Februari, 2015

now browsing by month

 

Pelayanan UTD di RSUTP Abdya Mengecewakan

Abdya – Pelayanan di Unit Transfusi Darah (UTD) di Badan Layanan Umum Daerah pada Rumah Sakit Umum Teungku Peukan (BLUD RSUTP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) masih jauh dari Standar Pelayanan.

Hal itu terbukti ketika salah seorang warga yang hendak mendonor darahnya dan selanjutnya akan disumbang kepada pasien. Namun ketika dia mendonor di UTD tersebut membuat dirinya sangat kecewa.

“Saya sudah dua kali datang ke UTD untuk donor darah golongan A, tetapi tensi saya mencapai 150 Mmhg pada saat dipemeriksaan pada kamis kemarin, namun pada Sabtu (21/2) kemarin saya datang lagi, tensi saya masih sama, ketika diperiksa seorang petugas,” ungkap salah seorang pendonor Fajri, Minggu (22/2).

Fajri mengakui, menurut keterangan petugas di UTD setempat, tekanan darah yang dimiliki sang pendonor (Fajri) sangat tinggi. Petugas UTD mengimbau agar jangan membiarkan hal itu terus meningkat karena akan berbahaya. “kalau sering-sering begini, nanti bisa pecah pembuluh darah.” Ujar Fajri yang meniru ucapan petugas di UTD.

Ada yang merasa aneh dan merasa kuwatir serta merasa penasaran, Fajri (pendonor) yang didampingi salah satu anggota  BFLF ABDYA melakukan pemeriksaan kembali ditensi darah ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUTP, namun hasil yang didapatkan itu berbeda dengan UTD. “Setelah saya kroschek di IGD tensi saya 110 Mmhg. Kan aneh alat pemeriksaan yang ada di UTD itu.

Hal ini juga dibenarkan  Mizardi Kepala bidang Hubungan Masyarakat (Humas) BFLF Aceh Barat Daya. Ia mengatakan, hal yang sedang di alami Fajri bukan pertama kali. Namun sudah beberapa kali para pendonor merasa mengeluh ketika hendak menyumbang darahnya kepada pasien.

“Banyak pendonor merasa mengeluh saat berniat donor darah tidak kesampaian dikarenakan tensi darah tidak stabil saat diperiksa sang petugas. Namun sepulang dari UTD mereka melakukan pemeriksaan lagi tensi di apotek terdekat, hasilnya normal 120 Mmhg,  kan sangat berbeda dengan pemeriksaan di UTD yaitu mencapai 160 Mmhg. Hal ini tidak bisa disepelekan, dan bisa mengakibatkan fatal untuk selanjutnya,” imbuh Humas BFLF Abdya, Mizardi. (Ratu)

3 Kegiatan Kumpulkan Darah 126 Kantong

BANDA ACEH – Siswa SMK Negeri 1,2, dan 3 Banda Aceh serta mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry dan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh mengumpulkan darah 126 kantong secara terpisah, Selasa (17/2).

Darah yang terkumpul masing-masing di tiga tempat tersebut, yaitu di SMK terkumpul darah 87 kantong, UIN Ar-Raniry sepuluh kantong, dan FK Unsyiah 29 kantong yang bekerjasama dengan Instalasi Transfusi Darah (ITD) Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh dan Blood For Life Foundation (BFLF).

Menurut Ketua Umum BFLF, Michael Octaviano donor darah di FK Unsyiah, pada 17 dan 18 Februari 2015 dalam rangka memperingati hari kanker dunia.

Sementara Kepala Humas dan Perekrutan Pelestarian Donor Darah Sukarela (P2D2S) pada Unit Donor Darah PMI Banda Aceh, Zulfahmi AMT kepada Serambi mengatakan donor darah yang digelar di UIN Ar-Raniry merupakan kegiatan rutin yang setiap bulan mereka laksanakan. “Di SMK baru pertama kalinya dilakukan, kedepan mereka berkomitmen akan melaksanakan secara rutin kegiatan seperti ini,” ujarnya.

Sehari sebelumnya, Senin (16/2), kata Zulfahmi kegiatan serupa juga dilaksanakan di SMK Negeri 1,2, dan 3 dengan mengumpulkan darah 107 kantong. Sedangkan di UIN Ar-Raniry darah terkumpul 12 kantong.

