Januari, 2015

now browsing by month

 

Mahasiswa Psikologi Terapi 260 Penderita Thalasemia

BANDA ACEH – Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu (STI) Psikologi Harapan Bangsa, Banda Aceh, melakukan terapi gratis untuk 260 anak penderita thalasemia, di satu ruangan bekas bangunan lama Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA), Banda Aceh. Terapi yang dilakukan berupa relaksasi, ketawa bersama, serta bercerita dan belajar sambil bermain.

Direktur STI Harapan Bangsa, Dra Endang Setianingsih MPd Psi mengatakan, terapi yang melibatkan mahasiswanya itu akan rutin dilaksanakan setiap Senin dan Selasa, dan direncanakan terus berlanjut tanpa batas waktu. “Kami dari STI Psikologi ingin menjadi relawan untuk bisa terus mendampingi mereka, agar mereka bisa terus memiliki semangat hidup,” ujar Endang kepada Serambi, Kamis (22/1).

Ia menyebutkan, selama ini para relawan Blood For Life Foundation (BFLF) yang diketuai Michael Octaviano SSTP, sudah cukup berperan dalam melakukan pendampingan bagi anak dan para penderita thalasemia. Relawan BFLF itu, sebut Endang, selama ini rutin mencari kebutuhan darah untuk kebutuhan para penderita thalasemia, agar mereka bisa terus bertahan hidup.

Ia menyebutkan, data dari Direktur RSUZA, dr Fachrul Jamal SpAN, penderita thalasemia yang dirawat di sana paling banyak berusia 5 sampai 30 tahun, dan berasal dari Pidie dan Aceh Besar. Thalasemia, katanya, merupakan penyakit turunan kelainan darah yang ditandai kondisi sel darah merah mudah rusak. Jika sel darah normal bertahan 120 hari, pada penderita thalasemia hanya 40 hari. Karena itu, perawatannya dengan dengan memberi obat dan transfusi darah secara rutin.

“Thalasemia bukan penyakit menular, tapi penyakit bawaan lahir. Secara medis memang belum dapat disembuhkan. Tapi dapat diminimalisir dengan melakukan skrining atau pemeriksaan darah sebelum menikah. Ini untuk mengetahui apa salah satu di antara pasangan dimaksud menderita thalasemia atau memiliki riwayat memiliki penyakit itu. Kalau sudah diketahui mungkin ada langkah-langkah yang bisa ditempuh,” ujarnya.

Endang mencontohkan, di negara berkembang seperti di Swedia, jarang ditemukan penderita thalasemia. Karena, pemerintah di sana sudah punya peraturan agar setiap pasangan yang akan menikah harus melakukan pengecekan darah. “Kita harap ke depan pemerintah kita bisa menggagasnya,” demikian Endang.(mir)

Kunjungi juga :
www.serambinewstv.com | www.menatapaceh.com |
www.serambifm.com | www.prohaba.co |

Editor: bakri

RSUZA Resmikan Ambulans Pasien Transfusi Darah

BANDA ACEH – Wakil Direktur (Wadir) Pelayanan Medis RSUZA Banda Aceh, Dr dr Azharuddin SpOT (K) Spine FICS meresmikan satu unit ambulans untuk pasien talasemia, hemofilia dan kanker anak di Ruang Inap Talasemia, Jumat (9/1). Ambulans khusus untuk menjemput dan antar pasien yang berobat rutin.

“Kendala selama ini, pasien tidak bisa mengontrol secara rutin sesuai anjuran dokter, sebab terkendala biaya transportasi,”  jelas dr Azharuddin seraya menyebutkan ambulans itu dibantu Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh. “Saat ini semua pasien ditanggung BPJS, tapi untuk transportasi belum ada regulasinya,” katanya.

Ia menambahkan, bagi penderita talasemia, hemofilia, dan kanker anak, hampir seumur hidup harus melakukan transfusi darah secara teratur di rumah sakit. “Apabila penanganannya bagus, maka anak-anak itu bisa hidup normal. Begitu juga sebaliknya, apabila tidak transfusi darah, gimana mau sekolah, karena  ngantuk, lemas, pucat, lama-lama perutnya membesar,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini ada beberapa pasien yang tidak teratur melakukan transfusi darah karena terkendala biaya transportasi. Dia berharap, juga ada bantuan dari masyarakat, maupun swasta dan pemerintah untuk membantu ambulans lainnya khusus bagi pasien tersebut agar bisa datang berobat tepat waktu.

Sementara Ketua Umum BFLF Aceh, Michael Octaviano SSTP mengatakan, keluarga pasien dapat menghubungi pihaknya jika ingin ke rumah sakit untuk transfusi darah. “Nanti akan kita jemput dan antar kembali setelah transfusi darah. Keluarga dapat menghubungi nomor 085260474733 atas nama Popy dan 081260852973 (Michael),” demikian Michael yang menambahkan ambulans tersebut diperoleh dari aspirasi mantan anggota DPRA, Safwan Yusuf ke BFLF yang digunakan untuk pasien talasemia, hemofilia, dan kanker anak.(una)

Editor: bakri