun pengisian bahan bakar di Pidie Jaya dan terbelahnya badan jalan.

Informasi kerusakan tersebut sangat cepat menyebar salah satunya melalui media sosial, hingga 9 desember 2016 BNPB mencatat 11.730 rumah rusak akibat gempa, 105 unit ruko roboh, 14 mesjid rusak berat, satu rumah sakit rusak serta satu unit sekolah yang juga roboh. Hal tersebut sebagaimana  ditulis dalam Wikipedia Gempa bumi Pidie Jaya 2016.

15424401_1337563852948724_997671960_n

@Cut Rachmisa menyerahkan bantuan BFLF diterima oleh Geuchik Trieng Gadeng

Hingga salah seorang perempuan yang tercatat sebagai Relawan Blood For Life Foundation (BFLF) asal Kabupaten Pidie, mengunakan sepeda motor miliknya menyalurkan bantuan ke lokasi pengungsian di Kaupaten Pidie Jaya.

Jumat 9 desember 2016, relawan BLFL yang bernama Cut Rachmisa, juga sebagai Koordinator BFLF Pidie ini menyalurkan bantuan BFLF. Sebelum bantuan tersebut disalurkan Cut Rachmisa mendatangi tempat pengungsian tersebut guna untuk mengetahui kebutuhan mendasar yang sangat diperlukan.

Saat informasi kebutuhan tersebut didapati Cut Rachmisa baru kemudian berkoordinasi dengan BFLF Pusat menyangkut kebutuhan yang diperlukan. Melalui BFLF masyarakat dari berbagai elemen dan daerah memberikan donasi untuk membantu masyarakat korban Gempa Aceh yang berada di Pidie Jaya.

Dari Pidie Cut Rachmisa menuju Gampong Teungkruet Trieng Gadeng Kabupaten Pidie Jaya seorang diri, meskipun seorang perempuan namun perjuangannya dalam menyalurkan bantuan tersebut dengan penuh semangat, perempuan gigih asal Pidie ini menyerahkan bantuan langsung kepada Geuchik Trieng Gadeng dihadapan 500 ornag para pengungsi.

15424533_1337563809615395_701730187_nSebelum diserahkan, Cut belanja dulu dengan uang yang diberikan oleh BFLF Pusat amanah dari pada dermawan melalui BFLF itu berupa; Kain batik panjang 1,5 kodi, Susu bayi SGM 15 pcs, 1 box arkavit, 1 box PCT, 1 box asam mefenamat, 1 box Antasid, 1 box Amox G,  1 lusin obat demam anak,  20 batang sabun bayi, 15 pcs pampers sweety, 5 kg gula pasir, 2 pack pembalut wanita, 5 pack teh,  4 pack biscuit, 2  lusin sabun mandi, 2 lusin pengoles anti nyamuk, 2 pack obat angin, 2 pack Sun makanan bayi, 1 pack Minyak kayu putih, 3 pcs Sunligt cuci piring, 2 renceng sampoo.

“Kemarin, Cut Rachmisa hanya menyerahkan pada dua lokasi pengungsian, jarak antar lokasi satu dengan dua hanya sekitar 3 kilo meter,” UJar Ketua Umum BFLF Pusat, Michael O Alexander Chan.

Kemudian, lanjut Michael “Insha Allah kita akan menyalurkan bantuan lagi untuk menyampaikan amanah dari para donator yang sudah memberikan rezeki mereka untuk membantu saudara-saudara kita yang dilanda bencana gempa bumi.”[]OOS

Foto BFLF di Lokasi Gempa Pidie Jaya

BFLF.or.Id | Banda Aceh – Blood For Life Foundation (BFLF) telah menyalurkan bantuan tahap pertama untuk korban gempa Aceh yang berada di Kabupaten Pidie Jaya. Ujar Michael O Alexander Chan, Kamis, 8 desember 2016 di Banda Aceh.

