Desember, 2015

now browsing by month

 

Bagi Pendonor, BFLF Sediakan ID Card

ID Card BFLF

BFLF – Dalam upaya membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan darah, Yayasan Blood for Life Foundation (BFLF) Aceh baru-baru ini membuat ID card BFLF untuk dibagikan kepada masyarakat. Selain sebagai kartu pengenal dan data base pendonor darah, kartu BFLF juga dapat digunakan sebagai alat adminstrasi Anjungan Tunai Mandiri (ATM) bersama.

Direktur BFLF, Michael Octaviano, S.STP kepada LintasGayo.co, Sabtu (07/6/2014) siang menjelaskan, program BFLF membuat kartu tersebut adalah sebagai upaya mempermudah mengumpulkan data base pendonor darah di Aceh,”Dengan adanya kartu tersebut, kita akan lebih mudah mengumpulkan data sahabat-sahabat kita yang ingin mendonorkan darahnya. Dengan begitu, jika ada masyarakat yang mendadak membutuhkan darah langsung bisa kita hubungi pemilik kartu BFLF untuk membantu mereka,” terang Michael.

Selama ini di Aceh sulit untuk mendapatkan data base pendonor, sehingga ketika masyarakat tiba-tiba membutuhkan darah, mereka bahkan pihak terkait juga sulit untuk membantu. Karena itu kita ingin memperbaiki kekurangan itu, tambah Michael lagi.

Selain itu, kartu tersebut juga dapat digunakan sebagai alat transfer dana di ATM bersama. Ini difungsikan untuk masyarakat yang ingin ikut membantu menyumbangkan dana untuk disumbangkan kepada masyarakat miskin yang menderita berbagai macam penyakit serius,”Kita akan menjadi wadah pengumpulan bantuan dana sumbangan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kita akan kelola dengan baik tanpa memotong sepeserpun,” tegas Michael.

Michael menambahkan, dalam pembuatan kartu BFLF, pihaknya bekerjasama dengan Bank Bukopin tapi kartu tersebut berlaku untuk ATM bersama dan bisa digunakan walaupun berada diluar Indonesia.

Untuk pembuatan kartu itu sendiri cukup mudah dan gratis, cukup mendaftarkan langsung ke pihak BFLF. Namun seperti halnya kartu ATM yang lain, dalam pembuatan kartu BFLF juga harus diisi saldo sebesar Rp.100.000 dan dana tersebut sebagai syarat saldo kartu dan bersifat milik pribadi. Untuk lebih jelasnya, Anda dapat menghubungi pihak BFLF di nomor 0852 6047 4733 (Popy) atau 0812 6085 2973 (Michael) juga bisa langsung mendatangi sekretariat BFLF di di Jalan Tgk.H,M.Daud Bereueh, Lorong Jeumpa No.1, Berawe (Samping Zakir Kupi) Lampriet, Banda Aceh. demikian Michael.[]

Source: Lintasgayo

BFLF Buka Layanan Konseling Gratis Bagi Warga Aceh

Bimbingan Konseling

BFLF – Blood For Life Foundation (BFLF) sejak sebulan terakhir membuka pelayanan konseling secara gratis kepada warga Aceh dari semua kalangan. Layanan itu juga melayani anak-anak thalesemia untuk membantu mentalitas mereka sehingga mampu bertahan dan lebih kuat.

Sekretaris Umum sekaligus Konselor, Popy Citra Sari Morian kepada Serambi, Selasa (7/1/2014) mengatakan layanan konseling yang diberikan seputar permasalahan keluarga, karir, remaja, dan perkembangan anak. Menurutnya, dari tujuh klien yang melakukan konseling empat di antaranya merupakan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

“Dilihat dari keluhan klien saat melakukan konseling, kasus KDRT cukup mendominasi. Sedangkan yang lainnya, seperti remaja dan karir rata-rata mengeluhkan kepuasan kerja dan peningkatan motivasi maupun karir dalam pekerjaan.”

Popy menambahkan, untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi klien, pihaknya memberikan solusi berupa pilihan-pilihan terbaik yang ditawarkan. Sehingga, tambahnya klien tersebut yang akan menentukan jalan maupun sikap yang dipilih.

“Kita hanya menunjuk jalan selanjutnya kembali lagi ke kliennya untuk mengambil jalan yang mana akan dipilih,” kata Popy.

