Mei, 2015

now browsing by month

 

Bantuan Mengalir untuk Rohingya

 

Anak-anak muslim Rohingya mengambil jatah nasi di dapur umum tempat penampungan sementara di TPI Desa Kuala Cangkoi, Lapang, Aceh Utara, Sabtu (23/5). Bantuan kemanusian terus mengalir ke posko untuk pengungsi Rohingya yang masih membutuhkan bantuan.

 

Atjehkutaraja.com — Banda Aceh. Bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya yang kini ditampung di beberapa lokasi di wilayah timur dan utara Aceh terus mengalir. Selain bahan sandang dan pangan, juga layanan kesehatan, pendidikan, dan penyembuhan trauma.

Data yang dihimpun Serambi, pada Sabtu kemarin, Unicef melalui Dinas Kesehatan Aceh menyerahkan 1.000 kotak kelambu untuk pengungsi di lokasi penampungan Pelabuhan Kuala Langsa. Bantuan diterima oleh Ketua Tim Medis Posko Penampungan Pengungsi, Dr T Chik M Iqbal.

Ketua Persit KCK Kodim 0104/Atim, Ny Rini Endra Saputra Kusuma bersama unsur pengurus lainnya serta Dandim 0104/Atim, Letkol Inf Endra Saputra Kusuma ZR, mengunjungi dan menyerahkan sambako untuk pengungsi Myanmar dan Bangladesh di penampungan.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Poltekes Banda Aceh, ikut menyalurkan bantuan sandang dan pangan serta pakaian layak pakai kepada pengungsi. Bantuan diantarkan Wakil Presiden BEM Poltekes, Abu Bakar didampingi aktivis mahasiswa lainnya.

Jenis bantuan dari BEM Poltekkes Banda Aceh di antaranya pakaian anak-anak dan dewasa 20 karung, beras 10 zak, mie instan 33 kotak, susu, minyak goreng, mainan anak, dan lainnya. Menurut Abu Bakar, bantuan dihimpun dari masyarakat Aceh di Banda Aceh dan seluruh keluarga besar Poltekes Aceh.

Mahasiswa juga melakukan penyuluhan kesehatan, perilaku hidup bersih dan sehat, dan memberikan permainan untuk membangkitkan semangat anak-anak pengungsi.

Hingga pukul 12.00 WIB, Sabtu (23/5), pengungsi baik Myanmar dan Bangladesh yang terdata pada tim medis posko penampungan yang jatuh sakit sebanyak 56 orang. Dari jumlah itu sekitar 70 persen mengalami diare dan maag (lambung), selebihnya sakit kepala, gatal-gatal, dan lainnya.

Bantuan dari Qatar
Warga Aceh di Qatar, Jumat (22/5) menyalurkan bantuan kemanusian berupa sembako untuk pengungsi Rohingya. Bantuan senilai Rp 100 juta itu diserahkan di empat titik posko pengungsi yaitu di kawasan Aceh Utara, Langsa, dan Aceh Timur.

Ketua Warga Aceh Qatar, T Anwar kepada Serambi, Sabtu (23/5) mengatakan, jumlah bantuan kepedulian warga Aceh di Qatar tersebut disalurkan melalui perwakilan pelaksana di Aceh yang dikoordinir oleh Muklis Yusuf dan Isnaini Zulfri.

Bantuan tersebut, menurut T Anwar merupakan wujud empati dan solidaritas masyarakat Aceh di Qatar. Bantuan itu dihimpun dari warga Aceh serta warga Indonesia lainnya yang berkerja di Qatar.

Penggalangan DPRA
Anggota DPRA juga membantu pengungsi Rohingya di kamp penampungan Mes Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Karang Baru, Bayeun, dan Langsa. Di Aceh Tamiang, bantuan berupa kain sarung, mukena, baju muslim, daster, pembalut wanita, ikan asin, mie instan, telur, roti kering, dan susu diserahkan anggota DPRA, Jamaluddin T Muku diterima Kadis Sosial dan Transmigrasi Aceh Tamiang, Amirruddin Y, Jumat (22/5/).

Menurut Jamaluddin, bantuan tersebut merupakan sumbangan pribadi sejumlah pegawai di lingkungan satuan kerja provinsi Aceh yang digalang pihak DPRA beberapa waktu lalu.

Anggota Pansus V DPRA didampingi Ketua KPA Pase, Tgk Zulkarnaini bin Hamzah juga menyerahkan bantuan untuk pengungsi berupa sembako dana pakaian yang diantar langsung ke titik-titik penampungan. “Ini bentuk perhatian kami untuk membantu pengungsi Rohingya,” ujar Ketua Pansus V DPRA, Azhari Cagee.

Sehari sebelumnya, annggota DPD asal Aceh, Sudirman alias Haji Uma juga menyerahkan bantuan sembako kepada imigran asal Bangladesh yang ditampung di bekas Kantor Imigrasi Lhokseumawe dan untuk pengungsi Myanmar di TPI Desa Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Aceh Utara.

Pengobatan gratis
Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia, Sabtu (23/5) mengerahkan 25 dokter dan 40 relawan melakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis kepada pengungi Myanmar dan Bangladesh di posko penampungan Pelabuhan Kuala Langsa.

Koordinator Lapangan Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia, Sopjan Tjiawi Chi Yao kepada Serambi mengatakan, dari 25 dokter yang melakukan pelayanan kesehatan gratis ini, di antaranya dokter THT (Telinga Hidung Tenggorokan), dokter spesialis kulit, dokter anak, dan dokter umum.

Para dokter juga dibantu 40 relawan yang merupakan gabungan dari Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia yang di Aceh dan Sumut. Selain pemeriksaan kesehatan, pengobatan, dan obat gratis, yayasan gabungan lintas agama ini juga menyalurkan bantuan sandang dan pangan.

Selain untuk pengungsi Myanmar dan Bangladesh di Kuala Langsa, yayasan itu juga menyalurkan bantuan untuk pengungsi Myanmar dan Bangladesh di Desa Bayeun, Kecamatan Rantau Seulamat, Aceh Timur.

BFLF dan ERCI
Blood For Life Foundation (BFLF) bersama Ertiga Club Indonesia (ERCI) Chapter Aceh dan PT Suzuki Armada Banda Jaya membuka posko peduli Rohingya selama satu minggu mulai Sabtu 23 Mei 2015.

Ketua Umum BFLF, Michael Octaviano kepada Serambi mengatakan, posko peduli Rohingya ini menerima donasi dari warga Banda Aceh, baik berupa uang, obat-obatan maupun sandang dan pangan.

“Kita membuka posko bekerja sama dengan ERCI Aceh dan Suzuki. Ada empat posko yang kita buka yakni di Showroom Suzuki Banda Aceh, Meulaboh, Bireuen, Lhokseumawe, dan Kantor BFLF,” ujar Michael di sela kegiatan donor darah di Showroom PT Suzuki Armada Banda Jaya, Sabtu (23/5).

Posko Dewan Dakwah
Dewan Dakwah Aceh bekerja sama dengan BKM Masjid Baitusshalihin membuka posko penggalangan bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya yang berpusat di Masjid Baitusshalihin, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh.

Sekretaris Dewan Dakwah Aceh, Said Azhar mengatakan, donatur bisa menyalurkan bantuan dengan menghubungi Zulfikar selaku koordinator melalui Hp 08126908733) atau langsung ke Bank Aceh Syariah Nomor Rekening 61201080000315 atas nama Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia.


(serambi/atjehkutaraja.com)