“Hari pertama musibah gempa, Rabu 7 desember 2016, langsung ke lapangan untuk menyalurkan bantuan, pada hari pertama gempa ini kita salurkan bantuan dari masyarakat berupa air mineral, makanan untuk anak-anak dan obat-obatan.”

Bantuan yang diserahkan BFLF pada tahap pertama donasi dari Masyarakat yang di amanahkan kepada BFLF untuk korban Gempa Aceh di kabupaten Pidie Jaya berupa obat-obatan dan makanan yang sangat mendesak . Adapun obat-obatan yang disalurkan langsung ke RSUD Pidie Jaya dan diterima langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Pidie Jaya.

Foto : BFLF.or.id | Brian Shinobi

img_6899-edit img_6890edit img_6936-edit img_6959-edit img_6978-edit img_6979-edit img_6984-edit img_6991-edit img_7001edit img_7002-edit img_7019-edit img_7021-edit img_7024-edit img_7028-edit img_7053-edit img_7046-edit img_7049-edit

BFLF Salurkan Bantuan Tahap Pertama untuk Korban Gempa Pidie Jaya

img_7049-edit-serah-bantuan

Ketua Umum BFLF Pusat, Michael O Alexander Chan menyerahkan bantuan obat yang langsung diterima oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie Jaya yang turut didampingi oleh Ketua BFLF Aceh Barat Daya, Nasruddin Oos | Foto : Brian Shinobi

BFLF.or.id | Banda Aceh – Blood For Life Foundation (BFLF) telah menyalurkan bantuan tahap pertama untuk korban gempa Aceh yang berada di Kabupaten Pidie Jaya. Ujar Michael O Alexander Chan, Kamis, 8 desember 2016 di Banda Aceh.

“Kemaren (Rabu.red) langsung ke lapangan untuk menyalurkan bantuan, pada hari pertama gempa ini kita salurkan bantuan dari masyarakat berupa air mineral, makanan untuk anak-anak dan obat-obatan.”

Bantuan yang diserahkan BFLF pada tahap pertama donasi dari Masyarakat yang di amanahkan kepada BFLF untuk korban Gempa Aceh di kabupaten Pidie Jaya berupa obat-obatan dan makanan yang sangat mendesak . Adapun obat-obatan yang disalurkan langsung ke RSUD Pidie Jaya dan diterima langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Pidie Jaya berupa;

Antasida Don 9.Paracetamol Tab, Asam Mefenamat 500 10.Infuset GEA, Alkohol 705 300 ml 11.Novadex, Betadin Sol 15 Ml 12.Kasa Hidrofil, CTM 100s 13.Serenity IV, Hansaplas 1226 14. Amoxilin 500 nova, Kapas 100 gram 15.Ranitidin Tab, Verian 16 Cm 16. Ringer Fundin.

“Kadis Kesehatan Pidie Jaya sangat berterima kasih kepada donatur dan BFLF atas atas bantuan obat-obatan karena kebutuhan yang mendesak untuk pasien korban gempa berupa patah tulang, pendarahan, nyeri agar segera diatasi,” Kata Michael

Pada saat penyerahan bantuan kondisi IGD RSUD Pidie Jaya penerangan masih gelap dan ada pasien yang ditangani luka akibat gempa dibantu pihak dokter dan para medis lainnya dengan memakai penerangan Handphone, sedangkan pihak PLN lagi mengusahakan genset.

serah-bantuan

Ketua Umum BFLF Pusat, Michael O Alexander Chan menyerahkan bantuan komplet TKA, TPA, TPQ Al-Istiqamah Gampong Meunasah Bie Kecamatan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya yang turut didampingi oleh Ketua BFLF Aceh Barat Daya, Nasruddin Oos | Foto : Brian Shinobi

Sedangkan bantuan makanan ringan dan minuman mineral kotak BFLF menyalurkan ke tempat pengungsian di komplet TKA, TPA, TPQ Al-Istiqamah Gampong Meunasah Bie Kecamatan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya. Di lokasi tersebut menampung pengungsi masyarakat dari 5 (lima) desa atau Gampong.