Warga yang ingin berkonsultasi, menurut Popy bisa langsung datang atau memberitahun sebelumnya di nomor kontak yang sudah disediakan BFLF.[]

Source: Serambi

Foto: BFLF Peringati Hari HIV/AIDS Internasional

BFLF – Sejumlah aktivis kemanusiaan Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh mengajak anak-anak muda Aceh untuk peduli terhadap perkembangan HIV/AIDS di Tanah Rencong. Relawan BFLF mengajak pemuda sebagai agen perubahan harus mempunyai kepedulian terhadap realitas sosial yang terjadi di sekitar mereka, termasuk perkembangan HIV/AIDS yang meski sudah menurun tapi masih tetap mengkhawatirkan. Berikut sejumlah foto saat peringatan HIV/AIDS, Selasa (1/12/2015).[]

Kampanye hari HIV-AIDS di Lhokseumawe oleh relawan BFLF

1448971373337

1448971357584

1448971292244

Inkubator Penghangat Bayi Darurat (Cute Inkubator kampus UI)

Bayi Prematur harus diberikan penanganan khusus yaitu membutuhkan kehangatan yang diterima oleh badan bayi dan panas ruangan 30 – 34 derajat celcius dimana tempat bayi ditempatkan, setelah lahir bayi prematur akan dimasukan kedalam inkubator yang bersuhu 33 derajat celcius untuk memperoleh kehangatan sehingga bisa membantu bayi prematur untuk menaikan berat badan bayi dan panjang bayi sehingga menjadi normal, namun penggunaan inkubator ini dikenakan biaya yang tidak sedikit dan tidak semua mampu untuk membayarnya.
ketika dibawa pulang kerumah bayi tersebut membutuhkan temperatur di udara sekitar tubuh bayi berkisar 30 – 33 derajat celcius. Sudah tentu orang tua akan menyelimuti bayi dengan bedong dan mematikan AC dan kipas angin agar suhu di kamar bayi berada tetap kondisi hangat. namun hal ini tidak begitu effective karen pada jam dini hari tekanan udara di luar rumah akan turun sehingga udara dingin akan masuk kerumah dengan sistem konveksi alami baik dari ventilasi maupun dari lubang-lubang serta pintu yang terbuka sampai beberapa kali.
Agar bayi tetap terjaga kondisi tubuh dengan suhu udara sekitarnya, maka diperlukan kehangatan khusus. Dengan melihat kondisi seperti ini tidak semua bayi prematur mendapatkan fasilitas inkubator dari rumah sakit. maka perlu ada penanganan darurat untuk bayi tersebut. Syukur alhamdulillah salah seorang profesor teknik mesin dari Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Universitas Indonesia, mengembangkan inkubator penghangat bayi darurat yang diberi nama CUTE INKUBATOR dan dapat dibuat dengan bahan sederhana untuk penangan daruratnya. dimana bayi dimasukan dalam kota yang tidak terlalu besar dan ruang kotak pada bayi tersebut akan diberi sinar lampu, lampu dengan daya 40 watt disinari kearah kaki sampai ke badan bayi yang telah dibalut kain bedong, dan pada mata bayi ditutup. baru kemudian secara perlahan panas dari lampu akan mengisi ruang kotak dan orang tua cukup mengukur temperatur didalam kotak tersebut.

Model Inkubator Penghangat Bayi darurat dengan Kardus dan lampu 40 watt

 

Posisi Bayi dan proses penghangat bayi dalam kardus inkubator darurat

 

SISTEM KERJA INKUBATOR
Metode inkubator sederhana ini bisa menggunakan bahan kardus atau plastik atau triplek yang mudah dapat ditemukan sekitar rumah bayi prematur, Inkubator darurat ini bisa dibuat oleh orang tua bayi  yang telah mendapat penanganan paska melahirkan di rumah sakit setempat, biasanya bayi prematur  dimasukan  dalam inkubator di rumah sakit sesuai prosedur dalam jangka waktu 2 sampai 3 minggu tergantung kemampuan keuangan dan kondisi berat badan bayi bisa naik atau tidak.

 

Untuk menjaga suhu yang diterima bayi preamtur setelah berada dirumah dengan temperatur 33 derajat celcius maka orang tua bisa membuat inkubator penghangat darurat sederhana ini dengan ketentuan bayi tetap dalam pengawasan dan lampu yang digunakan tidak menyinari bagian tepat di mata cukup bagian perut dan kaki dan posisi bayi tidur terlentang dengan dibalut oleh kain bedung (seperti digambar). Pada sisi kanan kiri kardus atau platik diberi lubang sehingga panas yang diterima bayi mengalir bersama aliran udara dan ini membuat panas dalam kardus akan berpindah secara konveksi alamiah.

 

Untuk membuat bayi prematur tersebut nyaman, harus sering-sering juga bayi permatur di gendong untuk memberikan kehangatan dari tubuh si ibu, karena dengan menggendong bayi prematur ini sangat mendukung kesehatan dan kebutuhan bayi untuk menaikan berat badannya ke kondisi berat badan normal. Jika berat badan bayi sudah sampai 2.5 kg tidak memerlukan inkubator lagi sebagai penghangat ,namun cukup di gedong dan dibalut sama kain bedong. Metode gedong bayi sebagai penghangat berdasarkan teori kantong bayi kangguru.

