September, 2015

now browsing by month

 

BFLF Adakan “Travelling For Humanity” di Pulo Aceh

Penyuluhan sikat gigi bersih di SDN Kandang Pulau Aceh

BFLF – Blood For Life Foundation (BFLF) bekerjasama dengan Rumah Zakat dan Tulong Aceh, menyelenggarakan kegiatan sosial dan kemanusiaan yang bernama “Travelling For Humanity” di Desa Kandang Pulau Nasi Kecamatan Pulo Aceh kabupaten Aceh Besar.

Kegiatan tersebut berlangsung selama 3 (tiga) hari, dimulai dari tanggal 18 s/d 20 September 2015. Acara ini adalah kegiatan social dan kemanusiaan yang berkaitan dengan kesehatan dan pendidikan untuk masyarakat.

Dikemas dalam bentuk perjalanan wisata kemanusiaan dengan tujuan mempromosikan potensi wisata yang ada di daerah tersebut, serta turut membantu masyarakat pedalaman dari sektor kesehatan, pendidikan dan perekonomian.

Demikian disampaikan Teuku Ramadhan saat dijumpai di kantor BFLF di Banda Aceh, menurutnya, kegiatan ini sengaja dikemas dalam bentuk Travelling agar menarik minat bersosial dan semakin banyak partisipan yang ikut serta pada kegiatan ini.

Dengan 15 orang relawan dari berbagai profesi dan kalangan, mereka hadir untuk membantu masyarakat di pulau nasi. Diceritakan Ramadhan, pada hari pertama dimulai nya kegiatan, para relawan melakukan aksi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), motivasi belajar, dan pembagian susu gratis.

“Kegiatan hari pertama ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kesehatan serta minat belajar anak anak untuk menggapai keinginan mereka. Kegiatan ini dimulai dari pukul 02.00–17.00 wib di SDN Kandang Pulau Nasi kecamatan Pulau Aceh,” ungkapnya.

Selanjutnya pada hari kedua dilanjutkan pada tingkat SMPN Pulau Aceh dengan berbagai kegiatan positif juga seperti penyuluhan kesehatan Basic Life Support (BLS) dan PHBS, Life Motivation Class, Pembagian susu gratis, dan action collaboration peserta (siswa/i SMP) dengan relawan.

“Tujuan kegiatan ini memberi pengetahuan hidup bersih dan kesehatan, membentuk perilaku baik, berani bermimpi dan menggapai cita cita, serta menuntut siswa/i bangga akan tempat tinggal nya dan tanah kelahirannya. Dilanjutkan dengan kegiatan cek kesehatan gratis dan bazar baju untuk masyarakat di desa kandang.”

Hari terakhir ditutup dengan kegiatan travelling atau perjalanan wisata di daerah sekitar. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu pemerintah dalam mempromosikan potensi wisata yang ada di pulau terpencil seperti pulau Aceh, serta memanggil wisatawan dari berbagai daerah dan Negara untuk berkunjung ke daerah tersebut.

Kegiatan ini secara rutin dilaksanakan oleh BFLF untuk mengajak anak mudan serta para donator berpartisipasi membantu masyarakat pesisir serta mempromosikan objek wisata yang ada khususnya di Aceh.

Ramadhan berharap, aksi tersebut bukan hanya berupa aksi amal dan travel semata namun juga bermanfaat untuk lebih memperkenalkan pada masyarakat seluruh Indonesia bahwa Aceh memilik objek wisata yang sangat indah dan masyarakat yang ramah dengan pengunjung dari berbagai penjuru.[]

Source: Suarakomunikasi

Ketua PMI: Kami Segera Bersikap

* BFLF Sediakan Darah untuk RSDZA

BANDA ACEH – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kota Banda Aceh, Qamaruzzaman Hagnyu menyatakan, segera akan bersikap terhadap terjalinnya kerja sama antara Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) dengan lembaga sosial BFLF dalam hal memenuhi kebutuhan darah di rumah sakit itu.

“Dalam dua hari ini kami akan duduk untuk bersikap terhadap telah terjalinnya kerja sama antara RSUDZA dengan lembaga Blood For Life Foundation (BFLF) dalam hal penyediaan darah di rumah sakit tersebut,” ujar Qamaruzzaman Hagny, Ketua PMI Cabang Banda Aceh, dalam sambutannya pada acara peringatakan HUT ke-70 PMI, Kamis kemarin di Sekretariat PMI Lampineung, Banda Aceh.

Dijelaskan Qamaruzzaman, merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 80 serta Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 83 tahun 2014, hanya PMI satu-satunya organisasi yang diamanatkan oleh Pemerintah Indonesia dalam hal mengurus darah. “Kami jelaskan bahwa lembaga yang saat ini menjadi mitra RSUZA, tidak ada hubungan sama sekali dengan PMI, tegasnya.

Kalaupun ada muncul organisasi lain, seperti Forum Komunikasi Dermawan Darah (Fokus Wanda), Darah Untuk Aceh (DUA) serta organisasi lainnya, selama ini bekerja sama dengan PMI, bukan berjalan sendiri dan saling menjelekkan, apalagi sampai mengatasnamakan dari PMI.

Selama ini sebut Qamaruzzaman dirinya bersama pengurus PMI Banda Aceh lainnya, mencari darah kemana-mana tanpa mengenal lelah, supaya permintaan dan stok darah tetap ada di PMI saat masyarakat membutuhkannya. “Hal yang kami pikirkan selama ini bagaimana darah yang dibutuhkan masyarakat dapat terpenuhi, tanpa harus melibatkan masyarakat apalagi sampai membarter darah dari keluarga pasien untuk bisa mendapatkan darah yang diminta itu. Karena itu juga pada hari ini, PMI melounching aplikasi pelayanan darah, supaya masyarakat lebih tahu,” ungkapnya.

