Februari, 2016

now browsing by month

 

Penelitian: Kangker Lebih Membunuh dari AIDS dan Malaria

Kangker pada anak

BFLF – Setiap tanggal 4 Februari dunia memeringatinya sebagai Hari Kanker. Meski bukan penyakit menular, kanker juga seperti epidemi karena terjadi seluruh dunia. Penelitian menunjukkan, Penyakit kanker membunuh orang lebih banyak dari pada total kematian yang diakibatkan AIDS, tuberkulosis, dan malaria.

Tema Hari Kanker tahun 2016 ini adalah “We Can. I Can.” Lewat tema ini semua pihak diharapkan mau terlibat melakukan pencegahan kanker, mulai dari deteksi dini, vaksinasi, menjaga pola hidup, serta pengendalian tembakau. “Kita dan saya” bisa mencegah kanker bersama-sama.

“Hari Kanker 2016 bisa menjadi kesempatan untuk merefleksikan semua yang bisa kita lakukan untuk menurunkan dampak dari penyakit yang sangat merusak ini, sekarang dan di masa depan,” kata Tezer Kutluk, Presiden the Union for International Cancer Control (UICC), sebuah lembaga nonpemerintah internasional yang bergerak di bidang pencegahan kanker dalam situs worldcancerday.org.

Lebih dari sepertiga kanker bisa dicegah lewat perubahan pola hidup. UICC juga mendorong setiap orang untuk menurunkan risiko kanker.  Langkah sederhana seperti berhenti merokok, mengurangi asupan daging merah dan yang diproses, rutin berolahraga, dan mengurangi asupan alkohol, bisa menjadi cara utama mencegah kanker.

Pada tahun 2030 diperkirakan lebih dari 12 juta orang akan mati akibat kanker pertahun. Di negara berkembang yang fasilitas deteksi dini dan pengobatannya belum memadai, angka kematiannya lebih besar dibanding di negara maju.[]

Source: Kompas

Foto Penyuluhan Gizi Bersama AMSA Unsyiah

BFLF – AMSA FK Unsyiah bekerja sama dengan beberapa pihak, termasuk BFLF sukses melakukan penyuluhan gizi, pemeriksaan gizi anak dan pembagian makanan sehat di Gampong Jawa, tepatnya dekat lokasi TPS (Tempat Pembuangan Sampah) Banda Aceh. Acara ini diselenggarakan dalam rangka meyambut hari gizi nasional yang jatuh pada 25 Januari bulan lalu. Kegiatan ini digelar Senin,  8 Februari 2016. Berikut adalah beberapa dokumentasi kegiatan:

AMSA BFLF

BFLF

BFLF Partner

BFLF dan Unsyiah

BFLF Aceh

BFLF Rumah Zakat Aceh

AMSA Unsyiah

Apa Itu Hemofilia?

Penderita-Hemofilia BFLF

BFLF – Banyak di antara kita yang belum mengenal hemofilia. Termasuk gejala dan cara penanganannya. Padahal penderita hemofilia yang ditangani dengan tepat akan mampu menjalani aktivitas seperti biasa. Penyakit hemofilia tidak mengenal ras dan dapat ditemukan di seluruh dunia termasuk di Indonesia.

Pada tahun 2011, jumlah pasien hemofilia di Indonesia mencapai 1.388 orang. Namun, Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI) memperkirakan jumlah pasien hemofilia mencapai lebih dari 20.000 orang. Perbedaan angka tersebut dikarenakan keterbatasan informasi dan rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai penyakit ini. Akibatnya penderita hemofilia banyak yang tidak terdeteksi.