 
PENGEMBANGAN INKUBATOR DARURAT
Metode inkubator penghangat bayi darurat ini sebenarnya sudah lama dikembangkan untuk emergency saja di daerah-daerah yang jauh dari rumah sakit atau pukesmas yang menyediakam layanan inkubator dan jika layanan inkubator membutuhkan biaya mahal.Metode dengan kotak dan plastik ini menjadi bagian penelitian prof. Raldi dari UI untuk penanganan BAYi prematur di daerah yang tidak terjangkau bantuan peminjaman inkubator gratis. Mereka kasih nama dengan “Cute Inkubator” yang menggunakan kotak plastik. sehingga lebih menarik,aman dan mudah dipindah-pindahkan.

 

Terlampir foto-foto model inkubator darurat “Cute Inkubator” yang dikembangkan di Departemen Teknik Mesin di Universitas Indonesia yang dilengkapi dengan thermometer digital kecil untuk mengukur suhu didalam kotak cute inkubator.

Gambar 1. Model cute inkubator

Gambar 2. tampak samping inkubator penghangat darurat

Gambar 5. Bayi prematur setelah dibalut dengan kain bedong dalam cute Inkubator

Gambar 6. Proses penghangatan dalam Inkubator penghangat bayi dengan lampu 40 watt

Gambar 7. bayi tertidur ketika hangat dalam cute inkubator membuatnya nyaman

Gambar 8. Bayi yang bernama Varel berada dalam inkubator penghangat darurat dengan 2 lampu 40watt

Metode ini bisa digunakan oleh siapun dan dimanapun, agar setiap bayi premature bisa terbantu dengan membutuhkan kehangatan agar bisa menaikan berat badan. bagi yang membutuhkan silahkan dipraktekan serta terus diawasi dan tetap berkonsultasi dengan dokter, perawat atau bidan setempat.

Untuk diskusi lebih lanjut silahkan menghubungi :

Profesor Raldi Antono Koestoer
email : koestoer@eng.ui.ac.id
sms : 0856-5931-2070
Whatsapps/Telpon : 0816-1992-186

referensi :

https://koestoer.wordpress.com/2012/08/07/inkubator-grashof/

https://koestoer.wordpress.com/2013/09/03/inkubator-penghangat-bayi-darurat/

https://koestoer.wordpress.com/2012/08/07/inkubator-grashof/

Foto: Rumah Singgah dan Pembagian Nasi Bungkus

BFLF – Sebagai komunitas peduli kemanusiaan Blood for Life Foundation (BFLF) rutin melakukan kegiatan pembagian nasi bungkus kepada pasien thalasemia di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Lampriet, Banda Aceh. Selain itu, juga rutin mengunjungi rumah singgah di Komplek Villa Citra, No 99 Lampineung yang khusus disediakan untuk keluarga pasien kurang mampu. Berikut beberapa foto kegiatan tersebut.[]

Foto: Pembagian nasi bungkus kepada pasien thalasemia.

Foto: Pembagian nasi bungkus kepada pasien thalasemia.

Foto: Rutinitas pembagian nasi bungkus di RSUZA

Foto: Rutinitas pembagian nasi bungkus di RSUZA

Foto: Berkunjung ke rumah singgah BFLF

Foto: Berkunjung ke rumah singgah BFLF

Foto: Sumbangan biaya tranportasi

Foto: Sumbangan biaya tranportasi kepada keluarga pasien

Duta Mahasiswa dan BFLF Lhokseumawe Bagikan Pita

Ketua Blood for Life Foundation Lhokseumawe, Evi Yusuf Malem menyematkan pita merah pada penggunakan jalan di depan Taman Riyadah Kota Lhokseumawe, Selasa (1/12). Kegiatan ini dalam rangka memperingati hari HIV/Aids sedunia. SERAMBI/SAIFUL BAHRI

 

LHOKSEUMAWE – Duta Mahasiswa Lhokseumawe bersama Blood for Life Foundation, Selasa (1/12) membagikan seribu pita merah kepada pengguna jalan di depan Taman Riyadhah Lhokseumawe. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari HIV/AIDS Sedunia.

Ketua Blood for Life Foundation Lhokseumawe, Evi Yusuf Malem, menyebutkan, selain membagikan pita, pihaknya dalam rangka Hari HIV/AIDS Sedunia tahun ini juga mengadakan talkshow pada salah satu radio di Lhokseumawe.

“Pembagian pita ini sebagai upaya kita mengingatkan masyarakat bahwa virus mematikan itu berpeluang menyerang siapa saja. Melalui kampanye ini, kita berharap bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menghindari berbagai perbuatan yang berisiko terjangkit virus tersebut,” harap Evi.