Penyerahan dilakukan langsung ke masyarakat yang berada di pelataran mesjid Al Munawarah di saksikan oleh Camat Merdue Safrizal, SSTP dan kordinator logistik pengungsian. Untuk penyaluran tahap kedua BFLF akan lebih fokus kepada sembako bukan mie kemasan, biscuit dan susu anak dan balita serta perlengkapan pampers dan perlengkapan wanita seperti pembalut dan makanan ringan lainnya.

Selain hal tersebut ada juga titik-titik pengungsian yang belum tersentuh bantuan yaitu di Jurong Ara, Meunasah Raya Kecamatan Jangka Buya dan Siblah Coh Kecamatan Ulim. Bagi Masyarakat Banda Aceh dan Sekitarnya BFLF membuka Posko di Rumah Singgah BFLF jalan. PARI NO.22 LAMPRIT atau di belakang Hotel Kuala Radja – Banda Aceh. BFLF juga akan menyiapkan kebutuhan obat untuk diterjunkan ke lokasi bencana. Mari bergerak bersama, bantu korban gempa Aceh. Rekening donasi : BRI 334001022415535 Blood For Life Foundation Konfirmasi transfer/donasi; Michael WA 081260852973.[]

Ambulance dan Relawan BFLF Menuju Lokasi Gempa

1481096863968

Ketua BFLF Pusat, Michael O Alexander Chan (depan) dan Ketua BFLF Aceh Barat Daya, Nasruddin Oos | Foto : Ist

BFLF.or.id | Banda Aceh – Ketua Blood For Life Foundation (BFLF) Pusat, Michael O Alexander Chan bersama rombongan menuju lokasi gempa Pidie dan Pidie Jaya, Rabu 7 Desember 2016.

Rombongan BFLF berangkat menuju ke lokasi siang hari ini dengan ambulance dan  membawa obat-obatan yang akan diberikan kepada korban gempa

“Berdasarkan informasi di lapangan, telah ditemukan 25 orang yang meninggal karena terkena runtuhan bangunan dan ada kemungkinan jumlah korban akan bertambah,” Ujar Michael.

Kemudian kata Michael, “menurut info dari Relawan BFLF yang sudah berada di Lokasi bahwa ambulance sangat dibutuhkan karena masyarakat korban Gempa di Pidie Jaya terus berdatangan memakai mobil Pick Up , Kebanyakan kasus patah tulang, luka robek dan pendarahan.”

15390890_1496071827087410_415425359473566749_n

Foto Korban Gempa Pidie Jaya dari berbagai sumber | Foto : Ist

Lanjut Michael “Sementara sangat dibutuhkan obat-obatan antibiotik seperti anti pendarahan, anti nyeri, benang jahit, salap luka, cairan infus dan Bidai.”

Kemudian, makanan dan snack juga dibutuhkan karena pasien di seluruh Rumah Sakit Sigli baik Pemerintah maupun Swasta full sedangkan rumah makan banyak yang tutup sehingga keluarga susah mencari makanan.

Bagi Masyarakat Banda Aceh dan Sekitarnya BFLF membuka Posko di Rumah Singgah BFLF jalan. PARI NO.22 LAMPRIT DI Belakang Hotel Kuala Radja Banda Aceh. Rencana tim pertama adalah membantu evakuasi korban ke rumah sakit dan membuka posko segar, membuka dapur umum, dan distribusi bantuan logistik.