Sementara itu, pada Sabtu (14/2), PT Armada Banda Jaya kembali mengadakan showroom event dengan tema “Setetes Darah Anda, Kehidupan Bagi Mereka”. Pada kesempatan itu, pihak PT Armada Banda Jaya bersama Ertiga Club Indonesia (ERCI) Aceh Chapter bersama Blood For Life Foundation (BFLF), customer suzuki serta calon customer di Banda Aceh dan sekitarnya melaksanakan donor darah sehingga darah yang terkumpul 33 kantong.

Branch Manager Suzuki Armada Banda Jaya, Khairul Misbah mengatakan darah yang terkumpul itu untuk penderita thalassemia di Aceh. “Semoga dengan bakti sosial ini bisa meringankan beban anak-anak kita sebagai penderita thalassemia dan bisa mengetuk pintu hati masyarakat Aceh bahwa mereka sangat perlu diperhatikan,” tulis Khairul lewat siaran pers kepada Serambi kemarin.

Menurutnya, pada kesempatan itu, PT Armada Banda Jaya menyerahkan bingkisan kepada 30 anak penderita thalassemia, namun hanya delapan orang yang hadir. Karena itu, sisanya akan diserahkan kepada mereka saat berobat ke rumah sakit.

Sementara itu, Ketua BFLF, Michael Octaviano selaku mengatakan kini di Aceh terdapat 250 lebih anak penderita thalassemia. Setiap anak membutuhkan dua kantong darah per bulannya. (una/avi)

Peduli Thalassemia, Keluarga Ertiga Gelar Acara Donor Darah

Keluarga ertiga danBFLF membagikan bingkisan untuk anak-anak thalasemia di Showrom Armada

 

 

VIVA.co.id – Berbagai kegiatan positif digelar komunitas Suzuki Ertiga. Kali ini, datang dari keluarga Ertiga Banda Aceh, yang tergabung dalam Ertiga Club Indonesia (ERCI) Chapter Aceh.

Dalam keterangan tertulis yang diterima VIVA.co.id, Ertiga Club Indonesia Chapter Aceh bersama dengan PT Armada Banda Jaya mengadakan showroom dengan tema ‘Setetes darah Anda, kehidupan bagi mereka’.

Acara ini digelar sebagai bentuk kepedulian sekaligus ajang silaturahmi keluarga Ertiga dengan pederita Thalassemia. Sebagai catatan, Thalassemia merupakan kelainan darah yang sifatnya menurun (genetik), di mana penderitanya mengalami ketidakseimbangan dalam produksi hemoglobin (Hb).

Selain diikuti komunitas Ertiga dan anak-anak penderita Thalassemia, acara ini juga dimeriahkan dengan bergabungnya Blood For Life Foundation (BFLF) dan beberapa customer Suzuki yang ada di Banda Aceh dan daerah sekitarnya.

Dalam kesempatan itu, Branch Manager Suzuki Armada Banda Jaya, Khairul Misbah menegaskan bahwa kegiatan sosial ini diadakan sebagai bentuk kepedulian Suzuki terhadap penderita Thalassemia khususnya di Aceh.

Diharapkan, dengan terselenggaranya acara ini, beban anak-anak penderita Thalassemia akan berkurang, sekaligus dapat mengetuk pintu hati masyarakat Aceh untuk lebih peduli kepada anak-anak penderita Thalassemia.

Menurut Michael Octaviano selaku Ketua BFLF, di Aceh saat ini terdapat lebih dari 250 anak yang menderita Thalassemia. Dan untuk setiap anak penderita Thalassemia paling tidak membutuhkan 2 kantung darah setiap bulannya.

“Salah satu orangtua penderita Thalassemia bernama Pak Ilyas dari Aceh Selatan, selama tiga tahun harus ke rumah sakit setiap bulannya, dengan mengendarai sepeda motor bersama istrinya,” kata Octaviano.

“Mereka harus menempuh perjalanan selama 24 jam menuju Banda Aceh bersama anaknya yang menderita Thalassemia sejak usia dua tahun,” lanjut Octaviano.

Dalam kegiatan donor darah ini, ERCI berhasil mengumpulkan sebanyak 33 kantong darah.

 

Selain kegiatan donor darah, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan berbagai acara hiburan untuk menghadirkan senyuman bagi anak-anak penderita Thalassemia yang selama ini harus menderita. (asp)