Sementara PMI Aceh Utara, memperingati Hari HIV/AIDS Sedunia, Selasa (1/12) dengan cara melakukan pawai dan sosialisasi bahaya HIV/AIDS kepada siswa, mahasiswa, dan masyarakat di Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara. Sebelumnya, pada Senin (30/11) malam dilakukan acara renungan.

“Pada renungan malam, kita hadirkan sejumlah narasumber untuk menjelaskan bahaya HIV/AIDS dan bagaimana cara menghindari penyakit tersebut,” ujar Ketua Panitia, Hendra Yuliansyah kepada Serambi, kemarin. Kegiatan lain yang diadakan dalam renungan malam adalah nonton film pendek tentang bahaya dan penularan virus HIV/AIDS serta pemilihan empat duta HIV/AIDS dari kalangan relawan Palang Merah Remaja dan Korps Sukarela.(bah/jaf)

Sumber : Serambi Indonesia

Peduli HIV/AIDS, Relawan BFLF Bagi Seribu Pita Merah

ketua BFLF Lhokseumawe memasang pita ke salah satu pelajar di jalan Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE – Lembaga peduli penyakit HIV/AIDS Blood For Life Foundation (BFLF) Lhokseumawe memperingati hari HIV/AIDS sedunia dengan membagikan sebanyak seribu pita warna merah kepada pengguna jalan protokol di Taman Riyadah, Kota Lhokseumawe, Selasa (1/12/2015) siang.Ketua Relawan BFLF Kota Lhokseumawe Evi Yusuf mengatakan, memberikan pita ini kepada masyarakat sebagai bentuk peduli pihaknya kepada penderita penyakit Human Immunodeficiency Virus(HIV) dan acquired immune deficiency syndrome (AIDS).

Kampanye hari HIV-AIDS di Lhokseumawe oleh relawan BFLF

Kampanye hari HIV-AIDS di Lhokseumawe oleh relawan BFLF

Menurutnya penyakit mematikan belum ada obat ini telah menjadi fenomena gunung es di tanah air, termasuk di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara, karena kasusnya terus meningkat. Dia memperkirakan, kasus tersebut terungkap ke publik tidak seberapa dengan yang tidak terungkap.

Sebab itu dengan pembagian pita merah ini kepada pengguna jalan diharapkan  masyarakat lebih sadar akan dampak penyakit, karena HIV/AIDS ada di tengah masyarakat. “Kita harus sadar, HIV/AIDS telah ada di tengah-tengah kita. Karena itu kita lah yang pernama harus peduli,” tukas Evi Yusuf. (kf)

– See more at: http://www.goaceh.co/berita/baca/2015/12/01/peduli-hivaids-relawan-bagi-seribu-pita-merah#sthash.mDecmYwE.dpuf

Talkshow Radio
sebelum menggelar aksi pembagiaan pita, tim BFLF Lhokseumawe mengikuti talkshow radio mengenai HIV AIDS di kalangan remaja, Evi Yusuf di dapuk menjadi narasumber.

BFLF Ajak Pemuda Aceh Peduli HIV/AIDS

peduli-hiv-aids

BFLF – Sejumlah aktivis kemanusiaan yang tergabung dalam Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh mengajak anak-anak muda Aceh untuk peduli terhadap perkembangan HIV/AIDS di Tanah Rencong.

Relawan BFLF, Teuku Ramadhan, mengatakan pemuda sebagai agen perubahan harus mempunyai kepedulian terhadap realitas sosial yang terjadi di sekitar mereka, termasuk perkembangan HIV/AIDS yang meski sudah menurun tapi masih tetap mengkhawatirkan.

“Hari ini masyarakat banyak yang tidak sadar akan virus HIV/AIDS, terkadang di sekitar mereka sudah ada namun masyarakat tidak peduli bahkan tidak mau tahu sama sekali,” kata Ramadhan kepada Klikkabar.com, Selasa, 1 Desember 2015.

Dari catatan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Aceh, ada 58 kasus HIV/AIDS baru di Aceh tahun 2015. Sebanyak 40 orang di antara mereka sudah positif mengidap AIDS sedangkan 18 lainnya baru positif terjangkit virus HIV. Jumlah ini mengalami penurunan dibanding tahun 2014 dengan 83 kasus.

“Generasi muda harus lebih peduli lagi terhadap ini,” kata Ramadhan.

Ramadhan juga mengajak anak muda menjaga pergaulan agar terhidar dari virus HIV. Pergaulan bebas, apalagi jika disertai ‘jajan’ sembarangan, memang meningkatkan kerentanan terjangkitnya virus yang belum ditemukan obatnya ini.

“Pemerintah selaku tempat berlindung masyarakat juga harus memiliki kepedulian yang besar terhadap pendidikan seks sejak usia dini,” tutup Ramadhan. []

Source: Klikkabar