BFLF juga akan menyiapkan kebutuhan obat untuk diterjunkan ke lokasi bencana. Mari bergerak bersama, bantu korban gempa Aceh. Rekening donasi : BRI 334001022415535 An. Blood For Life Foundation. Konfirmasi transfer atau donasi; Michael WA 081260852973, Nona WA 08236738678.[]

SETETES DARAH DAN CINTA DAHLIA (Episod 7)

pembina-bflf-abdya-muslizar-mt-dan-ketua-bflf-abdya-nasruddin-oos

Pembina BFLF Aceh Barat Daya, Muslizar MT dan Ketua BFLF Aceh Barat Daya, Nasruddin Oos | Foto : Ist

Tak banyak yang harus diceritakan diantara banyaknya janji-janji seperti hujan sore itu, bukan sekedar menguyur tapi tak lagi memperlihatkan birunya langit.

Jalan becek, air terkenang masuki rumah-rumah didindingnya membuat batasan air bila telah surut, bahkan urusan bersih membersih adalah aktivitas warga, membersihkan barang barang rumah tangganya, kapan sekali-sekali gotong royong membersihkan saluran, saluran tertimbun pasir diatas jalan dibawa air setiap hujan menguyur.

Padahal, pingin kalilah berpayung daun pisang namun ditepi jalan terlewati tak ada lagi pakcek dan palot menanam pisang ditepi jalan seperti tempo dulu saat pulang sekolah dalam hujan. Beromantisan dengan kenangan terkadang mendesak menyesak dada.

Ah, kemana si Dahlia ini tanpa sedikit kabar pun dia berbagi dalam setahun terakhir, jangan-jangan dia sibuk dengan kampanye kandidat yang dia dambakan agar terpilih memimpin negeri ini. Sudahlah, ini pun musim politik, pesta demokrasi yang melibatkan semua warga yang sudah punya hak pilih dan terdaftar di daftar pemilih tetap seperti terkoar dari panitia penyelenggara pesta. Coba SMS sajalah kalau di call mana tahu dia lagi ada pertemuan tak diangkat bisa-bisa weuh hate keuh.

OOS ; Salam dek Dahlia, apakabarnya duhai wanita penyelembut hati. Adakah bahagia disana bersamamu atau hatimu diselimuti mendung hingga bening air mata atau senyum pancaran rona bahagia tak lagi terlihat. Bolehkan sedikit masih berbagi kabar?.

DAHLIA : Salam juga Bg OOS, salam juga Orang Orang Sinting, abg apa kabarnya? Bahagia mendengar kabar abg bahagia, akhirnya seorang OOS juga melepaskan masa lajangnya. Udah tak nangis lagi dek bg, selepas hari itu menentukan sikap cinta dan pengabdian yang memang harus sehat. Selebihnya kabar adek penuh senyum rona bahagia bersama orang orang tercinta.

OOS ; Alhamduillah, semoga selalu penuh rona senyum bahagia dalam berbagi dan membantu sesame ya dek. Cinta memang penuh hal hal menakjubkan, terkadang pula diluar nalar tetap mengagumkan ya dek.

DAHLIA : Eh gimana ni aktivitas pendampingan kepada relawan pendonor darah untuk pasien yang membutuhkan darah bg, apa masih banyak yang takut sama jarum suntik ya bg. Dahlia jadi terpikir gini, pas abg BC dibutuhkan darah dan bg upload di facebook, ngeri kali lah dibaca BC OOS dan status OOS sering tentang darah yang menyakitkan dan menakutkan, hingga bg kan, nggak ada yang mau balas atau koment untuk sesuatu yang menakutkan, pun pernah dek baca yg koment di FB abg itu pun dibuat dalam bahasa canda bahwa dia jenuh membaca postingan itu.

OOS : Insha Allah masih, meskipun kini menetap diperbatasan Banda Aceh dengan Aceh Besar aktivitas itu masih kita lakukan bersama kawan-kawan. Apalagi kawan-kawan sudah bertambah yang sudi melakukan mendampingi pendonor dan pasien. Ya nggak boleh berpikir gitu dek,itu kan nggak positif banget pemikirannya, nggak dibalas BC kita, nggak dikoment di FB bukan berarti takut donor darah. Kita berpikir jernih sajalah, mana mungkin status itu tidak terlihat “seksi” hingga tak dilirik sedikitpun untuk digoda.