Pengertian Hemofilia dan Jenis-jenisnya

Hemofilia berasal dari bahasa Yunani Kuno, terdiri dari 2 kata yaitu haima dan philia. Haima berarti darah sedangkan philia berarti cinta atau kasih sayang. Hemofilia adalah suatu penyakit yang diturunkan, dari ibu kepada anaknya pada saat sang anak tersebut dilahirkan. Darah pada seorang penderita penyakit hemofilia tidak dapat membeku dengan sendirinya secara normal. Proses pembekuan darah pada penderita penyakit ini tidak secepat orang normal.

Darah BFLFPenderita penyakit hemofilia kebanyakan mengalami gangguan pendarahan di bawah kulit. Misalnya luka memar jika sedikit mengalami benturan, atau luka memar yang timbul dengan sendirinya ketika penderita melakukan aktivitas berat. Contoh lainnya adalah pembengkakan pada persendian seperti lutut, pergelangan kaki, atau siku tangan. Pada beberapa kasus juga ditemui pendarahan di saluran cerna. Hemofilia bisa membahayakan jiwa penderitanya jika pendarahan terjadi pada bagian organ tubuh vital seperti pendarahan otak.

Hemofilia terbagi atas dua jenis, yaitu hemofilia A dan hemofilia B. Hemofilia A dikenal juga dengan nama hemofilia klasik. Jenis inilah yang paling banyak kekurangan faktor pembekuan darahnya. Faktor pembeku darah yang dimaksud adalah faktor VII. Hemofilia A umumnya menyerang pria. Wanita pada umumnya hanya bersifat karier atau pembawa sifat. Wanita yang menderita penyakit hemofilia dikarenakan ibunya yang karier dan ayahnya yang juga penderita.

Hemofilia B dikenal juga dengan nama Christmas disease yang diambil dari nama penemunya, Steven Chirstmas asal Kanada. Jenis ini kekurangan faktor IX protein darah sehingga menyebabkan masalah pada pembekuan darah. Baik hemofili A ataupun B keduanya adalah penyakit yang jarang ditemukan. Hemofilia A terjadi sekurang-kurangnya 1 di antara 10.000 orang. Sedangkan hemofilia B lebih jarang ditemukan, yaitu 1 di antara 50.000 orang.

Apa Penyebab Hemofilia?

Pada orang normal, apabila terjadi luka maka luka tersebut akan segera mengering. Hal ini terjadi karena adanya sistem pembekuan darah. Proses pembekuan darah dimulai dengan pengerutan pembuluh darah di sekitar luka. Tujuannya agar darah yang mengalir dapat dikurangi. Selanjutnya trombosit akan menutup luka pada pembuluh darah. Lalu faktor-faktor pembeku darah bekerja membuat anyaman (benang-benang fibrin) yang akan menutup luka pada pembuluh darah.

penyebab-hemofilia BFLFPada penderita penyakit hemofilia, terdapat gangguan di sistem pembekuan darahnya. Mereka kekurangan faktor-faktor pembeku darah. Akibatnya, luka yang seharusnya mengering akan terus-menerus mengeluarkan darah. Atau pada kasus ringan luka tetap bisa mengering namun membutuhkan waktu yang lama. Kekurangan faktor-faktor pembeku darah ini lah yang menjadi penyebab hemofilia.

Hemofilia A dan B dapat digolongkan dalam 3 tingkatan yaitu ringan, sedang, dan berat. Penderita hemofilia ringan lebih jarang mengalami pendarahan. Mereka mengalaminya hanya dalam situasi tertentu seperti operasi, cabut gigi, atau ketika mengalami luka yang serius. Wanita hemofila ringan mungkin akan mengalami pendarahan lebih pada saat menstruasi.

Penderita penyakit hemofilia sedang lebih sering terjadi pendarahan dibandingkan hemofilia ringan, namun tidak separah hemofilia berat. Pendarahan kadang terjadi akibat aktivitas tubuh yang terlalu berat, seperti olahraga yang berlebihan. Sedangkan penderita hemofilia berat adalah yang paling parah. Mereka hanya memiliki kadar faktor VII atau IX kurang dari 1% dari jumlah normal di dalam darahnya. Penderita hemofilia berat dapat mengalami pendarahan beberapa kali dalam sebulan. Terkadang pendarahan terjadi begitu saja tanpa sebab yang jelas.