Dijelaskan juga, apa yang dikatakan itu merupakan akumulasi kekecewaannya setelah sekian lama bersabar dengan kondisi ada lembaga-lembaga yang menjelekkan PMI Banda Aceh. “Saya bicara terbuka saat ini, karena selama ini apa yang terjadi di rumah sakit, PMI yang selalu terkena imbasnya,” ujar Qamaruzaman.

Menyikapi hal itu Direktur RSUZA Banda Aceh, dr Fachrul Jamal SpAn KIC mengaku heran dengan sikap PMI Banda Aceh. Menurutnya, PMI boleh saja bersikap, tapi tentunya tidak pada hal-hal yang dapat merugikan masyarakat. Ketika ditanyakan ketersinggungan pengurus PMI itu karena dilatarbelakangi oleh sikap RSUZA Banda Aceh yang telah mengandeng lembaga donor darah BFLF, dr Fachrul Jamal menjelaskan, “Kami akan menerima siapapun dan lembaga apapun yang mau membantu menyediakan darah untuk rumah sakit,” sebutnya.(mir)

Editor: bakri

Bersama Tulong Aceh, BFLF Adakan Lomba Foto Instagram

lomba-foto-1-696x464

BFLF – Blood For Life Foundation bersama komunitas Tulong Aceh akan mengadakan “Travelling For Humanity” ke Pulo Aceh pada tanggal 17-19 September 2015. Dalam rangka kegiatan tersebut Blood For Life Foundation dan komunitas Tulong Aceh, akan mengadakan lomba foto di media sosial Instagram dengan tema “Travelling for Humanity”.

Blood For Life Foundation (BFLF) merupakan komunitas yang memilih konsen dalam gerakan sosial atau menjadi suatu media komunikasi seputar donor darah dan kesehatan transfusi darah. Sedangkan Tulong Aceh adalah sebuah wadah yang disediakan untuk mewujudkan youth collaboration antar pemuda dan pemudi Aceh. Seperti dikutip dari situs bflf.or.id dan fanpage Tulong Aceh.

Menurut rilis yang diterima oleh acehraya.co.id, bagi 2 pemenang terbaik berdasarkan penilaian dewan juri, akan mendapatkan 2 tiket gratis untuk ikutan Travelling For Humanity ke Pulo Aceh dan goodiebag cantik untuk 1 pemenang favorit dengan jumlah like terbanyak, serta merchandise untuk ketiga pemenang.

Bagi anda yang ingin mengikuti kompetisi foto ini cukup simple. Upload foto kegiatan sosial atau kemanusian yang anda lakukan di media sosial Instagram. Lalu, mention @blood_bflf dan @tulongaceh beserta 5 teman anda dengan hastag #Travellingforhumanity.

Kompetisi lomba foto Instagram Blood For Life bersama komunitas Tulong Aceh “Travelling For Humanity” ini berlangsung sampai 10 September 2015. Pengumuman pemenang dilakukan pada 12 September 2015.

Sementara itu, untuk foto yang diunggah oleh peserta harus menggambarkan tema. Terakhir, peserta juga wajib menuliskan caption seperti yang tertera di banner di bawah ini.[]

Source: Acehraya

Walikota Bengkulu Kunjungi BFLF Aceh

BFLF, Banda Aceh – Walikota Bengkulu Helmi Hasan, SE mengunjungi provinsi Aceh, dengan agenda ke Banda Aceh acara dan kunjungan ke Dinas Sosial Banda Aceh. Pada kunjungan tersebut ia turut berkunjung ke kantor Blood For Life Foundation (BFLF) yang juga merupakan salah satu organisasi sosial donor darah  di Aceh.

Pada kesempatan tersebut Helmi berharap nanti juga di Bengkulu bisa dibentuk cabang BFLF seperti di Aceh yang bertujuan membantu masyarakat disana. Demikian rilis yang disampaikan oleh pihak BFLF, Minggu (13/9/2015)

Walikota Bengkulu mengungkapkan bawah dia Ingin BFLF yang ada di Aceh juga di bentuk di Bengkulu guna membantu masyarakat Bengkulu yang kelainan darah. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan BFLF seperti di Aceh juga dapat dilaksanakan di sana.

Senada dengan harapan walikota tersebut, Ketua BFLF Michael Octaviano, S.STP, menyambut dengan hangat ajakan untuk membuka cabang disana, karena BFLF saat ini merupakan satu-satunya yang berada di Indonesia. Namun, sebelum itu Michael terlebih dahulu ingin memperkokoh BFLF di Aceh yang menjadi pusat saat ini, sehingga dengan begitu akan mempermudah komunikasi-komunikasi yang akan dibangun dan juga kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan nantinya.

“Kita sangat terbuka terhadap hal yang seperti ini, apalagi Aceh merupakan pelopor pertama yayasan seperti ini, sehingga kita dengan senang ingin berbagi dengan daerah-daerah lain nantinya” ungkapnya.

Lebih lanjut, Helmi Hasan merasa kagum dan Bangga akan semangat generasi muda di Aceh. “Semangat muda di Aceh juga memberikan contoh buat daerah lainnya, bagaimana dengan organisasi yang bisa dibilang sukarela. Namun, bisa mengembangkannya menjadi sebuah organisasi yang besar dan bisa di bilang tanpa sumber modal yang jelas yang artinya bersifat sukarela.” ungkapnya. []

Source: The Globe Journal