DAHLIA : ih seksi ni ye, hahahaha bg OOS genit ah. Tapi senanglah. Oh ya bg OOS, Dahlia mau tanya ni, akhir-akhir ini postingan abg kok terlihat banyak seperti pencitraan ya bg, bukan hanya abg sich, kawan-kawan di Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Barat Daya jugaterlihat demikian kek kompak gitu dek lihat bg. Siapa tu namanya bg, Pak Muslizar MT ya? Apa hubungannya dengan BFLF selama ini bg OOS.? Seharusnya bg OOS jangan berpolitik tapi focus saja pada kegiatan kemanusiaan dan fotografer bg.

OOS ;  Oh dek Dahlia yang berbaik hatinya, rupanya itu ya udah hampir dalam setahun ini tak berbagi kabar. Apa perlu kali bg jelaskan tentang keterlibatan bg Muslizar MT dan terlibatnya dalam aktivitas BFLF Aceh Barat Daya. Apa benar seharusnya seorang OOS tidak boleh berpolitik dek? Bukankah memilih dan dipilih itu sudah ada aturannya di Negara yang katanya berdemokrasi ini.

DAHLIA : Perlulah bg, biar dek nggak salah duga, kalau udah ada penjelasan dari bg OOS kan bisa adek tahu tentang ketahuan bg dalam politik itu.

OOS ; baiklah dek, bg mulai dari cikal bakalnya saja dulu ya. Berawal dari main-mainnya kami ke BLU RSUD Teungku Peukan pada akhir tahun 2013, menelusuri lorong lorong dirumah sakit hingga dipojok itu terdapat sebuah kantin, tak begitu jauh dari kamar jenazah terdapat sebuah bangunan Unit Transfusi Darah, jelas kami tak paham lah itu.

Hanya memesan kopi dari sebuah kantin didepan bangunan tempat mencuci kain baik bekas alas kasur pasien maupun kain-kain yang dipakai untuk operasi, didepannya ada kantin yang kami lihat maka duduk kami disana, setelah memesan kopi pancung yang harganya seribu dalam gelas kecil, beberapa orang terlihat keluar dari ruang bangunan UTD dengan wajah pucat, bekas tetesan air mata masih menghuni wajah berkulit sawo matang yang sedikit keriput, dan dari arah yang berbeda terlihat pula empat orang  seperti orang kepanitan.

Biar secepatnya tahu akhirnya, bertanya pada orang kantin tentang ruang apa itu. Dikatakan sama Pak kantin itu bahwa itu yang masuk dan keluar tadi keluarga pasien sedang membutuhkan darah untuk keluarganya, dan stok darah disini terbatas sekali, maka setiap pasien yang perlu darah harus mencari pendonor darah sendiri.

Kembali menikmati kopi, tiba-tiba HP berbunyi melihat dengan segera siapa yang BBM, rupanya ada yang BC pin, dengan bahasa “invite ya teman aku, orangnya cantik, nggak sombong dan enak diajak chat.” Apa pula ini, bg hapus saja, lima menit kemudian masuk lagi BBM dari orang yang sama juga tentang BC pin ya didelete aja di kontak BBM biar cepat selesai.

Diskusilah bersama teman-teman, kita semua aktif di media sosial, kenapa tidak kita gunakan saja media sosial ini untuk menghilangkan kepanitan dan keresahan orang lain. Kalau orang BC pin, BC produk, kita BC saja tentang orang yang perlu darah, di HP kita ka nada daftar kontak teman-teman yang lain, mana tahu ada yang mau mendonorkan darah nanti.