Sebanyak 70% hemofilia disebabkan karena faktor genetik. Bahkan sejak masih janin dalam kandungan seorang anak sudah dapat diprediksi mengalami penyakit hemofilia atau tidak. Caranya adalah dengan melakukan screening test.

Tanda dan Gejala Hemofilia

Salah satu tanda yang paling sering muncul dari hemofilia adalah lebam di kulit. Lebam adalah warna kulit yang kebiruan yang menandakan bahwa ada pendarahan di bawah kulit. Misalnya tejadi di otot atau sendi. Pada orang normal juga terkadang mengalami kebiruan di beberapa bagian tubuh seperti itu, tetapi akan menghilang dalam beberapa hari. Namun jika lebam meliputi area tubuh yang luas, atau disertai bengkak kemerahan di sekitarnya, maka segera periksa ke dokter. Bisa jadi itu adalah gejala hemofilia.

Pada pria yang mengalami hemofilia, seringkali tandanya didapat saat ia disunat. Pendarahan yang terjadi akibat penyunatan akan lama sekali berhenti. Jika hal itu terjadi, maka orangtua harus waspada terhadap kemungkinan hemofilia.[]

Source: Kesehatan.co dan pernah dimuat di majalah Dokter Kita edisi 11 tahun IV

Foto Gerakan Sumbang 1000 Nasi Bungkus

DSC00024

BFLF – Kegiatan bertajuk ‘Gerakan Sumbang 1000 Nasi Bungkus’ ini sukses dilaksanakan Blood for Life Foundation (BFLF). Para panitia dan relawan bersemangat membagikan sedikit sumbangan berupa nasi bungkus kepada keluarga pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin (RSUDZA), Banda Aceh, pada Rabu siang (3/2/2016).

Meski panas dan harus berkeliling hampir ke semua ruangan di rumah sakit, nasi yang sejak pagi sudah disumbangkan oleh sejumlah donatur, semua dapat dibagikan merata. Acara ini turut dihadiri juga oleh Direktur RSUZA Dr. Fachrul Jamal, Pimpinan BFLF Michael Octaviano dan Agam Inong Banda Aceh. Berikut dokumentasi kegiatan tersebut:

DSC00014

DSC00020

DSC00029

DSC00024

DSC00047

DSC00043

Foto Kegiatan Lomba Mewarnai Bersama Penderita Thallasemia

Lomba Mewarnai bflf 1`

BFLF – Sebagai satu organisasi yang intens memperhatikan para pendertita thallasemia, hemofilia dan kanker anak, khususnya anak-anak, BFLF membuat kegiatan lomba mewarnai bersama orang tua pasien. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 26, 27 dan 28 Januari 2016 di Sentral Thalasemia & Onkologi RSUZA dan terlaksana dengan lancar dan sukses.

Kegiatan ini  terselenggara berkat kerjasama Dr. Heru Noviat, Sahabat BFLF, Komunitas Verizone dan Seluruh Bunda Perawat Thalasemia.  Insha Allah, Kegiatan ini akan kita laksanakan setiap dua bulan sekali sebagai motivasi buat adik-adik penderita thallasemia, hemofilia dan kanker anak untuk dapat rutin transfusi dan pengobatan Thalasemia di RSUZA. Selamat Kepada adik yang telah mengikuti Lomba mewarnai di Sentral Thalasemia RSUZA.

  • Juara 1 : Fazira (082367231130)
  • Juara 2 : Erna Fitri (082364058225)
  • Juara 3 : Muna Rahmy (0852775060). 