Waktu itu, kita mau buat Bank Darah Abdya, hingga kita buatlah status di FB dan BBM. Terdapat komentar bahwa lembaga yang bergerak dalam bidang yang sama sudah ada dan ada beberapa lembaga, seperti Galery Darah Aceh, Blood For Life Foundation. Dari koment FB tersebut  dibilanglah sama Popy, bagaimana kalau kita bersatu saja dalam satu nama, kapan bg OOS ke Banda nanti kita duduk dan Popy ajak Bg Micheal.

Lantaran sibuk dengan aktivitas, menulis di Media online, di Tabloid Sigupai yang diterbitkan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Sejahtera (BPMPPKS) Aceh Barat Daya dan juga terlibat sebagai fasilitator Pelatihan dan Kampanye dalam program pelayanan bermutu bersama lembaga PEKKA dan LP3A yang didanai oleh LOGICA, serta juga sebagai anggota di P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) Aceh Barat Daya, yang kala itu ada beberapa kasus kekerasan pada anak dan kekerasan seksual  serta kekerasan dalam rumah tangga yang  dilakukan pendampingan walau tidak sampai ke pengadilan, hingga tidak sempat ke Banda Aceh duduk tiga serangkai.

Akhir tahun 2013 dan awal tahun 2014 itu juga musim politik, musim pemilihan para parlementer, legislator penyambung suara-suara rakyat. Banda Aceh dibulan Februari 2014 disalah satu teras warung kopi diseputaran simpang lima kita duduk berbicara disana, Oos, Popy dan Michael. Diskusi tersebut bahwa kita akan bersatu dalam sebuah nama Blood For Life Foundation atau di singkat BFLF, tapi Oos sering menyebutnya Blood For Love (darah untuk cinta).

Akhir bulan februari 2014, bg Muslizar MT itu dek Dahlia sudah mengatakan diri untuk bergabung, sementara waktu itu BFLF Aceh Barat Daya belum kita publis, tapi karena itu musim politik maka kita bilang, kita akan umum bahwa Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Barat Daya pada 15 April 2014 setelah enam hari pencoblosan pemilihan DPRK, DPRA,DPRRI dan DPD. Sementara itu kita masih berbicara pada akhir februari 2014.

Singkat cerita, BC tentang darah kita mulai pada tanggal 15 april 2014.  Semenjak tahun 2014 Muslizar MT sudah aktif mencari pendonor darah, meskipun beliau tidak pandai melakukan BC di BBM waktu itu. Sampai jam 10 malam masih duduk didepan UTD mendampingi pendonor memang tidak tiap malam.

Memang masih sebagai anggota DPRK Aceh Barat Daya yang menghabiskan tahun terakhir periodenya, bahkan pernah kita bahas untuk memiliki bank darah sendiri tetapi secara aturan itu tidak boleh. Makanya BFLF hanya sebagai relawan pencari pendonor darah, mendampingi pendonor dan pasien kurang mampu.

muslizar-mt

Pembina Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Barat Daya, Muslizar MT | Foto : Sifral Jamil

Kini, juga musim politik, berkecimpung dalam politik tapi masih aktif menyalurkan hobi mendampingi pasien lalu tersebutlah itu pencitraan. Ketika ada pasien yang perlu darah dan menelpon apa harus kita bilang tunggu selesai pilkada dulu, ketika ada pasien butuh kemoterapi sementara uang menuju ke Banda tidak dimiliki, lagi pun BFLF Aceh Barat Daya punya mobil ambulance bantuan Bank Aceh karena ketidak terikatan dengan pemerintah dan lembaga tanpa donor. Selain Muslizar MT kita juga punya Pembina beberapa orang lagi seperti Ibu Rabiatul Adawiyah, Kak Safliati, Kak Iik, Kak Dewi, Kak Yanti, Kak Dian, kak Sri Hadayani, bg Harmansyah, Cuma lantaran abg dan kakak lain punya kesibukan. Kalau ada acara baru turun kelapangan baik untuk konsultasi kulit dan kecantikan, konsultasi penanganan kekerasan dalam rumah tangga, konseling dan bimbang lainnya.

Dari dulu sering upload foto kegiatan, pendampingan tapi nggak jadi perhatian ya dek Dahlia, lantaran sekarang Bang Muslizar MT sebagai Wakilnya Akmal Ibrahim dalam Pilkada 2017, saat Akmal Ibrahim sebagai calon Bupati Aceh Barat Daya 2017-2022 memilih Muslizar MT untuk wakilnya hingga dek Dahlia sebut itu pencitraan, akan tetapi setiap aktivitas Muslizar MT tetap selaku Pembina BFLF Aceh Barat Daya, ya tak apa dek. Itu sebuah kewajaran dan kalaupun itu sebagai pencitraan tidak melanggarkan secara Undang Undang, tersebab ukuran ikhlas hanya ada dihati. Dek Dahlia, ngantuk ya bacanya, karena bertele-tele lagi abg tulis, sampai terkirim berapa halaman ya, pasti bosan tu, hehehehe.

DAHLIA : Jadi, pak Muslizar MT itu sudah ada sejak awal bergerak BFLF Aceh Barat Daya bg OOS ya, bukan karena musim Pilkada ini ya, dek pikir baru-baru inilah bg. Hehehehe baru ingat dek bg, Pak Muslizar MT itu yang datang ke Ruang Rindu B saat nenek Dahlia perlu Darah B dan pacar Dahlia waktu itu nggak berani donor darah ya bg Oos. Ih bg Oos ni, benci li lah kita, nggak dibilangnya kalau bapak itu adalah Pak Muslizar MT.

OOS ; ya, Dek ja kek menghindar gitu, bagaiman bisa bilang. Nah, jika mau kupas tuntas tentang Pencitraan Musizar MT selaku Pembina BFLF Aceh Barat Daya, kita ngopi aja dek Dahlia ya, ajak kawan-kawannya.

DAHLIA : bg OOS kan di Banda, sementara Dahlia ada di Blangpidie, kek mana bisa ngopi sama bg OOS, kek mana sich bg OOS ini.

OOS ; kalau ntar abg nggak sempat ngopi sama adek, ya adek dan kawan-kawan ngopi aja sama Pembina BFLF Aceh Barat Daya, Muslizar MT, Tanya aja tentang aktifitas dan pendampingan serta bagaimana kedepan. Kan gampang itu, sementara abg di Banda tetap ngopi dek.

DAHLIA : Ntar Dahlia kabari dulu sama kawan-kawan ya bg Oos, ntar Dahlia kabari sama bg OOS ya, kalau ntar ada bg OOS kan bisa belajar buat kue Bolu, di uploadnya foto buat bolu tidak dibaginya bolu buat Dahlia.

OOS : Insha Allah adek ya, ntar kita buat kue ya apalagi kalau adek ke Banda,ntar kan bisa buat bolu bareng kakak dirumah, oh ya dek, kapan kapan kita komunikasi lagi ya, maaf karena ini abg mau ke RSUDZA dulu, ada pasien yang baru tiba dari Aceh Singkil, dan ini juga bukan pencitraan  ya, jangan ntar dibilang “POLITIK CINTA OOS”.

DAHLIA : oke bg OOS, salam ya sama kakak, dan salam juga sama pasiennya semoga lekas sembuh. Tetap semangat ya bg OOS, semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah.

Kembali ke jalan, menelusuri areal perbatasan kota dengan kabupaten ini melewati beberapa kedai kopi kiri dan kanan sebelum tiba di RSUDZA. Dijalan hati-hatilah, jangan ngebut, jangan buang darah anda sia-sia dijalan mending di donor saja.

 

Salam Sayang penuh cinta selalu dan selalu ada cinta untuk cinta

Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Barat Daya

NASRUDDIN OOS

Lampermai, Cot Iri – Ulee Kareng. 6 desember 2016, pukul 11:06 WIB