Berikut foto kegiatan lomba mewarnai tersebut:

Lomba Mewarnai bflf 1`

Lomba BFLF

Lomba Mewarnai bflf 2

Mewarnai bflf

Lomba Mewarnai bflf

Lomba Mewarnai

Keluarga Pasien di RSUDZA Terima Sumbangan Nasi dari BFLF

DSC00029

BFLF – Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh melalui “Gerakan Sumbang 1.000 Nasi Bungkus” menyumbang 400 nasi bungkus kepada keluarga pasien yang sedang dirawat di Rumah Sakit Zainoel Abidin (RSUZA), Banda Aceh, Rabu (3/2/2016).

Motivasi Gerakan Sumbang 1.000 Nasi Bungkus membagi-bagi nasi gratis tujuannya untuk meringankan beban para keluarga pasien selama berada di rumah sakit.

Michael Octaviano, Pimpinan BFLF mengungkapkan, “Pasien kita di RSUZA ini banyak dari luar Banda Aceh, mereka butuh biaya hidup. Makanya dengan kita berikan nasi bungkus ini, setidaknya meringankan beban mereka selama merawat keluarganya di rumah sakit.”

Selama ini ada keluarga pasien yang mengeluh lantaran tidak ada biaya hidup selama merawat pasien di rumah sakit ibu kota Aceh tersebut. Sumbangan nasi berasal dari beberapa warung nasi di Banda Aceh, perseorangan, dan sumbangan dari beberapa pihak.

Program ini sudah dijalankan selama kurang lebih 11 bulan sejak 2015 lalu. “Selama ini rutin kita salurkan setiap harinya, tapi cuma 30 nasi bungkus,” katanya.

“Hari ini 400 nasi yang kita sumbang karena hanya segitu yang mampu kita kumpulkan. Untuk program 1.000 nasi ini kita lakukan dua bulan sekali, tapi yang 30 nasi setiap hari,” tutupnya.[]

Source: Serambi

BFLF Sukses Adakan Kegiatan Aksi Sumbang 1000 Nasi Bungkus

DSC00043

BFLF – Blood For Life Foundation (BFLF) sukses mengadakan kegiatan aksi sumbang 1000 nasi bungkus kepada keluarga pasien di RSUZA Banda Aceh. Dalam aksi ini juga ikut serta direktur RSUZA, dr. Fachrul Jamal,  Rabu, (3/2/2016).

Ketua umum BFLF Michael Octaviano menjelaskan, donatur dalam kegiatan ini berasal dari beberapa pihak yang berhasil dihimpun BLFL,  baik itu melalui media sosial maupun bantuan secara langsung warga Banda Aceh. Donatur aksi ini berasal dari beberapa pihak yang berhasil dihimpun BLFL,  baik itu melalui media sosial maupun bantuan secara langsung di Banda Aceh.

“Untuk hari ini sudah terkumpul 500 bungkus nasi yang siap dibagikan. Targetnya dibagikan kepada seluruh keluarga pasien yang di rawat di RSUZA dan rencananya akan diperluas lagi nanti hingga ke RSU Meuraxa,” kata Michael saat ditanyai.

Michael menjelaskan, engatakan bahwa kegiatan ini terinspirasi dari keluarga pasien anak penderita kanker asal Singkil yang kurang mampu dan dirawat di RSUZA beberapa waktu silam. Ia berharap ke depannya, kegiatan ini lebih di dukung oleh berbagai kalangan sebagai bentuk kepedulian kepada kalangan kurang berada.

Sebenarnya, lanjutnya, BFLF melakukan kegiatan bagi nasi setiap hari kepada 30 keluarga pasien di RSU ZA khususnya keluarga kanker dan thallesemia dan kegiatan tersebut sudah berjalan selama 11 bulan. Untuk kegiatan hari ini merupakan yang pertama dilakukan dan akan berkelanjutan.

“Setiap dua atau tiga bulan sekali nanti akan kita lakukan kembali kegiatan seperti ini,” tambah Michael.[]

Source: Klikkabar.com